By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Talkshow Kartini Hari Ini, GERAK Jakarta: Perempuan Bisa Memimpin, Ruang Publik Harus Aman
Persatuan GMNI se-Indonesia: Belajar dari Konferda Persatuan GMNI Sulbar
Masyarakat Loloda Utara Keluhkan Tarif Angkutan Naik, GMNI Halut Ingatkan Pemda Jangan Diam
GMNI Bukan Milikmu: Kritik Sunyi dari Kader Akar Rumput
Kelas Menengah Diperas Biaya Hidup: Stabilitas yang Menipu

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

DPP GMNI Desak Prabowo Subianto Keluar dari Board of Peace, Soroti Inkonsistensi AS–Israel di Tengah Konflik Iran

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 2 Maret 2026 | 02:21 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta — Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran memicu kekhawatiran global atas potensi meluasnya krisis geopolitik di Timur Tengah.

Ketegangan yang berlarut tidak hanya mengancam stabilitas keamanan internasional, tetapi juga berisiko menekan perekonomian dunia melalui gangguan pasokan energi, lonjakan harga komoditas, serta meningkatnya ketidakpastian pasar.

Ketua Umum DPP GMNI, Sujahri Somar, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk merespons situasi tersebut dengan kebijakan yang realistis, terukur, dan berorientasi pada kepentingan nasional, baik dalam diplomasi maupun penguatan ketahanan ekonomi domestik.

Menurut Sujahri, Indonesia harus tetap konsisten pada prinsip politik luar negeri bebas aktif dan komitmen terhadap perdamaian dunia.

Namun, dalam menghadapi konflik antar kekuatan besar, pendekatan yang diambil tidak cukup bersifat normatif atau simbolik, melainkan harus diarahkan pada efektivitas strategis.

“Komitmen terhadap perdamaian harus disertai pendekatan yang realistis. Dalam dinamika geopolitik yang kompleks, kebijakan luar negeri perlu didasarkan pada kepentingan nasional dan kalkulasi strategis yang jelas, agar setiap langkah Indonesia memiliki dampak dan relevansi,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Ia menilai konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi berkembang menjadi krisis berkepanjangan yang membawa efek berantai terhadap stabilitas global, terutama melalui tekanan pada sektor energi dan meningkatnya inflasi dunia.

“Kita harus membaca situasi secara objektif. Setiap eskalasi di Timur Tengah hampir selalu diikuti lonjakan harga energi dan tekanan inflasi global. Dampaknya akan langsung terasa pada daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional,” lanjut Sujahri.

Karena itu, ia menekankan bahwa respons pemerintah tidak cukup hanya pada ranah diplomasi, tetapi juga harus diikuti langkah domestik yang antisipatif dan terintegrasi, mulai dari menjaga stabilitas pasokan dan harga energi, memperkuat ketahanan fiskal dan nilai tukar, mengendalikan inflasi, hingga menyiapkan perlindungan bagi masyarakat dan sektor usaha yang rentan.

Baca Juga:   Sambut Dies Natalis ke 71 di Bulan Ramadhan, GMNI Kendari Gelar Buka Puasa Bersama dan Tasyakuran

“Dalam situasi global yang tidak pasti, kekuatan utama kita ada pada ketahanan ekonomi dalam negeri. Stabilitas harga, keamanan energi, dan perlindungan terhadap masyarakat harus menjadi bagian dari strategi nasional,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, GMNI juga mendesak Presiden Prabowo untuk meninjau kembali keterlibatannya dalam Board of Peace, mengingat adanya inkonsistensi serius antara tujuan forum tersebut dengan realitas politik global saat ini.

Menurut Sujahri, keanggotaan negara-negara yang terlibat langsung dalam operasi militer dan eskalasi konflik menimbulkan pertanyaan serius mengenai kredibilitas dan integritas lembaga tersebut sebagai forum perdamaian.

“Ketika negara-negara yang terlibat dalam eskalasi militer justru berada dalam satu forum yang mengusung agenda perdamaian, maka kredibilitas forum tersebut patut dipertanyakan. Indonesia tidak boleh terjebak dalam simbolisme perdamaian yang tidak sejalan dengan realitas di lapangan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa konsistensi sikap merupakan bagian penting dari politik luar negeri yang bermartabat.

“Jika komitmen terhadap perdamaian ingin dijaga secara serius, maka keanggotaan dalam forum internasional juga harus mencerminkan prinsip tersebut. Indonesia perlu mempertimbangkan secara objektif apakah keterlibatan dalam Board of Peace masih relevan dan sejalan dengan kepentingan nasional serta posisi moral Indonesia di dunia,” tegas Sujahri.

GMNI menilai bahwa dalam konteks saat ini, kontribusi Indonesia sebaiknya difokuskan pada langkah konkret dan berdampak, antara lain:

1. Mendorong deeskalasi melalui mekanisme multilateral, khususnya di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

2. Memperkuat koordinasi dengan negara-negara berkembang dan Gerakan Non-Blok dalam menyerukan penghentian konflik.

3. Menyiapkan langkah mitigasi nasional terhadap risiko kenaikan harga energi, inflasi, dan perlambatan ekonomi.

“Indonesia harus tetap menjadi kekuatan moral bagi perdamaian dunia, tetapi pada saat yang sama harus cermat dan selektif dalam menentukan posisi. Kepemimpinan nasional hari ini dituntut mampu menyeimbangkan idealisme konstitusional dengan realisme geopolitik,” ujarnya.

Baca Juga:   GMNI Touna Kecam Aksi Dugaan Intimidasi Sekdes Kepada Anak di Bawah Umur hingga Nekat Melakukan Aksi Bundir

Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan harus berpijak pada kepentingan rakyat.

“Yang utama adalah memastikan stabilitas ekonomi, keamanan energi, dan ketahanan nasional tetap terjaga. Aktivitas diplomasi harus berujung pada perlindungan nyata bagi kepentingan bangsa, bukan sekadar kehadiran simbolik di forum internasional,” pungkasnya.

GMNI berharap pemerintah dapat mengambil langkah yang strategis, konsisten, dan berbasis kepentingan nasional, sehingga Indonesia tetap berkontribusi pada upaya perdamaian global sekaligus mampu menjaga stabilitas di tengah meningkatnya ketidakpastian dunia.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Talkshow Kartini Hari Ini, GERAK Jakarta: Perempuan Bisa Memimpin, Ruang Publik Harus Aman
Selasa, 28 April 2026 | 14:52 WIB
Momentum Konferda Persatuan GMNI Sulbar, nampak dua Ketua DPD GMNI Sulbar demisioner bersama dengan Ketua dan Sekretaris terpilih sambil memegang bendera (Dok. GMNI Sulbar)/MARHAENIST.
Persatuan GMNI se-Indonesia: Belajar dari Konferda Persatuan GMNI Sulbar
Senin, 27 April 2026 | 22:22 WIB
Masyarakat Loloda Utara Keluhkan Tarif Angkutan Naik, GMNI Halut Ingatkan Pemda Jangan Diam
Senin, 27 April 2026 | 18:09 WIB
GMNI Bukan Milikmu: Kritik Sunyi dari Kader Akar Rumput
Senin, 27 April 2026 | 09:36 WIB
Kelas Menengah Diperas Biaya Hidup: Stabilitas yang Menipu
Minggu, 26 April 2026 | 17:00 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Diduga Ada Penyalahgunaan Anggaran Pembebasan Lahan Pasar Mamasa, GMNI Desak Kejati Sulbar Periksa Terduga Pelaku

Marhaenist.id, Mamasa - Polemik pembebasan lahan Pasar Mamasa masih terus bergulir, hal…

Raker DPD GMNI Jatim: Digitalisasi sebagai Upaya Penguatan Organisasi

Marhaenist.id, Surabaya - Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Jawa Timur…

Masa Tenang, Ganjar Pilih Kulineran di Semarang

Marhaenist.id, Semarang - Di masa tenang, Ganjar Pranowo makan malam bersama Cak…

Prof. Arief Hidayat Purnabakti dari Mahkamah Konstitusi, Tutup 13 Tahun Pengabdian

Marhaenist.id, Jakarta – Prof. Dr. Arief Hidayat,S.H., M.S resmi mengakhiri masa jabatannya…

Urgensi Kawal Pususan MK Nomor 60/PUU-XXII/2024 dan Nomor 70/PUU-XXII/2024 dalam Penyelenggaraan Pilkada 2024

Marhaenist.id - Pada tanggal 22-23 Agustus 2024, demonstrasi massal di depan gedung…

Namanya Tan Malaka!

Marhaenist.id - Tokoh ini namanya seolah terkubur selama puluhan tahun. Setelah reformasi…

Hari Pers Nasional: Pers dan Spirit Marhaenisme di Era Digital

Marhaenist.id, Jakarta — Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) setiap 9 Februari menjadi…

Matinya Pancasila di Bulan Juni

Marhaenist.id - Pagi belum benar-benar terang ketika Prabowo keluar dari rumah kayunya…

Demo Menolak Dinasti Politik dan Pelanggar HAM Bergema di Sejumlah Daerah

Marhaenist.id, Jakarta - Mahasiswa Indonesia kembali turun ke jalan dengan membawa isu…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?