By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Di Forum MKRI–MK Mesir, Prof. Arief Hidayat Angkat Marhaenisme sebagai Etika Konstitusi
DPD GMNI DKI Jakarta Gelar Konferensi Daerah Pertama, Usung Tema Transformasi Jakarta Menuju Kota Global
DPP GMNI Apresiasi Kemenangan Ekologis Masyarakat Adat Tano Batak
28 Izin Dicabut, DPP GMNI Bongkar Masalah Kehutanan
Pidato Sukarno di PBB: Zaman Baru Datang, Penjajahan Telah Usang 30 September 1960

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

DPP GMNI Apresiasi Kemenangan Ekologis Masyarakat Adat Tano Batak

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 25 Januari 2026 | 18:17 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Adam Jauri, Ketua Bidang Lingkungan Hidup DPP GMNI (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Masyarakat Adat Tano Batak atas kemenangan ekologis yang berhasil diraih setelah puluhan tahun memperjuangkan kedaulatan wilayah adatnya.

Kemenangan tersebut ditandai dengan pencabutan izin operasional PT Toba Pulp Lestari (TPL) yang beroperasi di Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

Pencabutan izin ini dinilai sebagai tonggak penting dalam perjuangan panjang masyarakat adat melawan perampasan tanah ulayat dan kerusakan lingkungan.

Masyarakat Adat Tano Batak menilai penutupan PT TPL sebagai kemenangan ekologis yang telah lama dinanti. Selama puluhan tahun, perusahaan tersebut dinilai telah menimbulkan berbagai persoalan serius, mulai dari kerusakan ekologi, pencemaran lingkungan hidup, hingga kriminalisasi dan perampasan wilayah adat.

Melalui Ketua Bidang Lingkungan Hidup, Adam Jauri, DPP GMNI menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti nyata kekuatan solidaritas rakyat dan konsistensi perjuangan masyarakat adat dalam mempertahankan kedaulatan wilayahnya.

“Mewakili DPP GMNI, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Masyarakat Adat Tano Batak. Ini adalah wujud kebahagiaan bersama atas keberhasilan meraih kemenangan ekologis sekaligus membuktikan bahwa konsistensi dalam berjuang pada akhirnya akan menuai hasil,” ujar Adam.

Lebih lanjut, Adam menyerukan kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah agar tidak membuka celah kebijakan baru berupa tukar guling wilayah dengan perusahaan lain. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga solidaritas dan persatuan sebagai sesama anak bangsa.

“Sejak tahun 1983, mulai dari PT Inti Indorayon hingga berganti menjadi PT Toba Pulp Lestari, perusahaan ini telah memicu banyak konflik, mulai dari kerusakan ekologis, pencemaran lingkungan, hingga perampasan wilayah adat di Kabupaten Toba,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil audit Satuan Tugas Pengawasan Kawasan Hutan, dari 28 perusahaan yang diperiksa, sebanyak 24 perusahaan dinyatakan bermasalah dan izinnya dicabut. Dari jumlah tersebut, empat perusahaan merupakan non-kehutanan, dan salah satunya adalah PT Toba Pulp Lestari.

Baca Juga:   Wacana Kenaikan BBM, GMNI Soroti Penyelewengan Distributor

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, secara resmi mengumumkan pencabutan izin 24 perusahaan bermasalah tersebut di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (20/1/2026).

Dari 24 perusahaan yang dicabut izinnya, sebanyak 15 badan usaha beroperasi di wilayah Sumatera Utara, terdiri dari 13 perusahaan kehutanan (PBPH), termasuk PT Toba Pulp Lestari, serta dua perusahaan non-kehutanan.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Di Forum MKRI–MK Mesir, Prof. Arief Hidayat Angkat Marhaenisme sebagai Etika Konstitusi
Minggu, 25 Januari 2026 | 19:29 WIB
DPD GMNI DKI Jakarta Gelar Konferensi Daerah Pertama, Usung Tema Transformasi Jakarta Menuju Kota Global
Minggu, 25 Januari 2026 | 18:18 WIB
28 Izin Dicabut, DPP GMNI Bongkar Masalah Kehutanan
Minggu, 25 Januari 2026 | 07:46 WIB
Pidato Sukarno di PBB: Zaman Baru Datang, Penjajahan Telah Usang 30 September 1960
Sabtu, 24 Januari 2026 | 19:54 WIB
Pencabutan Izin 28 Perusahaan Perusak Lingkungan, DPC PA GMNI Humbahas Ingatkan PT TPL Jangan Tekan Negara
Sabtu, 24 Januari 2026 | 17:11 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Surat Cinta dari Timur Buat GMNI: Perpecahan! Nasionalisme?

Marhaenist.id - Jika tidak ada Kongres persatuan, mari kita anggota serta para…

Bahlil Lahadalia dan Reorientasi Ideologis Golkar: Mengembalikan Partai Karya ke Akar Marhaenisme Soekarno

Marhaenist.id - Indonesia tidak dibangun oleh satu golongan, apalagi satu elite. Sejarah…

Gelar Konferda II, Nur Alam Resmi Terpilih Menjadi Ketua DPD GMNI Sulbar

Marhaenist.id, Mamasa - Konferensi Daerah (Konferda) gerakan mahasiswa nasional Indonesia (GMNI) Sulawesi…

Putusan MK Mulai Jegal Klan Jokowi

MARHAENIST - Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menetapkan minimal syarat usia calon di…

Mengenal Perjalanan Politik Ir. Soekarno

Marhaenist.id - Berbicara soal biografi Ir.Soekarno tidak lengkap rasanya jika tidak membahas…

Quo Vadis Hari Anak Nasional 2024: Telaah Kritis

Marhaenist.id - Momentum Hari Anak Nasional tak cukup sekedar dilaksanakan secara seremonial,…

Satu Oktober: Nyawa Lenyap, Tragedi Kanjuruhan, dan Pelanggaran HAM

Penulis: Aryasatya Krishdiansyah (Wakabid Sosial Politik GMNI UINSA Gunung Anyar).   Marhaenist.id…

Resah Terhadap Kondisi Bangsa, GMNI Ikut Serta Dalam Aksi #IndonesiaGelap di Depan Istana Presiden

Marhaenist.id, Jakarta - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ikut ambil bagian dalam…

Bantah Sakit, Prabowo Jogetan di Depan Jokowi

Marhaenist.id, Jakarta - Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dikabarkan sakit…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?