By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Kehilangan yang Tidak Disadari: Suku Terasing di Ambang Lenyap
Dirgahayu GMNI ke-72, Heri Pudyatmoko Serukan Penguatan Marhaenisme dan Persatuan
Memperkuat Demokrasi di Tengah Badai Digital: Tanggapan Kritis atas Buku “Bawaslu di Tengah Era Big Data”
Dies Natalis Ke 72, GMNI Jaktim Serukan Tetaplah di Garis Marhaen meski berada di Persimpangan Jalan antara Idealisme dan Realistis
Konflik Geopolitik dalam Perspektif Marhaen antara Perebutan Kuasa Global dan Nasib Rakyat Kecil

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Dies Natalis Ke 72, GMNI Jaktim Serukan Tetaplah di Garis Marhaen meski berada di Persimpangan Jalan antara Idealisme dan Realistis

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 23 Maret 2026 | 10:30 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Jansen Henry Kurniawan, Ketua DPC GMNI Jakarta Timur (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta — Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-72 Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ketua DPC GMNI Jakarta Timur, Jansen Henry Kurniawan, menyampaikan pernyataan sikap terkait arah perjuangan organisasi di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks.

Menurutnya, peringatan Dies Natalis tidak hanya menjadi momentum seremonial, melainkan juga refleksi atas perjalanan panjang GMNI sebagai organisasi kader ideologis yang lahir dari rahim sejarah perjuangan bangsa.

GMNI sendiri resmi berdiri pada 23 Maret 1954 sebagai hasil fusi tiga organisasi mahasiswa nasionalis, yakni Gerakan Mahasiswa Marhaenis di Yogyakarta, Gerakan Mahasiswa Merdeka di Surabaya, dan Gerakan Mahasiswa Demokrat Indonesia di Jakarta.

Penyatuan ini bertujuan memperkuat barisan mahasiswa nasionalis dalam menghadapi dinamika politik pasca-kemerdekaan.

“GMNI adalah organisasi yang telah teruji oleh zaman. Berbagai tantangan, baik dari eksternal maupun internal, tidak mampu meruntuhkan fondasi ideologis yang telah dibangun sejak awal,” ujar Jansen dalam keterangannya, Senin (23/3/2026).

Ia menegaskan bahwa Marhaenisme sebagai ajaran utama yang diwariskan oleh Bung Karno tetap menjadi landasan berpikir dan bergerak dalam menjawab persoalan rakyat, khususnya kaum tertindas dan termarjinalkan.

Dalam perjalanan sejarahnya, GMNI memainkan peran penting dalam mengawal semangat anti-imperialisme, anti-kolonialisme, serta memperjuangkan keadilan sosial.

Namun, organisasi ini juga pernah mengalami tekanan besar, terutama pasca peristiwa 1965 di era Orde Baru, yang menyebabkan fragmentasi internal dan pembatasan ruang gerak.

Meski demikian, GMNI tetap bertahan sebagai organisasi kader dengan menjaga api ideologi di tengah keterbatasan.

Memasuki era Reformasi 1998, GMNI kembali bangkit dan aktif dalam mengawal isu demokrasi, keadilan sosial, serta perjuangan rakyat di tengah arus globalisasi.

Jansen menilai, saat ini Indonesia tengah menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari ketimpangan sosial-ekonomi, penurunan kualitas demokrasi, hingga menguatnya pragmatisme akibat tekanan globalisasi dan kapitalisme.

Baca Juga:   Tolak Kriminalisasi Aktivis, GMNI Jaktim: Lawan Teror dan Impunitas!

“Mahasiswa hari ini berada di persimpangan jalan antara idealisme dan realitas. Ini menjadi tantangan utama kader GMNI untuk tetap teguh pada nilai perjuangan tanpa kehilangan relevansi,” tegasnya.

Dalam pernyataan sikapnya, DPC GMNI Jakarta Timur menegaskan empat poin utama:

  1. Meneguhkan kembali Marhaenisme sebagai landasan berpikir dan bergerak.
  2. Mengawal demokrasi dan keadilan sosial serta berani mengkritik kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat.
  3. Membangun kader progresif-revolusioner yang memiliki ketajaman intelektual dan keberpihakan ideologis.
  4. Menjadi pelopor gerakan pemuda yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

Lebih lanjut, Jansen menekankan bahwa Dies Natalis ke-72 harus menjadi momentum konsolidasi ideologi dan gerakan agar GMNI tetap tajam dalam analisis, kuat dalam perjuangan, dan konsisten berpihak kepada rakyat.

Ia juga mengingatkan kembali pesan Bung Karno bahwa bangsa Indonesia masih berada dalam masa pancaroba, sehingga diperlukan semangat juang yang tinggi dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

“GMNI harus tetap berdiri tegak sebagai organisasi kader yang progresif, adaptif, dan berakar kuat pada Marhaenisme,” tutupnya.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Kehilangan yang Tidak Disadari: Suku Terasing di Ambang Lenyap
Rabu, 25 Maret 2026 | 09:44 WIB
Dirgahayu GMNI ke-72, Heri Pudyatmoko Serukan Penguatan Marhaenisme dan Persatuan
Selasa, 24 Maret 2026 | 09:31 WIB
Memperkuat Demokrasi di Tengah Badai Digital: Tanggapan Kritis atas Buku “Bawaslu di Tengah Era Big Data”
Senin, 23 Maret 2026 | 14:20 WIB
Konflik Geopolitik dalam Perspektif Marhaen antara Perebutan Kuasa Global dan Nasib Rakyat Kecil
Jumat, 20 Maret 2026 | 16:53 WIB
DPD PA GMNI Jakarta Raya Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Jumat, 20 Maret 2026 | 16:27 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

DPC GMNI Jakarta Timur Minta Penanganan Dugaan Pembunuhan Pelajar Maluku Tenggara Transparan dan Berkeadilan

Marhaenist.id, Jakarta Timur  – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Kepemimpinan Baduy Menjaga Pangan Indonesia

Marhaenist.id - Di tengah krisis iklim dan ketergantungan pangan pada pasar global,…

GMNI Surabaya Soroti Kebijakan Parkir Minimarket: Premanisme Dilegalkan Lewat Kebijakan Parkir, UMKM Justru Jadi Korban

Marhaenist.id, Surabaya — Kebijakan Pemerintah Kota Surabaya yang melarang pelaku usaha ritel…

GMNI Kiamat?

Marhaenist.id - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) pernah berdiri gagah sebagai kawah…

Investor Khawatirkan Stabilitas Keuangan RI Imbas Program Makan Siang Gratis

Marhaenist - Program makan siang gratis untuk anak sekolah yang diusung oleh…

Dialektika

Marhaenist - Maka itu, hukum-hukum dialektika diabstraksikan dari sejarah alam dan masyarakat…

Hendak Unras, Belasan Anggota GMNI Dianiaya OTK yang Diduga Dilakukan Preman Bayaran Bea Cukai Batam

Marhaenist.id, Batam - Belasan Pengujuk Rasa dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan…

Rezim Jokowi Sudah Jatuh Secara Moral dan De Facto

Tidak Diperlukan Lagi Pemilu, Tetapi Pemerintahan Transisi! Marhaenist.id - Walau sesungguhnya telah…

KSPSI Gelar Rakernas dan Seminar Nasional Inter-Profesi di Surabaya

Marhaenist - Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan-KSPSI gelar Rapat Kerja Nasional…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?