By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Gelar Halal Bihalal, PA GMNI Serukan Penguatan Karakter dan Gotong Royong Hadapi Tekanan Global
DPD PA GMNI Sultra Ucapkan Selamat HUT ke-62 Harmoni Sultra, Dukung ASR Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat
Resonansi Nusantara: Jalan Tengah di Tengah Guncangan Peradaban
Manifesto Rejuvenasi Rahim Ibu Pertiwi
Dekadensi Hukum: Hegemoni Otokrasi Orwellean

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Hedonisme Rudi Mas’ud dan Derita Masyarakat Kaltim

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 22 April 2026 | 10:34 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Ilustrasi Gambar tentang "Hedonisme Rudi Mas'ud dan Derita Masyarakat Kaltim" (Desain AI)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Kalimantan Timur adalah tanah yang kaya. Batu bara, minyak, gas, dan hasil alam lainnya telah lama menjadikan daerah ini sebagai salah satu penyangga utama ekonomi nasional. Bahkan, dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN), harapan masyarakat terhadap masa depan Kaltim semakin besar.

Namun ironi justru terasa semakin nyata: kekayaan melimpah itu belum sepenuhnya menjelma menjadi kesejahteraan bagi rakyat. Di tengah kondisi tersebut, gaya hidup mewah dan hedonistik para elite politik menjadi luka sosial yang sulit diabaikan.

Nama Rudi Mas’ud kerap menjadi simbol dari kritik tersebut. Sebagai figur politik yang memiliki pengaruh besar di Kalimantan Timur, ia tidak hanya dinilai dari kebijakan dan posisinya, tetapi juga dari bagaimana ia merepresentasikan watak kekuasaan.

Ketika masyarakat masih bergelut dengan harga kebutuhan pokok yang naik, sulitnya lapangan kerja, jalan rusak di pelosok desa, hingga akses pendidikan dan kesehatan yang timpang, kemewahan yang dipertontonkan oleh elite menjadi bentuk kekerasan simbolik terhadap rakyat.

Hedonisme dalam politik bukan sekadar soal mobil mewah, rumah megah, atau pesta-pesta eksklusif. Lebih dari itu, hedonisme adalah cara berpikir yang menempatkan kekuasaan sebagai alat pemuas hasrat pribadi, bukan sebagai instrumen pengabdian publik.

Ketika seorang pemimpin lebih sibuk membangun citra glamor dibanding membangun sekolah, puskesmas, dan infrastruktur desa, maka sesungguhnya ia sedang menjauh dari amanat konstitusi.

Rakyat Kalimantan Timur hari ini tidak membutuhkan pertunjukan kemewahan. Mereka membutuhkan keberpihakan. Nelayan di pesisir membutuhkan perlindungan dari kerusakan lingkungan akibat tambang. Petani membutuhkan kepastian lahan dan harga hasil panen yang layak. Anak muda membutuhkan pekerjaan, bukan sekadar janji investasi yang tidak pernah menyentuh kehidupan mereka secara nyata.

Baca Juga:   Polemik Tapera: Masalah atau Solusi?

Kehadiran IKN seharusnya menjadi momentum pemerataan, bukan hanya panggung baru bagi oligarki dan elite politik untuk memperluas jaringan kekuasaan. Jika pembangunan hanya dinikmati segelintir orang, sementara masyarakat lokal tetap menjadi penonton di tanah sendiri, maka proyek sebesar apa pun hanya akan melahirkan ketimpangan baru.

Dalam konteks ini, kritik terhadap gaya hidup hedonistik pejabat publik bukanlah serangan personal, melainkan bentuk kontrol demokratis. Publik berhak mempertanyakan integritas pemimpin, terutama ketika kemewahan yang mereka tampilkan berbanding terbalik dengan penderitaan rakyat. Kekuasaan yang lahir dari mandat rakyat harus kembali kepada rakyat, bukan berubah menjadi panggung privilege yang eksklusif.

Pemimpin sejati bukan mereka yang paling mewah penampilannya, tetapi mereka yang paling sederhana keberpihakannya. Sejarah bangsa ini tidak dibangun oleh para penikmat kemewahan, melainkan oleh mereka yang memilih hidup bersama rakyat dan berjuang dari bawah.

Kalimantan Timur membutuhkan pemimpin yang merasakan panasnya jalan rusak, bukan hanya dinginnya ruang ber-AC. Pemimpin yang mendengar jeritan buruh dan petani, bukan hanya tepuk tangan para pendukung di panggung politik. Jika hedonisme terus menjadi wajah kekuasaan, maka penderitaan rakyat hanya akan menjadi latar belakang dari pesta panjang para elite.

Sudah saatnya rakyat bersuara lebih keras: jabatan publik bukan tiket menuju kemewahan, melainkan amanah untuk menghapus penderitaan. Sebab jika pemimpin lupa pada rakyatnya, sejarah tidak akan lupa mencatatnya.***


Catatan Redaksi, Ditulis Oleh La Ode Mustawwadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Gelar Halal Bihalal, PA GMNI Serukan Penguatan Karakter dan Gotong Royong Hadapi Tekanan Global
Minggu, 26 April 2026 | 13:51 WIB
DPD PA GMNI Sultra Ucapkan Selamat HUT ke-62 Harmoni Sultra, Dukung ASR Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat
Minggu, 26 April 2026 | 12:27 WIB
Resonansi Nusantara: Jalan Tengah di Tengah Guncangan Peradaban
Minggu, 26 April 2026 | 10:35 WIB
Manifesto Rejuvenasi Rahim Ibu Pertiwi
Minggu, 26 April 2026 | 10:26 WIB
Dekadensi Hukum: Hegemoni Otokrasi Orwellean
Sabtu, 25 April 2026 | 15:38 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Bersaing Ketat Menuju 5 Besar KPU Trenggalek, Inilah Nama 3 Kader GMNI yang Telah Masuk 10 Besar

Marhaenist.id, Trenggalek - Tim seleksi (Timsel) Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten…

Jalan Buntu Kasus Harun Masiku: Antara Fakta Hukum dan Keberanian Negara

Marhaenist.id, Jakarta  — Hingga hari ini, Harun Masiku masih berstatus buronan Komisi…

Analisa Kritis Geopolitik Global: Ketika Tatanan Dunia Bergeser dari Hukum Internasional menuju Politik Kekuatan

Marhaenist.id - Perkembangan geopolitik global dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pergeseran signifikan…

Mengenal Perjalanan Politik Ir. Soekarno

Marhaenist.id - Berbicara soal biografi Ir.Soekarno tidak lengkap rasanya jika tidak membahas…

Tiongkok yang Terbangun: Antara Ambisi Adidaya dan Narasi Jebakan Utang

Marhaenist.id - Napoleon Bonaparte pernah mengatakan, “Biarkan Tiongkok tertidur, sebab ketika ia…

Ngopi Bareng Abah Edi, Cara Kreatif Simpatisan Relawan SAE Serap Aspirasi Pengunjung Kopi Sidoarjo

Marhaenist.id, Sidoarjo - Berbagai bentuk sosialisasi kandidat calon kepala daerah dilakukan oleh…

Tantang DPRD Sultra, GMNI Kendari: Makan Gratis atau Masa Depan Pendidikan?

Marhaenist.id, Kendari – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Komedi tanpa Nurani: Pandji Pragiwaksono dan Luka Kolektif Masyarakat Toraja

Marhaenist.id - Belakangan ini panggung komedian menjadi sorotan publik yang dinilai telah…

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. FILE/Marhaenist

GMNI dan Dunia Aktivisme Ganjar Pranowo

Marhaenist - Ganjar Pranowo lahir pada masa ketika Indonesia sedang merayakan peringatan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?