By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Aliansi PERISAI Gelar Aksi di Jakarta, Soroti Militerisasi Ruang Sipil dan Kebijakan Pemerintah
Dukung Prabowo Tertibkan Ekspor Batu Bara dan Sawit, PA GMNI Jakarta Raya: Itu Langkah Jitu
DPD GMNI Jakarta Laporkan Dugaan Korupsi Proyek KDMP Rp112 Triliun ke Kejagung
DPK GMNI UNILA Kampus B Bantah Hadiri Konfercablub GMNI Kota Metro
GMNI dan Lahirnya Buku Merah 1960

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Aliansi PERISAI Gelar Aksi di Jakarta, Soroti Militerisasi Ruang Sipil dan Kebijakan Pemerintah

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 22 Mei 2026 | 01:25 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Massa Aksi Aliansi PERISAI saat berada dijalan dengan memegang spanduk, Kamis (21/5/2026) (Dok. PERISAI)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta — Memperingati 28 tahun runtuhnya rezim Orde Baru pada 21 Mei 1998, Aliansi Persatuan Rakyat Indonesia Anti Imperialis (PERISAI) menggelar aksi massa di sejumlah titik strategis di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Daftar Konten
Tiga Titik Aksi dan Isu yang DisorotEnam Tuntutan Aliansi PERISAI

Aksi tersebut berlangsung di kawasan Puspom TNI, Mabes TNI AD di Gambir, hingga Istana Negara dengan mengusung tema “Mari Bung Rebut Kembali Kedaulatan dan Lawan Rezim Fasis Prabowo-Gibran.”

Aliansi yang terdiri dari berbagai elemen mahasiswa, pemuda, dan organisasi gerakan rakyat itu menyatakan bahwa 28 tahun pasca-Reformasi, kondisi demokrasi dan supremasi sipil dinilai semakin mengalami kemunduran.

Mereka menyoroti meningkatnya keterlibatan militer dalam sektor sipil, agraria, hingga program-program sosial pemerintah.

Koordinator Lapangan aksi sekaligus Wakil Ketua Bidang Politik DPC GMNI Jakarta Selatan, Darnel Sipangkar, mengatakan bahwa pemilihan lokasi aksi dilakukan sebagai bentuk simbolik terhadap situasi politik nasional yang mereka nilai semakin sarat dengan dominasi militer.

“Tema ‘Mari Bung Rebut Kembali Kedaulatan dan Lawan Rezim Fasis Prabowo-Gibran’ adalah panggilan sejarah. Kami melihat keterlibatan militer telah masuk ke berbagai sektor sipil, mulai dari urusan investasi, agraria, hingga program sosial seperti MBG dan KDMP,” ujar Darnel di sela aksi.

Tiga Titik Aksi dan Isu yang Disorot

Aliansi PERISAI menjelaskan bahwa masing-masing titik aksi memiliki makna politik tersendiri.

Di kawasan Pusat Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia, massa aksi menuntut akuntabilitas hukum terhadap berbagai kasus yang melibatkan aparat serta meminta proses hukum dilakukan secara terbuka melalui peradilan umum.

Sementara di Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, mereka menyuarakan penolakan terhadap apa yang disebut sebagai “dwifungsi gaya baru”, terutama terkait keterlibatan militer dalam proyek agraria dan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Baca Juga:   DPP GMNI Mendorong Pelaksanaan UHC: Tidak Menyisakan Ketimpangan Akses & Kualitas Layanan Kesehatan

Adapun aksi di Istana Negara difokuskan pada kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap membiarkan melemahnya supremasi sipil serta hubungan kerja sama internasional yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan rakyat.

Enam Tuntutan Aliansi PERISAI

Dalam aksi tersebut, Aliansi PERISAI menyampaikan enam tuntutan utama, yakni:

  1. Menghentikan militerisasi ruang sipil dan mengembalikan militer ke barak.
  2. Mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus serta dugaan praktik korupsi dan pelanggaran konstitusi yang melibatkan aparat.
  3. Menghentikan keterlibatan TNI dalam ekspansi sektor agraria melalui dalih Proyek Strategis Nasional (PSN).
  4. Menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
  5. Mendorong Indonesia keluar dari Board of Peace (BOP).
  6. Membatalkan kerja sama Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Aksi tersebut mendapat dukungan dari sejumlah organisasi yang tergabung dalam Aliansi PERISAI, di antaranya DPD GMNI Jakarta, Aliansi Gerakan Reforma Agraria, Front Mahasiswa Nasional, Sentral Perjuangan Pemuda, serta berbagai organisasi mahasiswa dan gerakan rakyat lainnya.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Dukung Prabowo Tertibkan Ekspor Batu Bara dan Sawit, PA GMNI Jakarta Raya: Itu Langkah Jitu
Jumat, 22 Mei 2026 | 00:47 WIB
DPD GMNI Jakarta Laporkan Dugaan Korupsi Proyek KDMP Rp112 Triliun ke Kejagung
Kamis, 21 Mei 2026 | 22:36 WIB
DPK GMNI UNILA Kampus B Bantah Hadiri Konfercablub GMNI Kota Metro
Kamis, 21 Mei 2026 | 22:24 WIB
GMNI dan Lahirnya Buku Merah 1960
Kamis, 21 Mei 2026 | 13:08 WIB
Peringati Hari Kebangkitan Nasional 2026, Aliansi PERISAI Gelar Aksi di DPR RI: “Mari Bung Rebut Kembali Kedaulatan, Lawan Rezim Fasis Prabowo-Gibran”
Kamis, 21 Mei 2026 | 13:04 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Analisa Kelas-Kelas Dalam Masyarakat Tiongkok, Mao Zedong

Marhaenist - Mao Zedong, seorang tokoh revolusioner dan pemimpin China yang kontroversial,…

Tampil di Depan Umum Usai Lolos Dari Pembunuhan, Telinga Donald Trump Masih Diperban

Marhaenist - Donald Trump tampil perdana di depan publik sejak upaya pembunuhan,…

Ideologi Marhaenisme di Era Neo-Orba: Masihkah Relevan dalam Membela Kaum Marhaen?

Marhaenist.id - Indonesia telah mengalami perubahan besar dalam sistem politik dan ekonomi…

Siapakah Marhaen di Butta Turatea Hari Ini?

Marhaenist.id - Di ruang-ruang diskusi dan meja ngopi, banyak yang bertanya, apakah…

Aliansi Mahasiswa Gelar Galang Dana Kemanusiaan untuk Korban Musibah Kebakaran Pasar Tobelo

Marhaenist.id, Tobelo - Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Kemanusiaan, yang tergabung di…

Pilkada 2024: Kesadaran Politik Pemilih Muda 

Marhaenist.id - Masyarakat Indonesia akan menggelar Pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada…

Tegas Inginkan Persatuan, DPC GMNI Lubuklinggau Nyatakan Sikap Tak Hadiri Kongres GMNI di Bandung

Marhaenist.id, Lubuklinggau - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

DPD PA GMNI Jakarta Raya Dorong Realisasi Good Governance Jakarta Berkeadilan Sosial

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Foto: Muhammad Nabil, Mahasiswa Magister Ilmu Politik Universitas Indonesia (Dokpri)/MARHAENIST.

Di Balik Hilirisasi: Kerentanan Perempuan yang Terabaikan

Marhaenist.id - Di tengah arus besar hilirisasi nikel, Maluku Utara kini menempati posisi…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?