By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Bangun Sinergisitas, DPD PA GMNI Sultra Siap Mengawal Program Kebijakan Pemda untuk Rakyat
Menuju Hari Kebangkitan Nasional, Aliansi PERISAI Serukan Perlawanan terhadap Imperialisme dan Tuntut Pembatalan ART
DPP GMNI Segera Laporkan Dugaan Perampasan Lahan Warga Transmigrasi di Halmahera Utara ke Tiga Instansi Pusat
Kaya Energi, Miskin Kedaulatan
Teguhkan Marhaenisme, PPAB III Komisariat Bung Tomo Manajemen Konsolidasikan Gerakan Perubahan

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar Alumni GMNI

DPP PA GMNI Gelar Dialog Nasional Restrukturisasi Politik, Soroti Ancaman Defisit Demokrasi

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 12 Maret 2026 | 03:53 WIB
Bagikan
Waktu Baca 6 Menit
Foto: Para Pengurus DPP PA GMNI usai menggelar dialog nasional bertajuk “Restrukturisasi Politik di Indonesia: Antara Urgensi dan Regulasi” pada Rabu (11/3/2026) (Dok. DPP PA GMNI)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menggelar dialog nasional bertajuk “Restrukturisasi Politik di Indonesia: Antara Urgensi dan Regulasi” pada Rabu (11/3/2026).

Daftar Konten
Pentingnya Restrukturisasi PolitikHasto Singgung Sejarah Bung Karno

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional yang membahas dinamika sistem politik Indonesia serta tantangan demokrasi ke depan.

Ketua Umum DPP PA GMNI, Arief Hidayat yang bertindak sebagai pembicara kunci menyampaikan bahwa reformasi politik yang bergulir sejak Reformasi Indonesia 1998 telah membawa perubahan fundamental terhadap sistem ketatanegaraan dan demokrasi di Indonesia.

Namun demikian, ia menilai setelah hampir dua dekade reformasi berjalan, praktik penyelenggaraan negara justru menunjukkan gejala yang mengarah pada defisit demokrasi.

“Sistem politik Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan struktural yang berimplikasi langsung terhadap kualitas demokrasi. Praktik penyelenggaraan negara semakin menjauh dari kehendak rakyat karena minimnya keteladanan moral dan etika dari para penyelenggara negara,” ujar Arief.

Foto: Prof. Arief Hidayat saat menyerahkan Plakat Penghargaan kepada salah satu narasumber (Dok. DPP PA GMNI)/MARHAENIST.

Ia juga menyoroti adanya kecenderungan manipulasi konstitusi dan hukum untuk kepentingan kelompok tertentu. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menyandera sistem hukum dan demokrasi jika tidak segera dibenahi.

“Konstitusi dan hukum direkayasa untuk menguntungkan sebagian pihak dan menyandera pihak yang tidak sejalan dengan kepentingan kekuasaan,” tegasnya.

Arief menambahkan, penyimpangan wewenang juga terjadi di berbagai cabang kekuasaan negara, baik pada lembaga pembentuk undang-undang, pelaksana undang-undang, maupun lembaga pengawas.

Ia juga menyoroti sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi yang dinilai memengaruhi arah sistem politik nasional. Salah satunya adalah Putusan MK Nomor 62/PUU-XXII/2024 yang secara fundamental mengubah desain mekanisme pencalonan Presiden dan Wakil Presiden.

Selain itu, MK juga mengeluarkan Putusan Nomor 135/PUU-XXII/2024 yang menetapkan bahwa pemilu nasional—meliputi pemilihan Presiden, DPR, dan DPD—tidak lagi dilaksanakan secara serentak dengan pemilu lokal seperti Pilkada dan DPRD.

Baca Juga:   DPP PA GMNI Lakukan Bakti Sosial dan Santunan Anak Yatim di Subang

“Melalui putusan tersebut, pemilu nasional dan pemilu lokal dipisahkan dengan jarak waktu paling singkat dua tahun dan paling lama dua tahun enam bulan sejak pelantikan Presiden/Wakil Presiden serta anggota DPR dan DPD terpilih. Hal ini semakin menegaskan bahwa sistem politik Indonesia sedang berada di persimpangan,” jelasnya.

Pentingnya Restrukturisasi Politik

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP PA GMNI, Abdy Yuhana mengatakan bahwa putusan-putusan MK tersebut pada satu sisi merupakan bentuk koreksi konstitusional terhadap praktik politik yang menyimpang.

Namun di sisi lain, tanpa kesadaran ideologis, komitmen kebangsaan, serta kerangka regulasi yang jelas dan berorientasi pada demokrasi substantif, perubahan sistem politik justru berisiko menimbulkan persoalan baru.

Ia menilai kondisi tersebut dapat memicu fenomena democratic backsliding atau kemunduran demokrasi yang berlangsung secara sistematis.

“Dalam konteks berbangsa, ada tiga hal yang terus menjadi perhatian serius, yaitu persoalan sejarah Indonesia, perdebatan tentang kesepakatan bernegara, serta suasana euforia demokrasi yang belum sepenuhnya diiringi kedewasaan politik,” ujarnya dalam dialog itu.

Foto: Abdy Yuhana, Sekjend DPP PA GMNI saat menyampaikan paparannya dalam dialog nasional bertajuk “Restrukturisasi Politik di Indonesia: Antara Urgensi dan Regulasi” yang digelar DPP PA GMNI pada Rabu (11/3/2026) (Dok. DPP PA GMNI)/MARHAENIST.

Menurutnya, kondisi tersebut semakin menegaskan perlunya penataan ulang desain politik Indonesia agar tetap sejalan dengan prinsip kedaulatan rakyat dan demokrasi konstitusional.

“Restrukturisasi politik di Indonesia menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan, seiring dinamika ketatanegaraan dan tantangan demokrasi yang muncul akibat ketidakseimbangan antara regulasi politik dan praktik demokrasi di masyarakat,” katanya.

Abdy menambahkan bahwa upaya restrukturisasi politik juga penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, ketika Indonesia genap berusia satu abad.

“Restrukturisasi politik merupakan sebuah keniscayaan. Dialog ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan arah restrukturisasi politik Indonesia yang berpijak pada konstitusi, berlandaskan nilai-nilai Pancasila, serta menegaskan bahwa demokrasi bukan sekadar prosedur elektoral, melainkan sarana untuk menegakkan kedaulatan rakyat sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945,” jelasnya.

Baca Juga:   Bambang "Pacul" Wuryanto Legenda Hidup Marhaenisme, Serukan Penguatan Empat Pilar dan Kesadaran Geopolitik Nusantara

Hasto Singgung Sejarah Bung Karno

Dalam dialog tersebut, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto turut menyampaikan pandangannya mengenai dinamika sejarah politik Indonesia.

Ia menyinggung adanya keterkaitan antara rencana besar Presiden pertama Indonesia, Soekarno, dalam memperkuat pertahanan nasional dengan peristiwa politik yang berujung pada pelengserannya pada 1965.

Foto: Hasto Kristiyanto saat menjadi Narasumber diacara Dialog Nasional yang diselenggarakan oleh DPP PA GMNI (Foto: Sang)/MARHAENIST.

Menurut Hasto, pada masa kepemimpinan Bung Karno, kekuatan militer Indonesia sangat disegani di dunia internasional dan memiliki pengaruh besar dalam percaturan global.

“Seandainya Bung Karno tidak dilengserkan dari kekuasaannya, Indonesia berpotensi besar memainkan peran lebih jauh dalam perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa lain, termasuk Palestina,” ujarnya.

Dialog nasional tersebut menjadi forum refleksi bagi para akademisi, tokoh politik, dan alumni GMNI untuk merumuskan gagasan mengenai masa depan sistem politik Indonesia agar tetap berpijak pada nilai-nilai konstitusi dan kedaulatan rakyat.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Bangun Sinergisitas, DPD PA GMNI Sultra Siap Mengawal Program Kebijakan Pemda untuk Rakyat
Rabu, 20 Mei 2026 | 15:32 WIB
Menuju Hari Kebangkitan Nasional, Aliansi PERISAI Serukan Perlawanan terhadap Imperialisme dan Tuntut Pembatalan ART
Rabu, 20 Mei 2026 | 01:23 WIB
DPP GMNI Segera Laporkan Dugaan Perampasan Lahan Warga Transmigrasi di Halmahera Utara ke Tiga Instansi Pusat
Selasa, 19 Mei 2026 | 18:30 WIB
Kaya Energi, Miskin Kedaulatan
Selasa, 19 Mei 2026 | 15:35 WIB
Teguhkan Marhaenisme, PPAB III Komisariat Bung Tomo Manajemen Konsolidasikan Gerakan Perubahan
Senin, 18 Mei 2026 | 23:28 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Memahami Pesoalan Gugatan Imanuel terhadap Keabsahan GMNI Arjuna dengan Nomor Perkara Hukum: 115/Pdt.G/2025/Jkt Pst

Marhaenist.id - Amar putusan Pengadilan yang mengabulkan petitum Imanuel itu tidak melihat…

Trump Batalkan MBG: Prabowo–Gibran Hanya Tunduk dan Diam

Marhaenist.id - Kebijakan luar negeri yang bersifat transaksional dari Donald Trump kembali…

Tantangan dan Potensi Peternakan Berkelanjutan di Masa Depan

Marhaenist.id - Pada tahun 2050, jumlah penduduk dunia diperkirakan mencapai sembilan miliar jiwa.…

Iran Ajukan Proposal Kontroversial di Islamabad, Pengamat: Tatanan Maritim Dunia Sedang Didefinisikan Ulang

Marhaenist.id, Jakarta – Proposal 10 poin yang diajukan Iran kepada Amerika Serikat dalam…

Tanggapi Dualisme yang Sedang Terjadi, DPC GMNI Sejabodetabeksu Layangkan Pernyataan Sikap

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Didingklik: Wajah Baru Layanan Digital bagi Pelayanan Publik dan Tata Kelola Daerah di Pandeglang

Marhaenist id - Pandeglang terus berbenah dalam meningkatkan kualitas tata kelola daerah,…

Rakyat, Pajak, dan Hak Pilih: Kenapa Pilkada Lewat DPRD Harus Kita Tolak

Marhaenist.id - Memasuki awal tahun 2026, wacana mengembalikan mekanisme Pemilihan Kepala Daerah…

Supeni, Pemeluk Teguh Soekarnoisme

Marhaenist.id - Setelah peristiwa berdarah 1 Oktober 1965, Supeni menerima tugas berat…

RTH Penting, GMNI Jakarta Timur: Jangan Sampai Menumbalkan Rakyat dan Jadi Lahan Korupsi

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?