By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Manifesto GMNI di Tengah Jerat Hegemoni Sosial
Tanggapi Akan Adanya Pelaporan Firman Masengi, Pimred Marhaenist.id: Tuduhan Harus Diuji Secara Adil, Jangan Bungkam Ruang Kritik
Mengapa Kepemilikan Alat Produksi tetap menjadikan Marhen Miskin?
Routa Dikepung Oligarki Nikel dan Rakyat Dipinggirkan, DPP GMNI Bidang ESDM Siap Bergabung dalam Koalisi Besar Save Routa
GMNI Cabang Bandung, Rumah yang Menghidupkan Pikiran dan Perjuangan

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

(Jika) Bobibos vs Pertamina: Pertarungan Nilai, Etika, dan Kuasa di Tengah Krisis Kepercayaan Publik

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 13 November 2025 | 17:24 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Penampakan Bobibos (Sumber: Bisnis.com)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Dalam beberapa waktu terakhir, publik dihebohkan oleh memanasnya isu antara Bobibos, sebuah perusahaan swasta yang tengah naik daun di sektor energi alternatif dan Pertamina, raksasa BUMN yang selama puluhan tahun mendominasi industri migas nasional. Perseteruan ini bukan sekadar soal bisnis, melainkan soal narasi kekuasaan, transparansi, dan arah masa depan energi Indonesia.

Pertarungan Dua Paradigma

Pertamina, sebagai perusahaan milik negara, telah menjadi simbol dominasi energi fosil. Ia menguasai infrastruktur strategis, dari hulu ke hilir: mulai dari eksplorasi minyak, pengolahan, hingga distribusi bahan bakar ke seluruh penjuru negeri.

Namun, di balik posisinya yang kokoh, muncul kritik soal efisiensi, transparansi, dan monopoli yang kerap menyingkirkan pemain baru.

Di sisi lain, Bobibos muncul sebagai wajah baru industri energi modern. Dengan pendekatan teknologi bersih, efisiensi digital, dan transparansi manajerial, Bobibos menjadi representasi generasi baru bisnis energi yang lebih fleksibel, adaptif, dan berpihak pada keberlanjutan lingkungan.

Konflik yang muncul antara keduanya menggambarkan benturan antara tradisi lama dan semangat perubahan.

Persoalan Bukan Sekadar Bisnis

Persaingan Bobibos vs Pertamina tidak bisa hanya dibaca sebagai persaingan ekonomi. Di baliknya, ada dimensi etis dan politik yang jauh lebih dalam. Publik menuntut keterbukaan: apakah kebijakan negara dalam sektor energi benar-benar berpihak pada kemajuan, atau sekadar mempertahankan dominasi korporasi lama yang tidak siap berubah?

Jika benar Bobibos menjadi korban ketidakadilan atau perlakuan diskriminatif dalam pengelolaan izin, kontrak, atau distribusi energi, maka kita sedang menyaksikan cermin buram tata kelola energi nasional. Negara seharusnya menjadi wasit yang adil, bukan pemain yang memihak.

Momentum untuk Reformasi Energi

Kasus Bobibos vs Pertamina sesungguhnya bisa menjadi momentum pembenahan besar. Pemerintah perlu menegaskan keberpihakan pada kompetisi sehat dan inovasi teknologi, bukan pada kepentingan kelompok tertentu. Jika energi masa depan berbasis keberlanjutan, maka kebijakan energi nasional pun harus membuka ruang bagi pelaku baru seperti Bobibos. Selama mereka transparan, kredibel, dan berpihak pada kepentingan publik.

Baca Juga:   Pahlawan Soeharto dan Negara Amnesia

Mencari Keadilan dalam Energi

Di tengah gejolak ini, masyarakat menaruh harapan agar konflik Bobibos vs Pertamina tidak berakhir sebagai sekadar drama bisnis yang hilang dalam waktu. Lebih dari itu, kita perlu menjadikannya refleksi: apakah negara masih menjadi pelindung keadilan ekonomi, atau justru bagian dari sistem yang mempertahankan oligopoli energi?

Energi adalah urat nadi bangsa. Maka, siapapun yang memonopolinya tanpa transparansi, pada akhirnya sedang mengkhianati masa depan rakyat.


Catatan Redaksi: La Ode Mustawwadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Manifesto GMNI di Tengah Jerat Hegemoni Sosial
Rabu, 15 April 2026 | 14:58 WIB
Tanggapi Akan Adanya Pelaporan Firman Masengi, Pimred Marhaenist.id: Tuduhan Harus Diuji Secara Adil, Jangan Bungkam Ruang Kritik
Rabu, 15 April 2026 | 14:13 WIB
Mengapa Kepemilikan Alat Produksi tetap menjadikan Marhen Miskin?
Selasa, 14 April 2026 | 20:54 WIB
Routa Dikepung Oligarki Nikel dan Rakyat Dipinggirkan, DPP GMNI Bidang ESDM Siap Bergabung dalam Koalisi Besar Save Routa
Selasa, 14 April 2026 | 19:40 WIB
GMNI Cabang Bandung, Rumah yang Menghidupkan Pikiran dan Perjuangan
Selasa, 14 April 2026 | 19:26 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Diterpa Berita Hoax, Dendy Setiawan Tegaskan Kembali Tak Akan Mencalonkan Diri sebagai Ketum ataupun Sekjend DPP GMNI

Marhaenis.id, Surabaya - Beredar adanya berita hoaks yang mengatakan bahwa M Ageng…

Cipayung Plus Kendari Gelar Doa Bersama di Depan Polda Sultra Peringati 6 Tahun Gugurnya Randi-Yusuf

Marhaenist.id, Kendari - Organisasi Kemahasiswaan Cipayung Plus Kota Kendari yang terdiri dari…

Ketua DPK GMNI Teknik UHO Soroti Kondisi Pelabuhan Waode Buri Buton Utara, Desak Pemerintah Segera Lakukan Perbaikan

Marhaenist.id, Buton Utara — Ketua Dewan Pimpinan Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional…

Ketua Mahkamah Agung (MA) H.M. Syarifuddin. FILE/MA

Ketua MA Sikapi Masukan KPK, Ini Langkah Hakim Agung

Marhaenist - Ketua Mahkamah Agung (MA) H.M. Syarifuddin menyikapi saran dan masukan…

Bukan Sekadar Jabatan! Inilah Rahasia Ahmad Basarah Bisa Bertahan 5 Periode di Senayan Tanpa Tergoyahkan

Marhaenist.id - Dalam dunia politik yang dinamis dan penuh kejutan, bertahan di…

Alumni UI Garda Pancasila (AUIGP) Dukung DPR-RI Gunakan Hak Angket

Marhaenist.id, Jakarta - Alumni Universitas Indonesia Garda Pancasila (AUIGP) mendukung DPR RI…

Foto:

IUP bagi Perguruan Tinggi Menyalahi Tridharma Perguruan Tinggi

Marhaenist.id - Setelah sebelumnya ormas keagamaan mendapat karpet merah dalam pengajuan Izin…

DPP GMNI Desak Prabowo Subianto Keluar dari Board of Peace, Soroti Inkonsistensi AS–Israel di Tengah Konflik Iran

Marhaenist.id, Jakarta — Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran…

GMNI Jakarta Timur Gelar Dies Natalis ke-71, Gaungkan Semangat Perjuangan di Bulan Ramadan

Marhaenist.id, Jakarta – Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-71, Gerakan Mahasiswa Nasional…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?