By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Merdeka Menjadi Perempuan: Refleksi Nilai Kartini di Era Generasi Z
Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan
Persimpangan Krisis Filsafat dan Ideologi dalam Menyelamatkan Alam
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Strategi Golkar Menjaga Stabilitas di Tengah Pergantian Ketua Umum Menjelang Pilkada Serentak 2024

Eko Zaiwan
Eko Zaiwan Diterbitkan : Senin, 19 Agustus 2024 | 22:38 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
FOTO: Eko Zaiwan, Alumni GMNI, Peneliti Presisi45. MARHAENIST
Bagikan

Marhaenist.id – Menjelang Pilkada Serentak 2024, Partai Golkar menghadapi tantangan besar dengan terjadinya dinamika internal yang memerlukan perhatian serius. Pergantian Ketua Umum di saat krusial ini menjadi ujian bagi soliditas partai dalam menjaga stabilitas organisasi dan tetap fokus pada tujuan memenangkan Pilkada. Pada pemaparan ini akan membahas bagaimana Golkar mengelola pergantian kepemimpinan dan implikasinya terhadap kesiapan partai menghadapi kompetisi politik.

Golkar, sebagai salah satu partai politik besar di Indonesia, telah menunjukkan ketahanannya dalam menghadapi berbagai turbulensi politik di masa lalu. Namun, dengan mundurnya Airlangga Hartarto dari posisi Ketua Umum, muncul tantangan baru. Tiga tokoh potensial, yakni Bambang Soesatyo, Bahlil Lahadalia, dan Agus Gumiwang, awalnya dipandang sebagai calon kuat untuk menggantikan posisi tersebut. Namun, keputusan Bambang Soesatyo untuk tidak maju sebagai calon Ketua Umum adalah langkah strategis untuk menjaga stabilitas partai.

Keputusan ini mengindikasikan bahwa Golkar lebih memilih pendekatan konsensus ketimbang memaksakan kompetisi internal yang bisa berujung pada perpecahan. Kesepakatan di antara para elit Golkar untuk mengedepankan calon yang didukung secara bersama-sama menjadi kunci dalam menjaga kesatuan partai.

Pergantian kepemimpinan di tubuh Golkar terjadi di saat yang sangat krusial, yaitu ketika partai sedang mempersiapkan diri untuk Pilkada Serentak 2024. Dalam situasi seperti ini, soliditas internal menjadi sangat penting. Partai yang terganggu oleh konflik internal cenderung mengalami penurunan kinerja dalam menghadapi kompetisi politik. Oleh karena itu, langkah Bambang Soesatyo untuk tidak maju, yang diikuti oleh upaya para elit partai untuk membangun konsensus, adalah keputusan yang tepat.

Dengan keputusan tersebut, Golkar dapat fokus pada strategi pemenangan Pilkada tanpa harus terganggu oleh dinamika internal yang tidak perlu. Selain itu, langkah ini juga memperkuat posisi Golkar sebagai partai yang mampu menjaga stabilitas internalnya, yang pada gilirannya akan berdampak positif terhadap persepsi publik dan peluang kemenangan di Pilkada.

Baca Juga:   Penggusuran di Padang Halaban Oleh PT. SMART di Bawah Pengawalan Aparat adalah Bukti Keberpihakan Negara kepada Korporat

Partai Golkar, melalui pergantian Ketua Umumnya yang dilakukan dengan pendekatan konsensus dan tanpa persaingan yang meruncing, menunjukkan kematangan dalam menghadapi tantangan politik. Keputusan Bambang Soesatyo untuk tidak maju sebagai calon Ketua Umum menjadi bukti bahwa Golkar mengutamakan stabilitas dan kesatuan internal di atas ambisi pribadi. Dengan langkah ini, Golkar berada dalam posisi yang lebih kuat untuk menghadapi Pilkada Serentak 2024 dan menjaga posisinya sebagai salah satu kekuatan politik utama di Indonesia.

Oleh Eko Zaiwan, Peneliti  Lembaga Presisi45

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Merdeka Menjadi Perempuan: Refleksi Nilai Kartini di Era Generasi Z
Selasa, 21 April 2026 | 22:17 WIB
Ilustrasi Gambar tentang "Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan" karya Noufal Hanif (Desain AI)/MARHAENIST.
Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan
Selasa, 21 April 2026 | 20:10 WIB
Persimpangan Krisis Filsafat dan Ideologi dalam Menyelamatkan Alam
Selasa, 21 April 2026 | 10:25 WIB
Foto: Saat Abidin Fikri memaparkan materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan Mahasiswa Yogjakarta, Senin (20/4/2026) (Dok. Abidin Fikri)/MARHAENIST.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
Senin, 20 April 2026 | 23:18 WIB
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Menghidupkan Marhenisme: Lanfang dan Monterado sebagai Warisan Geopolitik Nusantara

Marhaenist.id - Nusantara bukan hanya ruang geografis. Ia adalah budaya maritim, jaringan…

Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Sarinah GMNI Bantaeng Kecam Tindakan Oknum Advokat

Marhaenist.id, Bantaeng – Ketua Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Rekonstruksi Amanat Marhaen, GMNI Menggugat Para Pimpinan MBD

Marhaenist.id - Momentum pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah di…

Satgas Koperasi Bermasalah Jangan Jadi Bagian dari Masalah

Marhaenist.id - Kementerian Koperasi kembali telah meluncurkan Satuan Tugas (Satgas) Koperasi Bermasalah.…

Pesan dari Timur, GMNI Manado: Kami serukan Kongres Persatuan!

Marhaenist.id - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Manado dengan tegas menolak segala…

Ibu Pertiwi Dilanda Musibah

Marhaenist.id - Tidak perlu dijelaskan lagi seluruh pembaca tentunya sudah mengetahui bahwa…

Mahfud MD Sebut Status WTP Papua Tak Menjamin Bebas Korupsi

Marhaenist - Pemerintah Provinsi Papua kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)…

UU PDP Resmi Berlaku, Andi Aditya: Tantangan Baru bagi Penyelenggara Pilkada di Era Digital

Marhaenist.id, Jarkarta – Undang-Undang (UU) Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi…

Kisah di Balik Foto Pelukan Soekarno Kepada Jenderal Soedirman, Ternyata Ada Kisah Sedih Didalamnya

Marhaenist.id - Foto soekarno dan jenderal soedirman saling berpelukan, ternyata memiliki cerita…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?