By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
DPP GMNI Segera Laporkan Dugaan Perampasan Lahan Warga Transmigrasi di Halmahera Utara ke Tiga Instansi Pusat
Kaya Energi, Miskin Kedaulatan
Teguhkan Marhaenisme, PPAB III Komisariat Bung Tomo Manajemen Konsolidasikan Gerakan Perubahan
Kurs di Atas Piring Rakyat: Membedah Regulatory Capture dan Fondasi Sosio-Demokrasi
DPC GMNI Jakarta Barat Gelar Nobar “Pesta Babi”, 150 Peserta Soroti Gagalnya Reformasi

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar Alumni GMNI

Paul Finsen Mayor Senator Papua Barat Daya dan Jan Prince Permata Bahas Mitigasi Bencana dan Penerapan Kearifan Lokal untuk Indonesia Emas 2045

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Sabtu, 31 Januari 2026 | 11:40 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Foto: Pertemuan satu meja Ust. Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, Anna Latuconsina, I Komang Merta Jiwa, Paul Finsen Mayor (Bung Paul), dan Dr. Habib Ali Alwi (Foto Sang)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Tangerang Selatan  – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menggelar diskusi publik bertajuk “Peran Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Menanggulangi Bencana Ekologi di Indonesia” di Hotel Aston Bintaro, Jumat (30/1/2026), mulai pukul 13.00 WIB.

Acara ini menghadirkan anggota DPD, pakar lingkungan, akademisi, dan aktivis untuk membahas strategi mitigasi bencana ekologis, koordinasi lintas lembaga pemerintah, serta peran masyarakat dalam membangun ketahanan ekologis.

Ust. Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, Anna Latuconsina, I Komang Merta Jiwa, Paul Finsen Mayor (Bung Paul), dan Dr. Habib Ali Alwi, Prof. Dr. dr. Basuki Supartono, Dr. Harsanto Nursadi, Zenzi Suhadi, Dr. Sadino, Dr. (Can) Jan Prince Permata, S.P., M.Si.,

Pakar dan akademisi yang menjadi narasumber meliputi Prof. Dr. dr. Basuki Supartono (UPN Veteran Jakarta/BNPB), Dr. Harsanto Nursadi (UI), Zenzi Suhadi (mantan Direktur Eksekutif WALHI), Dr. Sadino (Universitas Al Azhar Indonesia), serta Dr. (Can) Jan Prince Permata, S.P., M.Si., pembina Yayasan Kekal Berdikari, yang akrab disapa Bung Jan.

Dalam kesempatan ini, Bung Jan menyoroti bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir 2025 hingga awal 2026. Ia menekankan bahwa bencana di Indonesia bukan sekadar fenomena alam, melainkan dampak dari lemahnya tata kelola ruang, pengelolaan kawasan hulu yang kurang memadai, serta ekspansi perkebunan dan pertambangan yang tidak terkendali.

“Data BNPB hingga Januari 2026 mencatat sekitar 1.200 korban meninggal, lebih dari 140 hilang, dan lebih dari 113.000 warga mengungsi akibat kerusakan permukiman dan infrastruktur. Aceh menjadi wilayah terdampak paling parah, diikuti Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Di Jawa Barat dan Jawa Tengah, longsor dan banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur dan kerugian sektor pertanian hingga miliaran rupiah. Ini bukti nyata bahwa bencana ekologis juga merupakan masalah sosial,” ungkap Bung Jan.

Baca Juga:   Pembukaan Konferda V PA GMNI Jakarta Raya Dijadwalkan Sabtu (13/12/2025), Inilah Ketentuan Panitia Bagi Peserta yang akan Hadir

Ia menyoroti ketidakadilan ekologis (environmental injustice), di mana masyarakat miskin yang tinggal di wilayah rawan menanggung dampak paling besar. Keputusan pembangunan yang mengabaikan aspek lingkungan dan keberlanjutan meningkatkan kerentanan terhadap bencana. Bung Jan menekankan pentingnya mitigasi berbasis risiko dan partisipasi masyarakat, mencontohkan keberhasilan Jepang dan Belanda dalam mengurangi korban bencana melalui tata ruang berbasis risiko, sistem peringatan dini, dan keterlibatan warga. Di Indonesia, praktik lokal seperti sistem Subak di Bali, leuweung kolot di Banten, dan praktik smong di Simeulue terbukti efektif membangun ketahanan ekologis komunitas.

Selain Bung Jan, Senator Paul Finsen Mayor (Bung Paul) dari Provinsi Papua Barat Daya juga menjadi narasumber utama. Bung Paul menegaskan pentingnya membangun kerangka kerja strategis menuju Indonesia Emas 2045, dengan melibatkan para pakar di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta rektor perguruan tinggi.

“Poin mendasar dalam membangun dasar kerangka itu adalah mengatasi masalah pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, dan lingkungan. Empat pilar ini harus kuat,” ujar Bung Paul. Ia menambahkan bahwa visi besar ini sejalan dengan semangat Soekarnoisme, menekankan pentingnya mempersiapkan generasi yang tahan uji dan siap mental. “Saya optimistis tujuan Indonesia Emas 2045 akan terwujud apabila kita bersatu,” katanya.

Bung Paul juga menekankan kearifan lokal Indonesia sebagai modal penting dalam menjaga lingkungan. “Negara kita memiliki ribuan suku dan kearifan lokal yang terbukti efektif menjaga alam. Pendekatan ini harus diintegrasikan dalam kebijakan mitigasi bencana dan pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.

Diskusi publik ini menegaskan bahwa bencana di Indonesia bukan sekadar persoalan alam, melainkan masalah struktural yang berakar pada ketidakadilan ekologis. Kerentanan geografis memang tidak dapat diubah, tetapi risiko bencana dapat ditekan jika pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan DPD RI bersinergi melalui kebijakan berbasis risiko, edukasi komunitas, dan penegakan hukum lingkungan yang konsisten.

Baca Juga:   Resmi Terpilih Melalui Konfercab ke I, Fadli Lahalik Berharap Kehadiran PA GMNI Touna dapat Memberi Manfaat untuk Rakyat

Para narasumber dan peserta sepakat bahwa momentum ini penting untuk mendorong langkah preventif dan transformatif, agar tragedi serupa tidak terus berulang, sekaligus menjadi dasar pembangunan menuju Indonesia Emas 2045 yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak pada rakyat.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

DPP GMNI Segera Laporkan Dugaan Perampasan Lahan Warga Transmigrasi di Halmahera Utara ke Tiga Instansi Pusat
Selasa, 19 Mei 2026 | 18:30 WIB
Kaya Energi, Miskin Kedaulatan
Selasa, 19 Mei 2026 | 15:35 WIB
Teguhkan Marhaenisme, PPAB III Komisariat Bung Tomo Manajemen Konsolidasikan Gerakan Perubahan
Senin, 18 Mei 2026 | 23:28 WIB
Kurs di Atas Piring Rakyat: Membedah Regulatory Capture dan Fondasi Sosio-Demokrasi
Senin, 18 Mei 2026 | 18:27 WIB
DPC GMNI Jakarta Barat Gelar Nobar “Pesta Babi”, 150 Peserta Soroti Gagalnya Reformasi
Senin, 18 Mei 2026 | 17:46 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Pendidikan Sebagai Hak Dasar, Ganjar Pranowo Bersama PDI Perjuangan Dampingi Anak Korban Banjir Di Aceh

Marhaenist.id, Aceh - Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan menyalurkan bantuan pendidikan kepada…

DPC GMNI Jakarta Timur Kutuk Agresi Militer AS terhadap Iran, Desak Presiden Prabowo Bersikap Tegas

Marhaenist.id, JakartaTimur – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Rasio Manusia vs Rasio Algoritma: Negara Kafka dalam Rezim Algoritmik

Marhaenist.id - Kita sedang hidup dalam sebuah zaman yang dapat disebut sebagai…

Program PKPA Beasiswa Peradi Utama Berlanjut, 140 Kader Ikuti Pertemuan Keempat dengan Materi Tata Acara Pengadilan Pidana

Marhaenist.id, Jakarta — Program PKPA Beasiswa PKPA Peradi Utama bagi 2.000 kader…

Apa itu May Day? Apakah Sekadar Tanggal Merahkah?

Marhaenist.id - Menjelang peringatan May Day 2026, sebagai Ketua DPK GMNI Universitas…

Surat Cinta untuk Persatuan GMNI dari Riau

Marhaenist.id - Mengawali tulisan ini, terlebih dahulu saya mohon maaf kepada Bung/Serinah…

Pahlawan Soeharto dan Negara Amnesia

Marhaenist.id - "Perjuangan manusia melawan kekuasaan adalah perjuangan ingatan melawan lupa." Ungkapan…

Pancasila dan Materialisme Historis: Perspektif Filsafat Ilmu

Marhaenist.id - Pancasila adalah dasar falsafah negara, pandangan hidup bangsa dan norma dasar…

Surat Untuk Pemimpin Negeri: Akses Jalan Inamosol SBB Butuh Perhatian Negara

Marhaenist.id - Jalan mempunyai peran penting terutama menyangkut perwujudan perkembangan antar wilayah…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?