Marhaenist.id – Pendidikan adalah hal yang paling fundamental juga menjadi kunci utama dalam menunjang kemajuan suatu bangsa, Dalam Pendidikan juga mempelajari tentang proses pewarisan pengetahuan dan keterampilan, sekaligus sifat dan karakter manusia.
Tidak hanya itu, Pendidikan juga menjadi proses sadar dan terencana unuk Mengenbangkan potensi diri siswa secara menyeluruh, yang menyakup spiritual, kepribadian, kecerdasan, dan juga rasa empati yang tinggi, serta keterampilan yang di perlukan oleh siswa dan juga masyarakat.
Banyak masyarakat yang masih kurang perduli dengan Pendidikan, beranggapan kalo Pendidikan tidak seberapa penting padahal Pendidikan adalah hal yang paling fundamental, Pendidikan merupakan pilar utama dalam pembangunan suatu bangsa. Melalui pendidikan, manusia dibekali kemampuan berpikir kritis, berinovasi, dan berkontribusi terhadap kemajuan masyarakat.
Tak berlebihan jika kualitas pendidikan suatu negara menjadi indikator penting dalam menilai tingkat kemajuan dan kesejahteraannya. Namun, seberapa besar sebenarnya pengaruh atau “persentase” pendidikan terhadap kemajuan dan kesejahteraan bangsa?
Pendidikan memiliki kontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Negara-negara maju seperti Finlandia, Jepang, dan Korea Selatan menunjukkan bahwa investasi besar di bidang pendidikan berbanding lurus dengan kemajuan ekonomi, teknologi, dan sosial mereka. Menurut data UNESCO, setiap peningkatan rata-rata lama sekolah satu tahun dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara hingga 0,37% per tahun.
Ini menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya faktor moral dan sosial, tetapi juga faktor ekonomi yang strategis. Dengan SDM yang berpendidikan tinggi, produktivitas meningkat, inovasi berkembang, dan daya saing global pun meningkat.
Sedangkan per hari ini menurut data Badan Pusat Statistik Indonesia menunjukan tingkat Pendidikan masyarakat kita masih di dominasi oleh lulusan Sekolah Dasar sebesar (22,27%), dan sekolah menengah (35,96%). sedangkang yang mempunyai gelar perguruan tinggi D1-S3 hanya sebesar (6,82%), dari data tersebut menunjukan kalo masyarakat kita kurangnya kesadaran di bidang Pendidikan, sedangkan Pendidikan bisa menunjang banyak hal diantaranya Kesejahteraan masyarakat juga tidak hanya diukur dari pendapatan, tetapi juga dari kualitas hidup seperti kesehatan, kesetaraan gender, dan stabilitas sosial. Pendidikan memainkan peran sentral dalam semua aspek tersebut.
Individu yang berpendidikan tinggi cenderung memiliki akses lebih baik terhadap pekerjaan yang layak, pendapatan yang stabil, serta kesadaran akan pentingnya kesehatan dan lingkungan. Berdasarkan laporan World Bank, pendidikan menyumbang hingga 40–50% terhadap peningkatan kesejahteraan sosial-ekonomi suatu bangsa.
Selain itu, pendidikan juga menurunkan tingkat kemiskinan dan pengangguran. Masyarakat yang terdidik memiliki kemampuan untuk menciptakan peluang kerja baru, baik melalui inovasi maupun kewirausahaan. Hal ini menciptakan efek domino terhadap peningkatan ekonomi nasional.
Meskipun pendidikan memiliki kontribusi besar, Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan seperti kesenjangan akses, kualitas guru, serta relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri modern.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada tahun 2024, rata-rata lama sekolah di Indonesia baru mencapai sekitar 8,9 tahun, artinya masih banyak masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan menengah.
Rendahnya kualitas pendidikan di beberapa daerah menyebabkan ketimpangan dalam kesejahteraan. Wilayah dengan tingkat pendidikan tinggi seperti DKI Jakarta dan Yogyakarta cenderung memiliki indeks pembangunan manusia (IPM) dan tingkat kesejahteraan lebih tinggi dibanding wilayah dengan pendidikan rendah.
Jika dilihat dari berbagai indikator ekonomi dan sosial, para ahli memperkirakan kontribusi pendidikan terhadap kemajuan dan kesejahteraan bangsa mencapai 60–70%. Sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti kebijakan pemerintah, stabilitas politik, sumber daya alam, dan infrastruktur. Namun, pendidikan tetap menjadi faktor dominan karena menentukan kualitas manusia yang mengelola seluruh aspek pembangunan.
Pendidikan memiliki peran yang sangat fundamental bahkan mencapai sekitar 70% terhadap kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Tdak hanya itu, Pendidikan juga memeliki korelasi yang sangat besar di dalam suatu pekerjaan. Tanpa pendidikan yang merata, berkualitas, dan relevan dengan perkembangan zaman, kemajuan ekonomi dan sosial sulit dicapai secara berkelanjutan.
Oleh karena itu, investasi di bidang pendidikan bukanlah beban, melainkan kunci utama menuju bangsa yang maju, mandiri, dan sejahtera. Membangun Indonesia yang makmur dimulai dari membangun manusia yang cerdas, beretika, dan berdaya saing melalui pendidikan yang inklusif, dan juga sistematis.***
Penulis: Raditia Ivan, Ketua Bidang Kaderisasi GMNI Hukum UWKS.