By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Resolusi GMNI 2026
GMNI Situbondo Luncurkan Program Sanggar Sarinah, Perkuat Nasionalisme Melalui Kebudayaan
Gelar Mimbar Bebas, AMPERA Tojo Una-Una Respons Tragedi Bunuh Diri Siswa SD di NTT
Beredar Wacana Usulan Pembubaran Bawaslu dan Pencabutan Kewenangan MK dalam Sengketa Pemilu, Inilah Kata Arief Hidayat!
Hai Orang-Orang Yang Beriman, Ramadhan 2026 Jatuh Pada Kamis 19 Februari

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Resolusi GMNI 2026

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 18 Februari 2026 | 16:11 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: M. Nafiar Kuthani, Kader GMNI Kota Ternate (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) merupakan organisasi yang berkedudukan di Indonesia dan memiliki tujuan serta cita-cita untuk mendorong kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia.

GMNI menerapkan prinsip dasar persatuan yang kokoh serta komitmen kolektivisme yang senantiasa tumbuh dalam jiwa kader-kadernya. Sejak berdiri pada tahun 1954, GMNI dikenal sebagai organisasi yang berpaham nasionalisme dan tidak membeda-bedakan suku, agama, maupun golongan apa pun.

Azas dan doktrin GMNI harus menjadi bagian dari perjuangan rakyat kecil (marhaen). Bersama rakyat dan siap berjuang untuk rakyat merupakan komitmen yang tidak dapat ditawar. Oleh karena itu, seluruh kader GMNI harus memahami secara mendalam nilai-nilai tersebut sebagai bagian dari proses pembentukan kesadaran dan pengembangan epistemologi gerakan, sehingga perjuangan organisasi memiliki landasan yang jelas dan terukur. Ideologi yang menjadi pijakan GMNI adalah Marhaenisme dan Pancasila, yang bertujuan memperjuangkan kepentingan rakyat serta melawan sistem yang menindas kehidupan mereka.

Dalam konteks kekinian, GMNI menghadapi tantangan terkait integritas di dalam tubuh organisasi. Proses pembentukan karakter kader masih belum sepenuhnya sesuai dengan cita-cita pembaruan. Hal ini menjadi catatan penting bahwa integritas harus diwujudkan melalui peneguhan prinsip kemandirian yang produktif dan sikap independen, demi menjaga nilai-nilai kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia.

Di tengah perkembangan zaman yang terus mengubah paradigma sosial, politik, dan budaya, GMNI dituntut untuk terus membangun kontribusi secara berkelanjutan. Sebagai organisasi besar, GMNI harus mampu membaca, menganalisis, dan mengelola persoalan yang lahir dari realitas masyarakat. Di era modern ini, kader GMNI tidak boleh apatis terhadap politik, sebab setiap kebijakan negara tidak terlepas dari peran politik. Seluruh perubahan sosial memiliki dampak yang erat kaitannya dengan dinamika politik dan berbagai aspek lainnya.

Baca Juga:   Suharto dan Gelar Pahlawan: Penghargaan atau Penghinaan bagi Sejarah?

Untuk mencapai perubahan yang substansial, penting bagi kader GMNI untuk mengedepankan daya pikir yang otentik serta membangun sistem kesadaran yang kuat. Perubahan zaman tidak boleh dihindari, tetapi juga tidak boleh membuat kita kehilangan jati diri. Spirit perjuangan para pemikir dan pejuang bangsa harus dimaknai secara mendalam agar GMNI mampu hadir dengan cara dan pola yang relevan dengan perkembangan zaman.

Selain itu, GMNI perlu menegaskan kembali pentingnya tradisi dan kultur organisasi. Salah satu nilai yang harus terus dijaga adalah prinsip “duduk sama rendah, berdiri sama tinggi”, yang mencerminkan semangat kesetaraan dan solidaritas antar-kader. Tradisi ini menjadi fondasi dalam membangun kepedulian serta kebersamaan di dalam organisasi.

Konsepsi “memenangkan zaman” bukanlah gagasan tanpa kajian. Dalam menghadapi perubahan yang dinamis, diperlukan langkah-langkah strategis, antara lain:

  1. Membangun sistem kesadaran melalui penyediaan ruang pembelajaran jangka panjang.
  2. Membangun kemitraan dengan lembaga negara (pemerintah) serta mendorong penguatan sumber daya manusia untuk terlibat aktif di masyarakat.
  3. Membuka akses informasi hingga ke desa-desa terpencil.
  4. Membangun kemandirian ekonomi di berbagai sektor.

Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan cita-cita Indonesia yang berdaulat. Untuk itu, diperlukan peran kader GMNI yang konsisten dalam perjuangan serta kritis dalam mengawasi jalannya pemerintahan. GMNI yang mampu memenangkan zaman adalah GMNI yang tidak kehilangan proses akademisnya. Kader GMNI memiliki potensi sumber daya manusia yang mumpuni dan harus terus dikembangkan.

Tujuan perjuangan tersebut juga tercermin dalam Pancalogi GMNI yang dirangkum dalam konsep IROSI (Ideologi, Revolusi, Organisasi, Studi, dan Integrasi). IROSI menjadi kerangka berpikir yang menegaskan loyalitas dan mentalitas kader dalam mempertahankan ideologi yang bersumber dari gagasan Bung Karno, yakni Marhaenisme.

Baca Juga:   Nyanyian dan Sumpah Tanpa Jiwa

Implementasi resolusi ini memerlukan konsistensi dan langkah konkret, seperti menguatkan gerakan investigasi dan advokasi sebagai ruang pelatihan dan pembelajaran kader. GMNI bukan sekadar organisasi, melainkan rumah dialogis yang menampung berbagai gagasan dengan pola pikir yang dialektis. Oleh sebab itu, seluruh kader perlu menjaga dan merawat semangat kolektif demi keberlanjutan perjuangan organisasi.

Demikian resolusi ini disusun sebagai bentuk komitmen GMNI dalam memenangkan zaman dan mewujudkan cita-cita perjuangan bangsa.***


Penulis: M. Nafiar Kuthani, Kader GMNI Kota Ternate.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

GMNI Situbondo Luncurkan Program Sanggar Sarinah, Perkuat Nasionalisme Melalui Kebudayaan
Rabu, 18 Februari 2026 | 12:04 WIB
Gelar Mimbar Bebas, AMPERA Tojo Una-Una Respons Tragedi Bunuh Diri Siswa SD di NTT
Selasa, 17 Februari 2026 | 22:04 WIB
Beredar Wacana Usulan Pembubaran Bawaslu dan Pencabutan Kewenangan MK dalam Sengketa Pemilu, Inilah Kata Arief Hidayat!
Selasa, 17 Februari 2026 | 14:52 WIB
Hai Orang-Orang Yang Beriman, Ramadhan 2026 Jatuh Pada Kamis 19 Februari
Selasa, 17 Februari 2026 | 11:39 WIB
DPC GMNI Kendari Versi Arjuna-Dendy Beralih dan Nyatakan Sikap Dukung DPP GMNI Kepemimpinan Sujahri-Amir
Senin, 16 Februari 2026 | 15:49 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

GMNI UM-Purwokerto Ditribusikan Kadernya Menjadi Tim Pemantau Pilkada Banyumas 2024

Marhaenist.id, Purwokerto - Kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto…

GMNI Desak Pencopotan Bahlil, Adili Jokowi dan Pembubaran PIK Sebagai PSN

Marhaenist.id, Jakarta - Aliansi Mahasiswa yang tergabung dalam Front Pengadilan Rakyat menggelar…

Aceh, Helsinki, dan Konstelasi Kekuasaan Baru: Dari Perlawanan ke Koalisi Elit

Marhaenist.id - Dua dekade setelah Perjanjian Damai Helsinki 2005, relasi antara Negara…

Ganjar-Mahfud Ucapkan Selamat ke Prabowo-Gibran, Ajak Bersatu Kembali untuk Bangsa

Marhaenist.id, Jakarta - Sidang sengketa Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK) telah…

Menjelang 100 Hari Pemerintahan WS-HADIR, GMNI Mamasa Serukan Refleksi Pancasila sebagai Dasar Kepemimpinan

Marhaenist.id, Mamasa - Jelang Hari Lahir Pancasila, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Jadi Pembicara Diskusi yang Digelar PA GMNI Jakarta Raya, Soni Sumarsono: Kota Global Harus Punya Ideologi Keadilan Sosial

Marhaenist.id, Jakarta - Penjabat Gubernur DKI Jakarta periode 2016–2017, Soni Sumarsono, menegaskan…

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. FILE/PDI Perjuangan

Hasto Sebut Banyak Manuver PSI Yang Merugikan PDI Perjuangan

Marhaenist - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, meski sesama…

Bung Karno dan Ibundanya Tercinta Ida Ayu Nyomang Rai

Marhaenist.id - Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, dikenal tidak hanya sebagai…

Melawan Lupa: Mengapa Rakyat Indonesia, Pengagum Bung Karno, hingga GMNI harus Menolak Soeharto Menjadi Pahlawan Nasional?

Marhaenist.id - Isu penganugerahan Pahlawan Nasional untuk Soeharto memang sering menimbulkan perdebatan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?