By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

DPC GMNI Tangsel Sesalkan Tindakan Kekerasan terhadap Mahasiswa Katolik di Pamulang

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Selasa, 7 Mei 2024 | 20:06 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Barqy Nafsin Kaida, Sekretaris DPC GMNI Tangsel/Marhaenist.id.
Bagikan

Marhaenist.id, Pamulang Tangsel – Baru-baru ini, sebuah video yang menjadi viral di media sosial menunjukkan sejumlah warga menyerbu Mahasiswa Katolik dari Universitas Pamulang (Unpam) di Setu, Tangerang Selatan (Tangsel) Provinsi Banten, pada malam Minggu, (5/4/2024).

Di video yang diunggah oleh akun X @Heraloebss pada Senin, (6/5/2024,) seorang mahasiswi bernama L menceritakan kronologi peristiwa yang terjadi dalam video tersebut. Menurutnya, kejadian dimulai ketika rekan L yang beragama Katolik sedang melakukan ibadah dan tiba-tiba dihadang oleh Ketua RT setempat yang melarang ibadah di kawasan tersebut.

Menanggapi hal itu, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Tangsel melalui Sekretarisnya, Barqy Nafsin Kaida, mengatakan bahwa peristiwa ini bertentangan dengan semangat cerdas, modern, dan religius yang menjadi motto Kota Tangsel.

“Kami menyesalkan tindakan penganiayaan tersebut. Ini sangat bertentangan dengan motto Kota Tangsel yang religius. Kota Tangsel ini diharapkan menjadi contoh harmoni antarumat beragama,” kata aktivis gerakan yang kerap disapa Bung Barqy ini dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/5/2024).

Atas hal itu juga, DPC GMNI Kota Tangsel meminta Pihak Kepolisihan agar segera menangkap para pelakunya serta memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga keharmonisan kerukunan antarumat beragama demi keutuhan Indonesia

“Kami juga mendesak kepolisian untuk segera menangkap pelaku dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kerukunan umat beragama,” ujar Barqy.

DPC GMNI Kota Tangsel, kata Barqy, mengutuk keras tindakan intoleran tersebut. Ia menegaskan bahwa peristiwa ini melanggar sangat nilai-nilai kemanusiaan dan kerukunan antarumat beragama dalam Pancasila.

“Ini sangat melanggar nilai-nilai yang terkandung dalam bingkai Pancasila, kita harus menghormati Ketuhanan Yang Maha Esa dan menjunjung tinggi kemanusiaan yang adil dan beradab. Kami mengutuk keras peristiwa itu dan kami percaya bahwa nilai-nilai ketuhanan haruslah mendorong pada penghormatan terhadap semua warga negara, tanpa memandang perbedaan suku, ras, dan agama,” tegas Bung Barqy.

Baca Juga:   Kinerja Kepolisian Dipertanyakan, GMNI Mimika: Patroli Tidak Efisien Sebabkan Korban Begal di Mimika

DPC GMNI Kota Tangsel, melalui Bung Barqy memberikan pesan terhadap masyarakat Kota Tangsel dalam keterangannya tertulisnya kepada Marhaenist.id. Inilah pesannya:

“Peristiwa penganiayaan ini menjadi momentum bagi masyarakat Tangerang Selatan untuk bersatu dan memperkuat semangat toleransi.

Meneguhkan komitmen untuk membangun Kota Tangerang Selatan sebagai kota yang toleran, di mana setiap warga dapat hidup dengan damai dan menghormati keberagaman agama dan kepercayaan.

Semua pihak diharapkan dapat berperan aktif dalam mewujudkan visi ini, sehingga kekerasan dan intoleransi tidak lagi memiliki tempat dalam masyarakat yang beradab,” tandas Bung Barqy.***

Penulis: Bung Apriansyah Wijaya/ Editor: Bung Wadhar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Trump, Amerika dan Jerman: Babak Baru Geopolitik

Marhaenist.id - Ketika Trump kembali masuk ke panggung kekuasaan, narasi "America First" kemungkinan…

DPD GMNI Sulbar Kecam Keras Insiden Rantis Brimob Lindas Pengemudi Ojol

Marhaenist.id, Mamuju - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Minim Subtansi, Maha Sakti Esa Jaya: Debat Pilkada Penajam Paser Utara Jadi Ajang Jual Program

Marhaenist.id, Penajam Paser Utara - Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Maha Sakti…

Picuh Kemarahan Rakyat hingga Lahirnya Gerakan Bubarkan DPR, Inilah Deretan Anggota DPR RI yang Dianggap Kontroversial!

Marhaenist.id - Beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) belakangan…

Ditangkap dan Ditersangkakan, Kader GMNI Dikriminalisasi Oleh Polres Binjai?

Marhaenist.id, Binjai – Penangkapan aktivis masyarakat sekaligus Kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Geopolitik Marhaenisme di Laut Nusantara, Pengamat Budaya Geopolitik Nusantara: Kedaulatan untuk Rakyat Maritim

Marhaenist.id, Blitar - Kecaman Kementerian Luar Negeri China atas penangkapan Presiden Venezuela…

Ketua DPK FKIP Universitas Khairun: M Asrul Bukan Ketua Cabang Sah, Ia Mengatasnamakan GMNI Ternate untuk Kepentingan Pribadi

Marhaenist.id, Ternate — Ketua Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Perluasan Makna Marhaenisme

Marhaenist.id - Teori marhaenisme atau sosialisme di Indonesia seharusnya berkembang tidak hanya…

Intoleransi Meningkat, GMNI: Masyarakat Harus Hati-hati Pilih Pemimpin di 2024

Marhaenist - Intoleransi masih menjadi persoalan yang krusial dalam hubungan kemasyarakatan di…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?