By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
DPP GMNI Desak DPR RI Segera Sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Geopolitik Pangan: Entok, Limbah Pangan, dan Masa Depan Kedaulatan Pangan Nusantara
Hadiri Kaderisasi GMNI, Bawaslu Kota Bekasi Ajak Mahasiswa Cermat Menyaring Informasi di Tengah Maraknya Hoaks
Di Forum MKRI–MK Mesir, Prof. Arief Hidayat Angkat Marhaenisme sebagai Etika Konstitusi
DPD GMNI DKI Jakarta Gelar Konferensi Daerah Pertama, Usung Tema Transformasi Jakarta Menuju Kota Global

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
ArtikelOpini

Kepemimpinan Baduy Menjaga Pangan Indonesia

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 14 Januari 2026 | 22:52 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Karikatur Jan Prince Permata, Ketua Komite Bidang Komunikasi dan Media Sosial DPP PA GMNI (AI)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Di tengah krisis iklim dan ketergantungan pangan pada pasar global, masyarakat Baduy Dalam di Banten justru memperlihatkan model ketahanan pangan yang kokoh, berdaulat, dan berkelanjutan. Rahasianya bukan teknologi mahal, melainkan kepemimpinan ekosistem yang berakar pada adat, pengetahuan ekologis, dan tata kelola kolektif.

Dalam sistem Baduy, kepemimpinan tidak bertumpu pada satu tokoh. Ia dijalankan melalui duet Puun–Jaro, lembaga adat yang mengatur pertanian, hutan, dan relasi dengan dunia luar berdasarkan pikukuh—hukum adat yang menekankan keseimbangan alam, seperti prinsip “gunung tidak boleh dirusak, lembah tidak boleh dihancurkan”.

Pikukuh itu bukan simbol, melainkan pedoman operasional yang mengatur kapan menanam, varietas apa yang digunakan, hingga bagaimana hasil panen disimpan. Semua keputusan didasarkan pada kalender tatanén, sistem pengetahuan berbasis tanda langit, angin, dan hujan yang telah diwariskan lintas generasi.

Salah satu pilar ketahanan pangan Baduy adalah leuit—lumbung padi adat. Leuit bukan hanya tempat menyimpan beras, melainkan juga bank benih alami. Di sinilah ratusan keluarga Baduy menjaga puluhan bahkan nyaris seratus varietas padi lokal, memastikan benih tersedia untuk musim berikutnya sekaligus melindungi keanekaragaman genetik.

Di era perubahan iklim, sistem ini menjadi sangat penting. Keragaman varietas membuat Baduy tidak bergantung pada satu jenis padi saja. Jika satu gagal karena cuaca atau hama, yang lain masih bisa tumbuh. Inilah bentuk asuransi ekologis yang tidak dimiliki pertanian monokultur modern.

Namun, ketahanan ini kini menghadapi tekanan serius. Perubahan iklim mulai menggeser pola hujan. Pariwisata yang tidak terkendali berisiko mengganggu ruang ritual dan siklus bertani. Di sisi lain, konflik tenurial dan ketidakjelasan batas wilayah adat bisa menggerus ruang hidup Baduy.

Baca Juga:   Relevansi Ajaran Bung Karno Ditengah Distrosi Ideologi dan Perang Proxi

Penelitian ini menunjukkan bahwa kunci bertahan Baduy bukan menutup diri, tetapi memilih dengan cermat hubungan dengan dunia luar. Program pemerintah, LSM, atau kampus diterima jika sejalan dengan adat; ditolak atau dinegosiasikan jika berpotensi merusak tatanan sosial-ekologis.

Dari pemetaan kondisi tersebut, sejumlah strategi penting muncul. Pertama, leuit perlu diakui sebagai bank benih komunitas adat, sehingga dapat diperkuat tanpa menghilangkan kendali adat. Kedua, padi Baduy layak memperoleh indikasi geografis, agar nilai ekonominya meningkat tanpa memicu industrialisasi. Ketiga, pariwisata harus diatur dengan kode etik berbasis daya dukung, termasuk pembatasan pengunjung dan zona sakral yang tidak boleh difoto atau dimasuki.

Yang paling penting, pengakuan negara terhadap masyarakat adat tidak boleh berhenti di atas kertas. Ia harus disertai pengawalan implementasi, perlindungan wilayah, dan dukungan teknis yang menghormati cara hidup lokal.

Baduy Dalam mengajarkan satu hal penting bagi Indonesia: ketahanan pangan sejati tidak lahir dari pupuk kimia dan benih impor, tetapi dari kepemimpinan yang mampu menjaga hubungan antara manusia, benih, dan alam. Di saat dunia mencari sistem pangan yang lebih tangguh, Baduy telah lama memilikinya-dan kita seharusnya belajar, bukan menggantikannya.***


Disclaimer:

• Tulisan ini diringkas oleh Redaksi Marhaenist.id yang diambil dari Jurnal dengan judul “KEPEMIMPINAN EKOSISTEM DALAM MEMPERKOKOH KETAHANAN PANGAN DI BADUY DALAM”

• Tulisan ini diringkas tanpa menghilangkan gagasan utama dari tulisan aslinya.

• Penulis Jurnal: Jan Prince Permata, Ketua Komite Bidang Komunikasi dan Media Sosial DPP Persatuan Alumni GMNI.

• Jurnal ini telah diterbitkan di Jurnalpersatuannasional.id yang dikelola oleh DPP PA GMNI.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

DPP GMNI Desak DPR RI Segera Sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Senin, 26 Januari 2026 | 23:10 WIB
Geopolitik Pangan: Entok, Limbah Pangan, dan Masa Depan Kedaulatan Pangan Nusantara
Senin, 26 Januari 2026 | 22:59 WIB
Hadiri Kaderisasi GMNI, Bawaslu Kota Bekasi Ajak Mahasiswa Cermat Menyaring Informasi di Tengah Maraknya Hoaks
Senin, 26 Januari 2026 | 03:18 WIB
Di Forum MKRI–MK Mesir, Prof. Arief Hidayat Angkat Marhaenisme sebagai Etika Konstitusi
Minggu, 25 Januari 2026 | 19:29 WIB
DPD GMNI DKI Jakarta Gelar Konferensi Daerah Pertama, Usung Tema Transformasi Jakarta Menuju Kota Global
Minggu, 25 Januari 2026 | 18:18 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Moment Lebaran 1446 H, Alumni GMNI UIN Syarif Hidayatullah Ciputat Gelar Halal Bi Halal

Marhaenist.id, Tangsel - Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Islam Negeri…

Temui Kapolres, GMNI dan IMALA Minta Usut Tuntas Kasus Kematian Satpol PP Lebak Saat Pengamanan Aksi

Marhaenist.id, Lebak - Perwakilan organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional…

Fokus Kampayekan Ganjar-Mahfud, Ahok Resmi Mundur dari Jabatannya Sebagai Komut PT Pertamina

Marhaenist.id, Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa Ahok, resmi mundur…

DPC GMNI Tangsel Sesalkan Tindakan Kekerasan terhadap Mahasiswa Katolik di Pamulang

Marhaenist.id, Pamulang Tangsel - Baru-baru ini, sebuah video yang menjadi viral di…

Jaga Demokrasi, Ribuan Alumni Perguruan Tinggi se-Jawa Barat Deklarasi Dukung Ganjar

Marhaenist.id, Jakarta - Ribuan alumni perguruan tinggi se-Jawa Barat mendeklarasikan diri untuk…

Leviathan yang Tersenyum

Marhaenist.id - Ketertiban atau Ketakutan? Di negeri ini, kita tidak butuh kudeta…

Pidato Bung Karno Tentang Isi Supersemar

Marhaenist.id - Dalam pidatonyo pada 17 Agustus 1966, Sukarno mengecam pihak yang telah…

Alumni GMNI dan Tuntutan Pemberian Hak-Hak Pensiun Untuk Bung Karno

Marhaenist - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pengurus Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa…

Aku Lelah, Mencintaimu adalah Tindakan Masokis

Marhaenist.id- Mencintaimu adalah ibadah paling melelahkan yang pernah aku jalani. Ia bukan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?