By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Selamat Datang di “AI New Normal”
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Lakukan Tindakan Kekerasan, DPK GMNI Kesehatan dan Hukum Institut Toraja Raya Kecam Perbuatan 2 Petugas RS Elim Rantepao

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 4 Januari 2026 | 13:28 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Sarinah Devita, Ketua Komisariat DPK GMNI Kesehatan dan RS Elim Rantepao/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Toraja Utara – Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kesehatan dan Hukum Institut Toraja Raya (ITRI) mengecam keras tindakan kekerasan yang dialami dua petugas RS Elim Rantepao.

 

Hal ini diungkapkan Sarinah Devita, Ketua Komisariat DPK GMNI Kesehatan dan Hukum ITRI pada Minggu (4/1/2026).

 

Ia mengatakan bahwa peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) saat kedua petugas tengah melaksanakan tugas pelayanan medis kepada masyarakat merupakan tindakan keji, tidak manusiawi, dan mencoreng nilai-nilai kemanusiaan.

 

Baginya tenaga kesehatan adalah garda terdepan dalam memberikan pelayanan publik, dan mereka berhak mendapatkan perlindungan penuh saat menjalankan tugas kemanusiaan.

 

“DPK GMNI Kesehatan dan Hukum ITRI mengecam keras tindakan biadab yang menimpa rekan-rekan tenaga kesehatan di RS Elim Rantepao. Tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan kekerasan terhadap tenaga kesehatan. Mereka adalah pejuang kemanusiaan yang seharusnya dihormati, bukan disakiti,” tegas Sarinah Devita.

 

DPK GMNI Kesehatan dan Hukum ITRI menilai, tindakan tersebut tidak hanya merupakan tindak pidana penganiayaan, tetapi juga bentuk penghinaan terhadap profesi tenaga kesehatan dan pelanggaran terhadap hak asasi manusia.

 

Oleh karena itu, DPK GMNI Kesehatan dan Hukum ITRI mendesak aparat penegak hukum (APH), khususnya Kepolisian Resor Toraja Utara, untuk segera menangkap dan memproses pelaku dengan tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku, termasuk Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan serta Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan.

 

Selain itu, DPK GMNI Kesehatan dan Hukum ITRI mengimbau masyarakat Toraja Utara untuk menghormati, melindungi, dan mendukung tenaga kesehatan dalam menjalankan tugasnya. Rumah sakit adalah tempat pelayanan kemanusiaan, bukan ruang untuk pelampiasan emosi dan kekerasan.

Baca Juga:   Gelar Diskusi Publik, GMNI-FMN-AGRA-GSBI: Agenda Reforma Agraria dalam Bayang-Bayang Militerisme dan Ancaman Krisis Pangan

 

Sebagai organisasi kader ideologis yang berlandaskan nilai Marhaenisme, Nasionalisme, Demokrasi, dan Humanisme, DPK GMNI Kesehatan dan Hukum ITRI menyatakan sikap resmi sebagai berikut:

 

1. Mengecam keras tindakan kekerasan terhadap petugas RS Elim Rantepao.

 

2. Menuntut aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas dan menghukum pelaku dengan tegas dan transparan.

 

3. Mengajak seluruh masyarakat Toraja Utara untuk menghormati dan mendukung tenaga kesehatan sebagai pilar utama pelayanan publik dan kemanusiaan.

 

“DPK GMNI Kesehatan dan Hukum ITRI akan terus mengawal kasus ini hingga keadilan ditegakkan. Kekerasan terhadap tenaga kesehatan adalah bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan dan tidak boleh dibiarkan terjadi lagi di negeri ini,” pungkas Sarinah Devita.

 

DPK GMNI Kesehatan dan Hukum Institut Toraja Raya (ITRI) menegaskan komitmennya untuk berdiri bersama korban, tenaga kesehatan, dan seluruh pejuang kemanusiaan.

 

Kekerasan terhadap tenaga kesehatan bukan hanya mencederai individu, tetapi juga mengkhianati nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial yang menjadi dasar kehidupan bangsa.***

 

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Minggu, 22 Februari 2026 | 21:23 WIB
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:25 WIB
Selamat Datang di “AI New Normal”
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:06 WIB
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:13 WIB
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!
Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Negara dan Jeritan Tangis Ibu yang Anaknya Bunuh Diri di Ngada NTT

Marhaenist.id - Tangis seorang ibu di Ngada, Nusa Tenggara Timur, tidak sekadar…

Ibu, Ibu, dan Sejarah Hari Ibu

Marhaenist.id - Setiap tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu. Peringatan Hari…

Lagi Viral Terkait Naturalisasi, Ini Perbedaan Kader Naturalisasi dan Naturalisasi Kader dalam GMNI

Marhaenist.id - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) adalah salah satu organisasi mahasiswa…

Megawati Institute: Temuan KPF adalah Alarm Demokrasi. Pemerintah Perlu Segera Melakukan Investigasi Independen dan Terbuka

Marhaenist.id, Jakarta - Direktur Eksekutif Megawati Institute, Hilmar Farid, menyampaikan keprihatinan mendalam atas…

Resensi Buku Karl Popper: Logika Penemuan Ilmiah

Marhaenist.id - (Pendahuluan) Menata Ulang Cara Kita Memahami Ilmu: Di tengah maraknya…

Mari Mengenal PA GMNI sebagai Satu-Satunya Organisasi Alumni yang di Akui dan Ada di Indonesia!

Marhaenist.id - Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) adalah organisasi…

Cipayung Plus Kendari Gelar Doa Bersama di Depan Polda Sultra Peringati 6 Tahun Gugurnya Randi-Yusuf

Marhaenist.id, Kendari - Organisasi Kemahasiswaan Cipayung Plus Kota Kendari yang terdiri dari…

Resmi Lantik PA GMNI Sulteng dan Sulbar, Prof Arief Hidayat Ajak Kader Teladani Pendiri Bangsa untuk Jaga Indonesia

Marhaenist.id, Palu - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Alumni (PA)…

Dukung Kami (Servas-Pius=SERIUS) untuk Menuju Belu yang Berdaya Saing

Marhaenist.id - Berjalan sampai sejauh ini adalah penyerahan diri secara total untuk…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?