By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Membongkar Teka-Teki G30S: Mengapa Tentara Menculik Tentara?
Kaltim dalam Bayang-Bayang Hak Angket
Perkuat Basis Organisasi, DPC GMNI Mamuju Tengah Lantik Tiga Komisariat Baru di Rumah Adat Lempo Gandeng
Tanah Dirampas, Hutan Digusur, Institut Marhaenisme 27: Nobar Film “Pesta Babi” Hidupkan Suara Papua
GMNI Ambon Gelar Konfercab XIV, Tegaskan Penguatan Gerakan Kaum Marhaen

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Asa untuk Sumatera

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 10 Desember 2025 | 20:17 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Ilustrasi Asa untuk Sumatera (Desain Redaksi)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Di balik hiruk-pikuk pembangunan nasional, Pulau Sumatera kembali menuntut perhatian yang lebih serius. Bencana alam yang datang berulang seperti banjir, longsor, hingga kerusakan infrastruktur vital yang menggambarkan satu fakta yang tak dapat dibantah: Sumatera adalah rumah besar jutaan warga yang selama ini sering harus berjuang sendiri menghadapi kerasnya perubahan alam dan ketimpangan pembangunan.

Namun di tengah kenyataan pahit itu, selalu ada ruang untuk berharap. Ada asa yang tumbuh dari solidaritas, kerja kolektif, dan tekad warga yang tak pernah padam.

Sumatera adalah pulau strategis dengan sumber daya alam melimpah, jalur logistik penting, dan tradisi kebudayaan yang kuat. Tetapi apa yang terjadi belakangan memperlihatkan betapa rapuhnya fondasi pembangunan ketika tidak disertai visi keberlanjutan.

Hutan yang digunduli, sungai yang tercekik sedimentasi, serta tata ruang yang padat tanpa perencanaan matang menjadikan banyak daerah rentan sekali terhadap banjir besar. Ini bukan sekadar bencana alam; ini adalah bencana peradaban yang lahir dari kesalahan manusia. Namun di situlah pula titik balik dapat dimulai.

Asa buat Sumatera tumbuh dari kepedulian warga yang bergerak tanpa menunggu komando. Ketika banjir menghantam, para pemuda turun sebagai relawan; ketika warga kehilangan rumah, gotong royong menjadi tiang penyangga kehidupan; ketika jalan rusak memutus akses, masyarakat sendiri bergotong membangun jalur alternatif. Sumatera tetap berdiri karena rakyatnya tidak pernah menyerah. Solidaritas adalah kekuatan yang tak terlihat, tapi selalu hadir sebagai penyelamat.

Namun, asa tidak berhenti pada solidaritas semata. Pemerintah, baik pusat maupun daerah, harus menjadikan Sumatera sebagai prioritas strategis, bukan sekadar wilayah yang sesekali dikunjungi ketika musibah besar terjadi.

Diperlukan langkah nyata: pemulihan ekosistem secara konsisten, penataan tata ruang yang tegas, pembangunan infrastruktur yang adaptif terhadap risiko bencana, serta pendidikan publik tentang mitigasi sejak usia dini. Tanpa itu semua, Sumatera akan terus menjadi korban dari siklus bencana yang sama.

Baca Juga:   Aksi Mahasiswa: Bubarkan DPR?

Lebih jauh lagi, Sumatera butuh keberpihakan pembangunan yang adil. Selama ini, pulau ini memberi banyak bagi negeri dari hasil bumi hingga energi, namun tidak selalu mendapatkan porsi yang layak untuk kembali memperkuat ketahanan ruang hidupnya. Harapan yang tumbuh bukan hanya untuk pulih dari bencana, tetapi juga untuk bangkit sebagai kawasan maju, tangguh, dan berdaya secara ekonomi maupun ekologis.

Asa buat Sumatera bukanlah slogan kosong. Ia adalah seruan agar negeri ini tidak melupakan salah satu jantung kehidupannya. Asa itu hidup dalam tekad masyarakat yang terus berdiri, dalam gerakan solidaritas yang tak pernah padam, dan dalam panggilan moral untuk membangun dengan cara yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.

Bila kita mampu menjawab panggilan ini dengan kebijakan yang tepat, keberanian politik, dan kolaborasi tanpa batas, maka Sumatera bukan hanya pulih, tetapi bangkit dengan martabat yang lebih tinggi.

Sumatera masih punya asa. Tinggal bagaimana kita, sebagai satu bangsa, menyalakan dan menjaga nyalanya.***


Catatan Redaksi, Penulis: La Ode Mustawwadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Membongkar Teka-Teki G30S: Mengapa Tentara Menculik Tentara?
Senin, 18 Mei 2026 | 05:30 WIB
Kaltim dalam Bayang-Bayang Hak Angket
Minggu, 17 Mei 2026 | 22:36 WIB
Perkuat Basis Organisasi, DPC GMNI Mamuju Tengah Lantik Tiga Komisariat Baru di Rumah Adat Lempo Gandeng
Minggu, 17 Mei 2026 | 20:19 WIB
Tanah Dirampas, Hutan Digusur, Institut Marhaenisme 27: Nobar Film “Pesta Babi” Hidupkan Suara Papua
Minggu, 17 Mei 2026 | 18:47 WIB
GMNI Ambon Gelar Konfercab XIV, Tegaskan Penguatan Gerakan Kaum Marhaen
Minggu, 17 Mei 2026 | 14:02 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Gelar PPAB, GMNI UIN Salatiga Tanamkan Jiwa Nasionalis dan Sosialis

Marhaenist.id, Salatiga - Dewan Pimpinan Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Mari Mengenal 9 Istri Bung Karno!

Marhaenist.id - Dalam perjalanan hidupnya, Soekarno atau akrab disebut Bung Karno sering…

DPR Bikin Emosi: Kok Bisa Orang-Orang ‘Kualitas Rendahan’ Duduk di Senayan?

Marhaenist.id - Sejak 25 Agustus 2025, rangkaian demonstrasi yang marak di berbagai…

Pertumbuhan Ekonomi Yang Menyisakan Luka Sosial dan Ekologis

Marhaenist.id - Di tengah hiruk-pikuk angka pertumbuhan ekonomi, Indonesia kembali dihadapkan pada…

GMNI UHT Surabaya: Mispersepsi Pemerintah Soal “Bendera One Piece”

Marhaenist.id, Surabaya - Beberapa kesempatan terakhir, Indonesia melalui media sosialnya digemparkan dengan…

Gelar Diskusi Bersama Para Pakar, GMNI Jaksel Bahas Otoritarianisme Legal: Antara Hukum dan Kekuasaan

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Akar Desa Indonesia Bersama DEN Dorong Net Zero Emission dari Desa

Marhaenist.id - Jakarta, 6 September 2024 ,Akar Desa Indonesia, sebagai organisasi nasional…

Omnibus Law Ciptakan Badai PHK Kian Melonjak

Marhaenist - Angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terus meningkat. Sepanjang tahun ini,…

Beri Sambutan Dalam Pembukaan Konferda V PA GMNI Jakarta Raya, Pramono Anung Soroti Tingginya Ketimpangan Sosial di Jakarta

Marhaenist.id, Jakarta — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa salah satu persoalan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?