By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Mempertimbangkan Peran Politik Dalam Gerakan Buruh untuk Mewujudkan Perubahan Sosial

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 1 Mei 2024 | 13:24 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Foto: Ilustrasi Perayaan May Day/Marhaenist.id
Bagikan

Marhaenist.id – Dalam buku “Dibawah Bendera Revolusi” karya Soekarno, terdapat penggalan informasi yang menggambarkan dilema apakah serekat (serikat) sekerja boleh berpolitik atau tidak. Namun, dalam konteks perkembangan gerakan buruh dewasa ini di Indonesia, terlihat bahwa peran politik dalam gerakan buruh menjadi semakin penting dalam mencapai perubahan sosial yang diinginkan.

Gerakan buruh dewasa ini tidak lagi terfokus pada tuntutan perbaikan kondisi kerja semata, seperti kenaikan gaji dan peningkatan jam kerja yang lebih manusiawi.

Namun, gerakan buruh kini juga menuntut perubahan struktural dalam sistem ekonomi dan sosial. Mereka mendorong adanya perlindungan bagi pekerja, penghapusan ketidakadilan, dan redistribusi kekayaan yang lebih merata.

Sebagai contoh aktual, dalam peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2024, ribuan buruh di berbagai daerah di Indonesia akan melakukan aksi unjuk rasa untuk menuntut hak-hak mereka (Bisa dilihat https://www.kompas.id/baca/ekonomi/2024/04/30/peringatan-hari-buruh-sedunia-masih-akan-diwarnai-aksi-unjuk-rasa).

Mereka tidak hanya meminta peningkatan upah, tetapi juga memperjuangkan kesetaraan gender, penghapusan kontrak kerja yang tidak adil, dan perlindungan buruh migran.

Tidak hanya itu, gerakan buruh dewasa ini juga semakin sadar akan pentingnya memperkuat kehadiran politik mereka. Mereka menyadari bahwa dengan terlibat dalam politik, baik melalui partai politik maupun organisasi-organisasi politik pekerja, mereka dapat membuka jalan menuju perubahan sistemik yang lebih besar. Hal ini juga disampaikan oleh tokoh-tokoh terkemuka, seperti buruh aktivis Dita Indah Sari, yang pernah mengatakan, “Politik adalah jalur untuk mengubah nasib buruh.”

Dalam mengejar perubahan sosial ini, gerakan buruh mengambil contoh dari negara-negara lain yang berhasil mengamankan hak-hak buruh melalui partisipasi politik yang kuat. Misalnya, di negara-negara Skandinavia, buruh memiliki peran yang signifikan dalam pembuatan kebijakan dan menduduki posisi penting di pemerintahan. Hal ini tercermin dari kebijakan negara yang progresif dalam memastikan kesejahteraan dan perlindungan pekerja.

Baca Juga:   Mengedepankan Prinsip Kesetaraan Hukum dalam Kasus Sekjen PDI Perjuangan

Dalam konteks Indonesia, upaya untuk memperkuat peran politik dalam gerakan buruh telah dilakukan oleh beberapa organisasi seperti Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI). Mereka berjuang untuk mengamankan kepentingan pekerja melalui partisipasi politik mereka, baik melalui ajang pemilihan umum maupun melalui advokasi kebijakan.

Namun, tantangan yang dihadapi gerakan buruh dalam memperkuat kehadiran politik mereka tetap signifikan. Dalam lingkungan politik yang kompleks dan sering kali dipenuhi oleh kepentingan pihak-pihak yang berkepentingan, dibutuhkan upaya yang berkelanjutan untuk memajukan agenda buruh.

Peningkatan kesadaran dan partisipasi anggota buruh, penguatan solidaritas antar serikat pekerja, serta advokasi kebijakan yang efektif akan menjadi bagian penting dari strategi gerakan buruh menuju perubahan sosial yang lebih adil.

Dalam menyikapi permasalahan ini, pihak terkait, termasuk organisasi buruh, akademisi, serta pemerintah, perlu bekerja sama untuk mencari solusi yang efektif. Penelitian yang lebih mendalam dan diskusi publik yang melibatkan berbagai pihak dapat membantu mendorong perubahan kebijakan yang mendukung peran politik yang kuat bagi gerakan buruh.

Dalam melakukan transformasi sosial, bukanlah hal yang aneh jika gerakan buruh merangkul politik sebagai sarana untuk mencapai tujuan mereka. Tuntutan perubahan struktural dalam sistem ekonomi dan sosial membutuhkan kerangka kerja yang lebih luas, yang hanya dapat dicapai melalui pengaruh politik yang kuat. Dalam konteks ini, peran politik dalam gerakan buruh menjadi penting dalam memperjuangkan keadilan sosial dan kesetaraan.

Namun, penting untuk mempertimbangkan bahwa partisipasi politik tidak boleh semata-mata menjadi tujuan akhir gerakan buruh. Gerakan buruh juga harus tetap berfokus pada perjuangan langsung untuk meningkatkan kondisi pekerjaan, memperbaiki perlindungan pekerja, dan memastikan keadilan dalam sistem ekonomi. Melalui kombinasi strategi politik dan aksi langsung, gerakan buruh dapat mencapai perubahan nyata di berbagai tingkatan.

Baca Juga:   Pancasila, Ramai Dibicarakan Sepi Diterapkan!

Sebagai kesimpulan, dalam peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2024, penting untuk mengakui peran politik yang semakin kuat dalam gerakan buruh saat ini. Gerakan buruh tidak hanya berjuang untuk tuntutan perbaikan langsung, tetapi juga untuk perubahan sosial yang lebih besar.

Dalam menghadapi tantangan yang ada, koordinasi, kerja sama, dan advokasi yang efektif merupakan kunci untuk mencapai tujuan bersama. Dengan membangun keseimbangan antara perjuangan langsung dan partisipasi politik, gerakan buruh dapat mengambil peran yang berpengaruh dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.

Referensi:
– Soekarno. (1964). Dibawah Bendera Revolusi: Jilid 1 Cetakan Ketiga. Jakarta, 1 Januari 1964: Panitia Penerbit “Dibawah Bendera Revolusi”
– https://www.kompas.id/baca/ekonomi/2024/04/30/peringatan-hari-buruh-sedunia-masih-akan-diwarnai-aksi-unjuk-rasa.***


Penulis: Sugeng Sjamsuri, Alumni GMNI Manado.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Audiensi DPC GMNI Ogan Ilir: Sinergi Dengan Polres Untuk Keamanan Bersama

Marhaenist.id- Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa…

Gugur Sebagai Pejuang Demokrasi, DPC GMNI Kendari Kecam Tindakan Represif Kepolisian Kawan Ojol

Marhaenist.id, Kendari – Tragedi kembali mencoreng wajah demokrasi Indonesia. Seorang kawan Ojol yang…

DPC GMNI Jeneponto Gelar Rekrutmen Anggota Baru Melalui PPAB Lintas Komisariat

Marhaenist.id, Jeneponto - Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Khitan Massal Bapak H. Abidin Fikri DPR RI Masih Dibuka, 135 Anak Telah Terdaftar

Marhaenist.id, Tuban — Kegiatan Khitan Massal yang diselenggarakan oleh Bapak H. Abidin…

Cipayung Plus Kendari Gelar Doa Bersama di Depan Polda Sultra Peringati 6 Tahun Gugurnya Randi-Yusuf

Marhaenist.id, Kendari - Organisasi Kemahasiswaan Cipayung Plus Kota Kendari yang terdiri dari…

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. FILE/Marhaenist

GMNI dan Dunia Aktivisme Ganjar Pranowo

Marhaenist - Ganjar Pranowo lahir pada masa ketika Indonesia sedang merayakan peringatan…

Berjuang Tak Selalu Harus Dengan Moncong Senjata

Marhaenist.id - Perjuangan tidak tunggal. Bung Karno memilih jalur politik karena yakin…

Rasio Manusia vs Rasio Algoritma: Negara Kafka dalam Rezim Algoritmik

Marhaenist.id - Kita sedang hidup dalam sebuah zaman yang dapat disebut sebagai…

Survei Terbaru, Ganjar Terus Meroket Puncaki Elektabilitas Capres

Marhaenist - Lembaga Charta Politika Indonesia merilis survei terbaru terkait elektabilitas calon…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?