By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Menuju Kematian Marhaenisme
Turut Berbelasungkawa atas Tragedi Kereta di Bekasi Timur, Marhaenist.id Dorong Evaluasi Menyeluruh Sistem Keselamatan Perkeretaapian
Malaka Strait: Kebangkitan Ekonomi Indonesia
Talkshow Kartini Hari Ini, GERAK Jakarta: Perempuan Bisa Memimpin, Ruang Publik Harus Aman
Persatuan GMNI se-Indonesia: Belajar dari Konferda Persatuan GMNI Sulbar

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Antara Disiplin TNI dan Ancaman Terhadap Supremasi Sipil Dalam Demokrasi Indonesia

Eko Zaiwan
Eko Zaiwan Diterbitkan : Selasa, 4 Februari 2025 | 01:05 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
FOTO : Sacha Baron Cohen dalam film "The Dictator" 2012/MARHAENIST
Bagikan

Marhaenist.id -Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah lama dikenal sebagai institusi yang disiplin dan efektif dalam menjalankan tugas-tugasnya, baik dalam menjaga kedaulatan negara maupun dalam operasi militer di lapangan. Namun, penggunaannya sebagai instrumen utama dalam pemerintahan harus menjadi bahan refleksi kritis, terutama dalam konteks Indonesia sebagai negara demokrasi. Meskipun TNI memiliki kapasitas dan sumber daya yang mumpuni, pemberian ruang yang lebih besar kepada militer dalam ranah politik dan pembangunan nasional justru dapat mengancam prinsip-prinsip dasar demokrasi dan supremasi sipil yang telah diperjuangkan sejak era reformasi.

Pertama-tama, perlu diakui bahwa TNI memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan nasional. Namun, ketika militer mulai mengambil alih fungsi-fungsi yang seharusnya dijalankan oleh institusi sipil, hal ini dapat menciptakan ketidakseimbangan dalam tatanan pemerintahan. Indonesia, sebagai negara demokrasi, harus memperkuat institusi sipilnya, bukan justru mengandalkan militer sebagai tulang punggung pemerintahan. Praktik semacam ini dapat mengarah pada militerisasi politik, di mana militer tidak hanya berperan sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai aktor utama dalam pengambilan keputusan politik dan pembangunan.

Pragmatisme dalam pemerintahan seringkali dijadikan alasan untuk melibatkan militer dalam berbagai aspek pembangunan dan politik. Namun, pragmatisme semacam ini tidak boleh mengorbankan prinsip demokrasi dan supremasi sipil. Sejarah telah membuktikan bahwa dominasi militer dalam pemerintahan seringkali berujung pada pelemahan tatanan demokratis. Era Orde Baru, misalnya, menunjukkan bagaimana militerisasi politik dapat menciptakan rezim otoriter yang membungkam suara rakyat dan meminggirkan peran institusi sipil.

Reformasi 1998 menjadi titik balik penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia, di mana supremasi sipil dan demokrasi dijadikan sebagai fondasi utama pemerintahan. Oleh karena itu, kembali ke model pemerintahan yang memberi ruang lebih besar bagi militer dalam ranah politik dan pembangunan nasional bukanlah langkah yang bijaksana. Hal ini tidak hanya mengancam tatanan demokratis yang telah dibangun, tetapi juga dapat menciptakan ketergantungan yang berbahaya terhadap militer dalam mengelola urusan-urusan sipil.

Baca Juga:   Komitmen Kepala Daerah Dalam Pelayanan Informasi Publik

Dalam konteks global, negara-negara demokrasi yang kuat justru memperkuat institusi sipilnya dan membatasi peran militer dalam politik. Militer harus tetap berada di bawah kendali sipil dan fokus pada tugas utamanya, yaitu menjaga keamanan dan kedaulatan negara. Sementara itu, urusan politik dan pembangunan harus diserahkan kepada institusi sipil yang dipilih secara demokratis oleh rakyat.

Oleh karena itu, penting bagi Indonesia untuk terus memperkuat institusi sipilnya dan membatasi peran militer dalam ranah politik. Pragmatisme dalam pemerintahan tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan prinsip-prinsip demokrasi dan supremasi sipil. Sebaliknya, pemerintah harus berkomitmen untuk membangun tatanan demokratis yang kuat, di mana militer tetap berada di bawah kendali sipil dan tidak mengambil alih fungsi-fungsi yang seharusnya dijalankan oleh institusi sipil. Hanya dengan cara inilah Indonesia dapat memastikan bahwa demokrasi dan supremasi sipil tetap terjaga, dan tidak kembali ke masa lalu yang penuh dengan otoritarianisme dan dominasi militer.

Penulis: Eko Zaiwan

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Menuju Kematian Marhaenisme
Kamis, 30 April 2026 | 01:41 WIB
Turut Berbelasungkawa atas Tragedi Kereta di Bekasi Timur, Marhaenist.id Dorong Evaluasi Menyeluruh Sistem Keselamatan Perkeretaapian
Kamis, 30 April 2026 | 01:00 WIB
Malaka Strait: Kebangkitan Ekonomi Indonesia
Rabu, 29 April 2026 | 21:09 WIB
Talkshow Kartini Hari Ini, GERAK Jakarta: Perempuan Bisa Memimpin, Ruang Publik Harus Aman
Selasa, 28 April 2026 | 14:52 WIB
Momentum Konferda Persatuan GMNI Sulbar, nampak dua Ketua DPD GMNI Sulbar demisioner bersama dengan Ketua dan Sekretaris terpilih sambil memegang bendera (Dok. GMNI Sulbar)/MARHAENIST.
Persatuan GMNI se-Indonesia: Belajar dari Konferda Persatuan GMNI Sulbar
Senin, 27 April 2026 | 22:22 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Rasio Manusia vs Rasio Algoritma: Negara Kafka dalam Rezim Algoritmik

Marhaenist.id - Kita sedang hidup dalam sebuah zaman yang dapat disebut sebagai…

Hai Orang-Orang Yang Beriman, Ramadhan 2026 Jatuh Pada Kamis 19 Februari

Marhaenist - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan awal puasa atau 1…

Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo bersilaturahmi di Gedung Agung, Istana Kepresidenan Yogyakarta, Senin (02/05/2022). BPMI Setpres/Lukas

Buktikan Kinerja, Prabowo Dinilai Setia Pada Jokowi

Marhaenist - Peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro mengatakan bahwa Menteri Pertahanan…

GMNI Balikpapan Jadi Rumah Ideologis, Tiga Ketua DPP GMNI Siap Hadir di KTD 2025

Marhaenist.id, Balikpapan – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Diduga Ada Penyalahgunaan Anggaran Pembebasan Lahan Pasar Mamasa, GMNI Desak Kejati Sulbar Periksa Terduga Pelaku

Marhaenist.id, Mamasa - Polemik pembebasan lahan Pasar Mamasa masih terus bergulir, hal…

Hendak Gelar Mimbar Rakyat Didepan Kementerian dan Stakeholder, GMNI Tangerang Dijegal Preman dan Aparat Keamanan

Marhaenist.id, Tanggerang - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Indonesia (GMNI) Kabupaten…

Indonesia Darurat Part 2, 100 Hari Kerja = 1000 Masalah

Marhaenist.id - Negara Indonesia telah melewati hari ke 100 dalam naungan pemerintahan…

Gelar Konferda ke I, Mahdiani Bukamo Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua DPD PA GMNI Sulteng

Marhaenist.id, Palu - Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Provinsi…

Gelar Mimbar Bebas, AMPERA Tojo Una-Una Respons Tragedi Bunuh Diri Siswa SD di NTT

Marhaenist id, Ampana – Di bawah langit Tojo Una-Una, suara perlawanan menggema…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?