By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Disiplin Ideologi dan Organisasi sebagai Syarat Mutlak GMNI Menjadi Pelopor Gerakan Perjuangan
Masyarakat Betawi Tuan Rumah Kota Jakarta Timur yang Sering Dilupakan
Refleksi Tiga Tahun DPC GMNI Tojo Una-una: Bergerak dari Desa untuk Mewujudkan Indonesia Emas
Putusan MK soal Kolegium dan Konsil Kesehatan: Apa Artinya bagi Dokter, Mahasiswa, dan Pasien?
Paul Finsen Mayor Senator Papua Barat Daya dan Jan Prince Permata Bahas Mitigasi Bencana dan Penerapan Kearifan Lokal untuk Indonesia Emas 2045

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Disiplin Ideologi dan Organisasi sebagai Syarat Mutlak GMNI Menjadi Pelopor Gerakan Perjuangan

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 1 Februari 2026 | 09:18 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Lorens Lanalo, Wakabid Organisasi dan Disiplin Ideologi DPC GMNI Jakarta Timur (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) merupakan hasil peleburan tiga organisasi yang disatukan oleh kesadaran ideologis terhadap Marhaenisme sebagai dasar perjuangan, ajaran-ajaran Bung Karno, serta kesadaran akan tugas mulia mahasiswa. Dalam bahasa Belanda, Bung Karno menegaskan pentingnya persatuan kekuatan revolusioner melalui ungkapan “Samenbundeling van alle revolutionaire krachten”—menyatupadukan seluruh kekuatan revolusioner demi cita-cita bersama.

Kesadaran inilah yang kemudian melahirkan Kongres I GMNI pada 23 Maret 1954 di Surabaya, yang diperingati sebagai hari lahir GMNI. Sejak awal, GMNI diharapkan hadir sebagai pelopor gerakan perjuangan melalui aktualisasi nyata Marhaenisme sebagai problem solving atas persoalan-persoalan rakyat, khususnya kaum marhaen. Selain itu, ajaran-ajaran Bung Karno dijadikan sebagai referensi ideologis dalam bergerak, serta Tridharma Perguruan Tinggi diimplementasikan sebagai kewajiban mahasiswa. GMNI dengan demikian menegaskan dirinya sebagai organisasi kemahasiswaan berbasis kader, yang dalam setiap zaman dituntut melahirkan kader-kader pelopor—bukan sekadar pelengkap perjalanan sejarah.

Dalam konteks organisasi kader, disiplin merupakan kata kunci yang memiliki makna fundamental. Disiplin menjadi syarat utama agar cita-cita perjuangan tidak berhenti sebagai wacana, tetapi benar-benar sampai pada tujuan. Tanpa disiplin, gerakan mudah kehilangan arah, bahkan runtuh sebelum mencapai hasil. Bung Karno sendiri menegaskan bahwa revolusi tidak mungkin berjalan tanpa disiplin. Semangat saja tidak cukup, sebab massa yang tidak disiplin mudah dipatahkan, dan organisasi tanpa disiplin akan rapuh serta kacau.

Namun, disiplin tidak dapat dilepaskan dari ideologi. Tanpa ideologi yang kuat, disiplin akan kehilangan makna dan arah. Fenomena hari ini menunjukkan adanya krisis disiplin berideologi dan berorganisasi di tubuh GMNI—tanpa bermaksud bersikap tendensius. Fakta di lapangan memperlihatkan masih banyak kader yang kurang memiliki disiplin kesadaran, disiplin terhadap aturan, disiplin pemahaman ideologi, disiplin waktu, disiplin wacana, hingga disiplin dalam bersikap dan bertindak. Hal-hal yang kerap dianggap sepele ini sesungguhnya memiliki dampak besar terhadap keberlangsungan GMNI, baik di tingkat DPP, DPD, DPC, maupun DPK. Sebab mustahil GMNI mampu menyelesaikan persoalan besar apabila hal-hal fundamental dalam organisasi belum dituntaskan.

Baca Juga:   Andai Bank BRI Jadi Bank Koperasi Seperti Desjardins Bank

Atas dasar itu, Lorens Lanalo selaku Wakil Kepala Bidang Organisasi dan Disiplin Ideologi DPC GMNI Jakarta Timur, di bawah kepemimpinan Jansen Henry Kurniawan, menegaskan bahwa disiplin ideologi dan organisasi merupakan harga mati yang tidak dapat ditawar bagi setiap kader GMNI. Tanpa disiplin yang jelas dan konsisten, seluruh cita-cita besar GMNI hanya akan menjadi mimpi di siang bolong.

GMNI adalah organisasi kader. Kader berarti individu yang disiapkan secara sadar, terdidik, dan berdisiplin untuk melanjutkan serta memimpin perjuangan organisasi. Oleh karena itu, setiap kader GMNI harus memiliki kesadaran penuh akan arti penting disiplin. Bung Karno menegaskan bahwa disiplin adalah nafas revolusi. Maka, apabila GMNI di tingkatan manapun ingin memiliki nafas perjuangan yang panjang, menjaga dan menegakkan disiplin merupakan keharusan yang tidak bisa diabaikan.

Lorens juga mengingatkan kutipan Tan Malaka dalam buku Massa Aksi: “Revolusi tidak membutuhkan orang pintar yang tidak disiplin, tetapi membutuhkan orang disiplin yang setia pada perjuangan.”

Karena itu, penguatan disiplin ideologi dan organisasi di dalam tubuh GMNI harus terus ditumbuhkan dan ditingkatkan. Hanya dengan disiplin yang kokoh, GMNI dapat kembali meneguhkan perannya sebagai pelopor gerakan perjuangan yang berpihak pada rakyat dan setia pada cita-cita Marhaenisme.***


Penulis: Lorens Lanalo, Wakabid Organisasi dan Disiplin Ideologi DPC GMNI Jakarta Timur.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Masyarakat Betawi Tuan Rumah Kota Jakarta Timur yang Sering Dilupakan
Minggu, 1 Februari 2026 | 08:27 WIB
Refleksi Tiga Tahun DPC GMNI Tojo Una-una: Bergerak dari Desa untuk Mewujudkan Indonesia Emas
Sabtu, 31 Januari 2026 | 11:58 WIB
Putusan MK soal Kolegium dan Konsil Kesehatan: Apa Artinya bagi Dokter, Mahasiswa, dan Pasien?
Sabtu, 31 Januari 2026 | 11:45 WIB
Paul Finsen Mayor Senator Papua Barat Daya dan Jan Prince Permata Bahas Mitigasi Bencana dan Penerapan Kearifan Lokal untuk Indonesia Emas 2045
Sabtu, 31 Januari 2026 | 11:40 WIB
IHSG, MSCI, dan Ekonomi Rakyat: Membaca Risiko Pasar Global dalam Tafsir Marhaenisme Nusantara
Jumat, 30 Januari 2026 | 19:47 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Berhasil Kelola Sampah 60 Ton per Hari, Ganjar Tantang Pemuda Bekasi Bereskan Bantargebang

Marhaenist.id, Jakarta - Bermula dari keresahannya pada persoalan sampah yang tak kunjung…

Gelar Dies Natalis ke 71 dengan Tasyakuran, GMNI Malang: Ini Refleksi Mendalam tentang Arah Gerakan Dimasa Depan

Marhaenist.id, Malang  – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Malang…

Menjaga Integritas: Kewajiban dan Larangan bagi Plt Bupati yang Menjadi Bakal Calon Kepala Daerah

Marhaenist.id-Menjaga integritas dalam proses pemilihan kepala daerah adalah hal yang sangat penting,…

Presiden Berkampanye dan Memihak Karena Elektabilitas Prabowo-Gibran Mandek

Marhaenist.id, Jakarta - Pengamat politik Ray Rangkuti mengomentari pernyataan Presiden Joko Widodo…

‎Layangkan Surat Permohonan Hearing, GMNI Inhil Minta ke Kejari Membahas Secara Terbuka Dugaan Korupsi KPUD Inhil

Marhaenist.id, Tembilahan – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Akui Miliki HGU Nyaris 500 Ribu Hektare, GMNI: Prabowo Simbol Oligarki

Marhaenist.id, Jakarta - Prabowo mengungkap sebelum jadi Menteri Pertahanan sudah punya 500 ribu…

Gelar PPAB Raya, GMNI Lebak Cetak Puluhan Kader

Marhaenist.id, Lebak - Gerakan Mahasiwa Nasional Indonseia (GMNI) Lebak gelar Pekan Penerimaan…

Refleksi Perjuangan R.A Kartini: Emansipasi Perempuan dalam Ruang Ketenagakerjaan

Marhaenist.id - Emansipasi perempuan bukan lagi wacana baru, tetapi realitas yang masih…

Taufiq Kiemas dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia

MARHAENIST - Palembang, siang hari yang terik, 19 Agustus 1960. Remaja yang…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?