By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
GMNI dan Lahirnya Buku Merah 1960
Peringati Hari Kebangkitan Nasional 2026, Aliansi PERISAI Gelar Aksi di DPR RI: “Mari Bung Rebut Kembali Kedaulatan, Lawan Rezim Fasis Prabowo-Gibran”
DPP GMNI Soroti Pelemahan Rupiah, Desak Evaluasi Menyeluruh Kebijakan Ekonomi Nasional
Bangun Sinergisitas, DPD PA GMNI Sultra Siap Mengawal Program Kebijakan Pemda untuk Rakyat
Menuju Hari Kebangkitan Nasional, Aliansi PERISAI Serukan Perlawanan terhadap Imperialisme dan Tuntut Pembatalan ART

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
ArtikelHistorical

GMNI dan Lahirnya Buku Merah 1960

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 21 Mei 2026 | 13:08 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Buku Merah (Foto: Berdikari Book)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Tumbuhnya kekuatan Ormas dalam tubuh PNI tergambar jelas pada Maret 1960 ketika beberapa pemimpin Ormas yang progresif, di antaranya Surachman (Persatuan Tani Nasional Indonesia), Soewardi (Pemuda Demokrat)dan Sutamto Dirdjosuparto (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) ditarik ke dalam parlemen.

Bung Karno berupaya meningkatkan kekuasaan Ormas, sebaiknya para pemimpin Ormas berusaha keras untuk memaksakan perubahan pada kebijakan PNI. Ketika para pemimpin konservatif dalam DPP PNI cenderung pro Liga Demokrasi (suatu kekuatan yang berseberangan dengan Bung Karno) pada Mei 1960 para pemimpin Ormas (AM Datuk/KBKI, Bambang Kusnohadi/GMNI, Hikmatullah/PDI, Surachman/Petani) memaksa Suwiryo (Ketua DPP PNI) untuk menandatangani pernyataan mengutuk Liga Demokrasi.

Pada bulan-bulan sebelum Kongres IX PNI, para pemimpin Ormas sibuk menyiapkan upaya perubahan pemimpin Partai. Untuk maksud ini, mereka menyiapkan pamflet yang menyerang kebijakan pemimpin PNI 1956-1960 untuk dibagi-bagikan pada saat berlangsungnya Kongres.

Pamflet berjudul Appeal Juli 1960 ini terkenal dengan sebutan Buku Merah, karena sampulnya warna merah dan karena para pemimpin konservatif ingin melecehkan bahwa buku tersebut diilhami oleh komunisme. Isinya melanjutkan gerakan pembaharuan Sarmidi dan Partindo (Partai Indonesia) yang terhenti, tetapi dengan sebuah perbedaan, dalam arti pembentukan Partindo merupakan akhir dari satu tahap gerakan pembaharuan partai. Misalnya, kritik para Partindo terhadap PNI dan para pemimpinnya tidak jauh dari kritik GMNI dan Pemuda Demokrat. Namun, dengan membentuk partai baru dan kegagalan untuk menarik dukungan yang cukup besar, para pemimpin Partindo membawa pembaharuan PNI menuju jalan buntu. Buku Merah menjadi penting karena dengan peristiwa Liga Demokrasi, untuk pertama kalinya para pemimpin ormas-ormas besar PNI (selain Wanita Demokrat) berkumpul bersama sehingga pengaruh mereka kian terasa di dalam Partai.

Baca Juga:   Dialektika “Menuju” dan “Mencapai”: Analisis Semantik-Ideologis dalam Pemikiran Tan Malaka dan Soekarno

Buku Merah mengulang semua penyebab memudarnya nasib Partai yang kini menjadi lazim dan sudah dilihat Sarmidi pada akhir tahun 1956. Buku itu menggambarkan contoh-contoh khusus mengenai kesalahan perhitungan DPP PNI pada tahun-tahun silam. Mereka menyalahkan DPP karena tidak melaksanakan dukungan resmi terhadap Konsepsi Bung Karno dengan tindakan yang nyata sehingga hubungan dengan Bung Karno memburuk. Mereka juga menyerang Hardi (Wakil PM Kabinet Djuanda) secara khusus karena gagal mendukung kepentingan KBKI dalam rasionalisasi perusahaan perkapalan KPM milik Belanda.

Berbeda dengan Sarmidi dan para pemimpin Partindo, Buku Merah melengkapi kritiknya dengan usulan perubahan yang nyata. Untuk melawan liberalisasi dalam penafsiran Marhaenisme, Buku Merah mengusulkan agar tulisan-tulisan Bung Karno secara resmi diambil sebagai sumber ideologi Partai sampai perumusan baru dapat dipersiapkan. Buku itu juga mendesak agar lebih banyak wakil Ormas yang dimasukkan ke dalam pimpinan badan-badan Partai di tingkat Nasional dan Daerah.

Terkait dengan kriteria pemilihan pemimpin Partai yang baru, dikatakan seyogyanya pemimpin Partai berasal dari kalangan petani atau kelas pekerja. Tuan tanah dan pedagang besar harus disingkirkan dari pimpinan Partai. Mereka tidak diperkenankan memimpin Partai karena pertentangan mendasar antara kepentingan dan gaya hidup mereka dengan tujuan sosialis Partai. Pedagang besar yang tidak mengisap para buruhnya masih diperlukan dalam tahap perkembangan ekonomi pra-sosialis.

Meskipun Buku Merah ini tidak pernah dibahas secara resmi, dalam kenyataannya buku ini menjadi salah satu masalah utama dalam Kongres IX Partai pada bulan Juli 1960 di Solo (J. Elisio Rocamora, 1991 : 309-329 dalam Peter Kasenda, John Lumengkewas Merah Darahku Putih Tulangku Pancasila Jiwaku, Jakarta: PA GMNI, 2010 : 118-120).

Selanjutnya : Kongres IX PNI di Solo menetapkan Mr. Ali Sastroamidjojo menjadi Ketua PNI.***

Baca Juga:   Ibu, Ibu, dan Sejarah Hari Ibu

Disalin Kembali oleh Redaksi dari Sumber Akun Facebook ‘Harjoko Sangganagara’.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Peringati Hari Kebangkitan Nasional 2026, Aliansi PERISAI Gelar Aksi di DPR RI: “Mari Bung Rebut Kembali Kedaulatan, Lawan Rezim Fasis Prabowo-Gibran”
Kamis, 21 Mei 2026 | 13:04 WIB
DPP GMNI Soroti Pelemahan Rupiah, Desak Evaluasi Menyeluruh Kebijakan Ekonomi Nasional
Rabu, 20 Mei 2026 | 17:01 WIB
Bangun Sinergisitas, DPD PA GMNI Sultra Siap Mengawal Program Kebijakan Pemda untuk Rakyat
Rabu, 20 Mei 2026 | 15:32 WIB
Menuju Hari Kebangkitan Nasional, Aliansi PERISAI Serukan Perlawanan terhadap Imperialisme dan Tuntut Pembatalan ART
Rabu, 20 Mei 2026 | 01:23 WIB
DPP GMNI Segera Laporkan Dugaan Perampasan Lahan Warga Transmigrasi di Halmahera Utara ke Tiga Instansi Pusat
Selasa, 19 Mei 2026 | 18:30 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Peran Partai Politik dalam Mewujudkan Keadilan Sosial

Marhaenist.id - Sejak awal kemerdekaan, upaya meningkatkan kesadaran nasional terus menyebar luas,…

Bawaslu: Pengawas Pemilu atau Mitos Demokrasi?

Marhaenist.id-Seperti halnya urban legend yang sering terdengar kuat di permukaan tetapi sulit…

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu

Megawati dan SBY Dipastikan Tak Akan Ikut Upacara di IKN 17 Agustus Besok

MARHAENIST - Selain tidak dapat menghadiri acara kenegaraan pidato tahunan MPR RI…

Mengenal Perjalanan Politik Ir. Soekarno

Marhaenist.id - Berbicara soal biografi Ir.Soekarno tidak lengkap rasanya jika tidak membahas…

Anggota Polri yang Duduki Jabatan Sipil Harus Mundur atau Pensiun

Marhaenist.id, Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia…

Mao Zedong, Beberapa Masalah Mengenai Metode Memimpin

Marhaenist.id - Mao Zedong adalah mantan pemimpin Republik Rakyat China atau disingkat RRC.…

Pamit dari MK, Arief Hidayat: Putusan 90 Jadi Titik Awal Indonesia Tidak Baik-baik Saja

Marhaenist.id, Jakarta — Hakim Konstitusi Arief Hidayat mengungkapkan bahwa Putusan Mahkamah Konstitusi (MK)…

GMNI Sambut Hangat Kehadiran Paus Fransiskus di Indonesia

MARHAENIST - Ketua DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Daerah Khusus Jakarta,…

Unjuk Rasa BEM Unpas dan GMNI Peringati HARDIKNAS 2026 di depan Kantor Bupati Bantaeng, Soroti Isu Pendidikan

Marhaenist.id, Bantaeng - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?