By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Artikel

Metodologi KIV: Sebagai Alat Perjuangan GMNI Melawan Tangangan Zaman

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 10 Oktober 2025 | 14:12 WIB
Bagikan
Waktu Baca 13 Menit
Foto: Jansen Kurniawan, Kader GMNI asal UKI Jakarta/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Kaderisasi dan Ideologi adalah roh penting yang menentukan bagaimana jalannya suatu organisasi, termasuk bagi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) itu sendiri. Bagaimana menciptakan suatu kaderisasi yang mampu menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas baik secara organisasatoris maupun memahami arah gerak yang seharusnya serta menselaraskannya dengan ideologi yang merupakan suatu pegangan penting bagi setiap anggota maupun kader GMNI baik ideologi Marhaenisme maupun ajaran-ajaran Bung Karno serta prinsip-prinsip organisasi GMNI.

Oleh karena itu memperhatikan bagaimana jalannya kaderisasi maupun organisasi adalah suatu hal yang wajib hukumnya untuk dicermati serius oleh seluruh anggota dan kader GMNI baik ditingkatan paling dasar yaitu Dewan Pimpinan Komisariat bahkan hingga sampai struktur paling atas yaitu Dewan Pimpinan Pusat.

Namun harus kita akui dalam menjalankan kaderisasi maupun ideologi di tubuh GMNI itu sendiri masih belum terdeliver sepenuhnya baik terhadap anggota maupun kader saat ini terlebih bagi mereka yang baru melalui proses Pekan Penerimaan Anggota Baru GMNI.

Banyak faktor yang menyebabkan mandeknya proses kaderisasi dalam rangka mengokohkan semangat ideologi itu sendiri, namun disini saya akan membahas faktor yang paling krusial yaitu masih konvensionalnya pendekatan kaderisasi yang dilakukan.

Perlu digaris bawahi kritik terhadap pola yang konvensional ini, bukan semata-mata untuk mendiskreditkan prinsip-prinsip organisasi GMNI bahkan meninggalkan hal-hal yang sakral bagi sebagian kader-kader GMNI tetapi menemukan suatu formulasi bagaimana agar hal-hal yang dianggap prinsip juga sakral ini dapat terdeliver bagi seluruh anggota maupun kader GMNI.

Mayoritas anggota dan kader GMNI saat ini bahkan hampir seluruhnya merupakan Generasi Z atau yang biasa disingkat dengan Gen-Z. Gen-Z sendiri merupakan suatu generasi yang lahir pada tahun 1997 sampai dengan tahun 2012 artinya mereka berusia 13 tahun sampai dengan 28 tahun. Karakteristik Gen-Z itu sendiri ialah orang-orang yang praktis, digital native yang artinya tumbuh dengan teknologi, serta memiliki fleksibiltas dan sebagainya.

Mereka adalah orang-orang dengan pendekatan zaman berbeda sehingga dalam melakukan kaderisasi demi doktrinisasi ideologi pun harus dilakukan dengan cara yang adaptif tanpa meninggalkan hal yang tidak boleh ditinggalkan. Maka dari itu menciptakan visualisasi dalam melakukan kaderisasi yang modern tetapi tidak meninggalkan hal yang dianggap jangan pernah ditinggalkan harus dilakukan agar kaderisasi dan ideologi dapat terdeliver bagi setiap mereka yang ingin dituju.

Dari berbagai konteks apabila diartikan visual ialah gambar,grafik atau visual yang digunakan untuk komunikasi seperti dalam bentuk media,seni, gambar, atau grafik yang bertujuan untuk mengkomunikasikannya kepada mereka yang melihatnya.

Disini saya mengajak kepada semuanya untuk memanfaatkan visual sebagai alat untuk melakukan kaderisasi dengan tujuan mendoktrinisasi ideologi dengan pendekatan yang dapat diterima bagi gen-Z yang hari ini sedang berproses termasuk mereka yang akan memilih GMNI sebagai laboratorium berproses untuk menciptakan suatu karya yang revolusioner dimasa depan.

Baca Juga:   Semaoen, Sang Pendiri Partai Komunis di Indonesia

Metodologi KIV atau yang disingkat dengan Kaderisasi Ideologi Visual adalah metodologi yang coba saya tawarkan sebagai referensi dalam proses kaderisasi GMNI dalam memenangkan zaman. Berikut ini metodologi KIV itu sendiri.

1. Menyusun konsep maupun isi materi dasar GMNI dalam bentuk konten visual

Materi dasar GMNI adalah materi yang wajib untuk dipahami oleh seluruh anggota maupun kader GMNI. Materi wajib dasar GMNI sering ditemukan diPPAB yang meliputi Pengantar Marhaenisme, Pengantar Nasionalisme, Pengantar Kesarinahan, Ke-GMNI an maupun materi Muatan Lokal yang merupakan materi disesuaikan dengan kebutuhan DPK maupun DPC yang menyelenggarakan PPAB tersebut. Materi dasar GMNI yang dibawakan ketika PPAB ini adalah perkenalan awal untuk memperkenalkan apa itu GMNI baik lapisan dasarnya, isi dari gerakan itu sendiri maupun inti dari gerakan dalam skala yang mikro. Sebelum pasca pengenalan diPPAB akan masuk dalam jenjang pengkaderan yaitu Kaderisasi Tingkat Dasar.

Mayoritas peserta PPAB adalah para Gen-Z yang masih belum sepenuhnya memahami apa itu gerakan kaderisasi serta beberapa bahkan sudah terjebak dalam pola zaman yang visual hingga terjebak dalam cara pikir bahkan laku yang praktis. Oleh karena itu sebagai orang gerakan kita perlu menggunakan adaptasi kaderisasi yang praktis namun tidak meninggalkan ideologi. Ini konsep materi dasari KIV ala saya sendiri dengan pendekatan yang nyentrik tetapi harus menyisipkan nilai-nilai ideologis dalam PPAB:

• Visual Pengantar Marhaenisme

Animasi Perkenalan Bung Karno dengan Marhaen (5 menit) dan Animasi Bung Karno menjelaskan Marhaen dengan Mbappe, Kobe Bryan, Kim Nam Joun dan Niall Horan (10 menit)

• Visual Pengantar Nasionalisme

Animasi sedang nongkrong dicafe dengan pakaian Gen-Z Adolf Hitler, Otto Bauer, Sun Yat Sen dan beberapa tokoh nasionalisme berdebat soal nasionalisme siapa yang benar (10 menit) dan Bung Karno jadi penengah sambil video call dengan mereka menjelaskan nasionalisme yang benar ala Indonesia (5 menit)

• Visual Pengantar Kesarinahan

Animasi Taylor Swift dengan berkeras Feminis paling benar dan Jennie Blackpink meyakini Emansipasi Wanita yang paling benar dimall berdebat (10 menit) kemudian ditengahi oleh perempuan Indonesia yang didesain dengan wajah terserah memperkenalkan apa itu sarinah (5 menit).

• Visual Pengantar Ke-Gmni an dan Keorganisasian

Konten singkat dengan melibatkan artis Indonesia yang sangat terkenal (Perlu dilakukan kerjasama dengan yang bersangkutan terlebih dulu agar konten dapat dilakukan).Ketua Umum DPP GMNI dan artis tersebut saling diskusi memperkenalkan GMNI dengan background sedang duduk santai setelah main padel (15 menit)

• Muatan Lokal

Karena berbicara soal keadaan lokal maupun kebutuhan kaderisasi disetiap DPK atau pun DPC yang menyelenggarakan PPAB maka akan dikembalikan ke DPK atau pun DPC asal untuk menentukan secara independen mau membawa pendekatan metodologi materi seperti apa.

Sistem Materi KIV

a. Jalannya materi dilakukan dengan fasilitator untuk mengarahkan jalannya PPAB

Baca Juga:   Bung Karno: Semboyan Kita Banyak Bicara, Banyak Bekerja

b. Setelah materi akan dilakukan pertanyaan oleh fasilitator terhadap satu persatu peserta PPAB tanpa terkecuali mengenai apa yang dapat dipahami dari materi ini? Untuk mengukur sejauh mana calon anggota dapat memahaminya.

c. Perlu dilakukan diskusi lanjutan pasca PPAB dan mengarahkan kepada anggota yang baru saja di PPAB untuk mengikuti proses kaderisasi di KTD.

2. PPAB di DPK dan DPC seluruh Indonesia dengan metode KIV, bukan dengan metode ceramah.

Hampir seluruh kegiatan diGMNI selalu diadakan dalam bentuk ceramah. Ada pemateri dan moderator serta audiens mendengarkannya. Pola-pola konvensional ini bukanlah sesuatu yang keliru bahkan harus terus dilakukan namun harus menyesuaikan, tetapi untuk menghadapi mayoritas Gen-Z yang merupakan calon anggota belum sepenuhnya menyatu dengan gerakan serta serba praktis ini maka adaptasi kaderisasi perlu dilakukan termasuk dalam melakukan pola gerakan kaderisasi.

Menurut cara pandang saya yang dianggap awam ini, maka dalam PPAB yang merupakan masa perkenalan sebelum masuk ketahapan kaderisasi maka kita harus berani melakukan adaptasi dengan tetap menyisipkan nilai-nilai ideologi dalam proses kaderisasi.
Pendekatan KIV dengan menggunakan fasilitator dan tidak dalam bentuk ceramah dengan pemateri beserta moderator harus berani dilakukan agar adaptasi gerakan dapat dilakukan. Menurut saya pola pemateri dan moderator dalam bentuk ceramah materi alangkah baiknya tetap dilakukan tetapi dalam proses kaderisasi seperti KTD, KTM, dan KTP bukan lagi dimasa perkenalan.

Dimasa perkenalan ini, kita memperkenalkan materi dasar GMNI dengan metode fasilitator dengan pengarahan berbasis visual agar lebih efisien serta para calon anggota baru ini tidak mengalami shock culture tetapi kultur kaderisasi dengan mengedapankan ideologi ini kita lakukan dengan tepat sasaran bukan lagi pemaksaan yang tidak tepat sasaran.

3. Melibatkan para ahli dan pakar bahkan pelaku yang memahami desain visual agar membantu mendesain visual yang tepat sasaran

Dalam melakukan KIV ini maka mempersiapkan konsep maupun desain visual yang tepat sasaran perlu dilakukan. GMNI adalah organisasi kader yang bicara soal gerakan, namun gerakan ini tidak mampu berdiri sendiri termasuk dalam melakukan kaderisasi sehingga perlu adanya mitra strategis dalam memastikan kerja-kerja kaderisasi juga ideologi dapat terlaksana dengan baik.

Dalam menyusun animasi visual maupun konten dalam KIV maka perlu menggandeng para akademisi yang memahami visual, para pelaku visual baik pengamat maupun para pelaku usaha didunia visual serta para pemerhati GMNI yang memahami konsepsi ajaran-ajaran GMNI yang sudah diakui kualitas maupun kredibilitasnya dalam bentuk kerjasama strategis demi mendukung proses desain kaderisasi GMNI agar dapat berjalan optimal serta mendapatkan banyak konsep-konsep brilian mengenai KIV dengan pendekatan yang konstruktif agar KIV ini tidak hanya menyentuh salah satu diantara kaderisasi, ideologi, dan visual tetapi mampu menyentuh ketiganya.

4. Sosialisasi sebagai bentuk pengenalan KIV sebagai alat perjuangan ditingkat basis pemula

Baca Juga:   Masyarakat Burnout: Dari Disipliner ke Pasca-Disipliner

Suatu konsepsi tanpa pengelanan maka tidak akan dapat tereksekusi dengan baik. Maka dari itu dalam memastikan KIV ini dapat berjalan sebagaimana mestinya perlu dilakukan suatu pengenalan yang dilakukan oleh DPP sebagai pucuk pimpinan terhadap seluruh pelaku ditingkat basis terutama setiap DPC selaku pengampu dari setiap DPK yang merupakan akar dari gerakan ini.

Menurut saya DPP harus melakukan sosialisasi baik dalam bentuk online maupun langsung. Sosialisasi harus dilakukan dalam bentuk zoom dengan membagi DPC per kelompok dan diadakan sekali dalam setiap kelompok sampai semua kelompok selesai. Setelah zoom selesai maka untuk finalisasi DPP perlu memfasilitasi suatu pelatihan dengan meminta DPC mengutus satu delegasi dalam bentuk pelatihan KIV GMNI se-Indonesia untuk memberikan pemahaman bagaimana KIV ini dapat dilakukan.

5. Timeline KIV dengan empat kerangka yang terstruktur DSIE (Desain, Sosialisasi, Implementasi dan Evaluasi).

Sebelum masuk dalam ranah konsepsi dan eksekusi maka menentukan timeline adalah hal yang sangat diperhatikan dalam melakukan suatu program kerja yang nyata. Sebab dengan timeline kita dapat melakukan penjadwalan dalam kerja agar kiranya diberi batasan kapan harus dilakukan serta kapan harus selesai dengan menyesuaikan terhadap kemampuan pelaku organisasi itu sendiri.

Dewan Pimpinan Pusat terlebih yang berkaitan dengan Bidang Kaderisasi harus menentukan target kerja yang menyesuaikan dengan kemampuan. Soal kongres Persatuan adalah hal yang penting, namun tidak kalah penting memperhatikan kaderisasi. Oleh karena itu sebelum melakukan agenda KIV ini maka menentukan timeline adalah hal yang terpenting, namun saya pribadi akan mencoba menggunakan asumsi yang tanpa dasar ini karena saya tidak di Dewan Pimpinan Pusat dalam menentukan timeline KIV dengan empat kerangka desain ini.

Desain:

Menyusun naskah cerita materi dasar oleh Bidang Kaderisasi DPP GMNI beserta mitra strategis (1 bulan)
Membuat desain visualisasi oleh Bidang Kaderisasi DPP GMNI bersama pelaku visual (2 minggu)

Sosialisasi:

~ Zoom Rutinan (Selama 1 bulan DPP GMNI Bidang Kaderisasi menyelenggaran dengan membagi DPC kebeberapa kelompok)

~ Persiapan Menyelenggarakan Pelatihan KIV (2 minggu)

~ Pelatihan KIV se-Indonesia (2 hari)

Eksekusi:

~ DPK melakukan PPAB dengan metodologi KIV (1 bulan pemantauan)

Evaluasi :

~ Bidang Kaderisasi DPP GMNI melakukan evaluasi terhadap metodologi KIV (1 minggu)

~ Sosialisasi rekomendasi (finalisasi KIV)

Akhir kata ini hanya sebatas rekomendasi dari kader yang mungkin bagi sebagian teman-teman GMNI dianggap keliru dan melangkahi kebiasaan, tetapi hal-hal yang revolusioner justru dimulai dari keberanian untuk bersuara bahkan memperjuangkan sesuatu.

Disini saya hanya menawarkan rekomendasi yang bisa menjadi referensi yang menimbulkan cemoohan, kritik yang tajam namun bisa saja sebaliknya menjadi awal mula gagasan yang bisa dikembangkan oleh teman-teman GMNI sekalian yang memiliki gagasan yang lebih brilian menjadi lebih paripurna lagi demi terwujudnya sistem kaderisasi GMNI yang tepat sasaran.


Penulis: Jansen Henry Kurniawan, Kader GMNI Pemerhati Kaderisasi.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Pertemuan antara Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani dan Ketua Umum (Ketum) Golkar Airlangga Hartarto di kawasan Monas, Jakarta (08/10/2022). FILE/Detik

Temui Ketua Umum Golkar, Puan Maharani Bahas Hal Ini

Marhaenist - Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto menjadi ketum parpol yang keempat…

Mengapa PDI Perjuangan Memecat Joko Widodo?

Marhaenist.id, Jakarta - PDI Perjuangan resmi memecat pemecatan Joko Widodo (Jokowi), Gibran…

Kekerasan Aparat Mewarnai Aksi Tolak UU TNI

Marhaenist.id, Jakarta - Aksi unjuk rasa Ratusan Mahasiswa dan Koalisi Masyarakat Sipil…

Surat Untuk Pemimpin Negeri: Akses Jalan Inamosol SBB Butuh Perhatian Negara

Marhaenist.id - Jalan mempunyai peran penting terutama menyangkut perwujudan perkembangan antar wilayah…

Gelar Rangkaian Pra Konferda V, DPD PA GMNI Jakarta: Paradigma Baru Perjuangan di Kota Global

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Akui Miliki HGU Nyaris 500 Ribu Hektare, GMNI: Prabowo Simbol Oligarki

Marhaenist.id, Jakarta - Prabowo mengungkap sebelum jadi Menteri Pertahanan sudah punya 500 ribu…

GMNI Jombang Dukung Forum Nasional Komunikasi Persatuan: Langkah Konkret Akhiri Dualisme

Marhaenist.id- Jombang - Dalam semangat persatuan dan nilai-nilai perjuangan ideologis, Dewan Pimpinan…

Mengapa Bung Karno Melepas Seluruh Kenegaraaan di Makam Rasullulah?

Marhaenist.id - Pada tahun 1955, Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, menunaikan…

Pilkada 2024: Kesadaran Politik Pemilih Muda 

Marhaenist.id - Masyarakat Indonesia akan menggelar Pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?