By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
DPP GMNI Mendorong Pelaksanaan UHC: Tidak Menyisakan Ketimpangan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Marhaenis

Institut Sarinah Dukung Marsinah Sebagai Pahlawan Nasional dan Nyatakan Siap Tulis Buku tentang Perjalanan Perjuangannya

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 6 Oktober 2025 | 21:32 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Seminar Pengusulan Gelar Pahlawan untuk Marsinah yang diadakan di Kabupaten Nganjuk, Senin (6/10/2025)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Nganjuk – Pada Hari Senin siang (6/10/25) Sugesti dari Rampak Sarinah Surabaya dan Yayuk Yuliani dari Sekar Sarinah Nganjuk menghadiri undangan Kepala Dinsos Kabupaten Nganjuk menghadiri Seminar Pengusulan Gelar Pahlawan untuk Marsinah.

Pada kesempatan itu Sugesti menyampaikan paparan Naskah Akademik yang ditulis dan diusulkan oleh Institut Sarinah Jakarta.

Seminar dibuka oleh Kepala Dinsos Kabupaten Nganjuk, Haris Jatmiko, S.Pd,M.Si yang menyatakan bahwa inisiatif tersebut mendapat dukungan dari banyak pihak.

Bupati Nganjuk, Dr Marhaen Djumadi menyatakan bahwa seminar tersebut merupakan tahapan terakhir sebleum pengajuan resmi pengusulan gelar pahlawan nasional untuk Marsinah.

“Minggu depan semua dokumen akan dijilid dan disampaikan kepada Gubernur Jawa Timur untuk diteruskan ke Kementrian Sosial,” jelas Bupati Marhaen.

Sugesti, SE mewakili Institut Sarinah menyampaikan presentasi Naskah Akademik dasar pengusulan gelar pahlawan untuk Marsinah.

“Pengusulan ini penting, untuk menunjukkan bahwa sosok perempuan dan dari kalangan masyarakat kecil yaitu buruh juga pantas dijadikan pahlawan nasional karena perjuangannya yang konkrit dan terukur bagi bangsa Indonesia,” jelasnya.

Selain berjuang untuk kenaikan upah buruh, almarhum Marsinah juga melakukan pembelaan ke teman-teman buruh dengan mendatangi Koramil Porong-Sidoarjo di tahun 1993.

“Ia sosok yang gigih, jujur, pemberani, dan mau berkorban demi kepentingan bersama. Karakter yang perlu diteladani saat ini,” jelas Sugesti.

Selain Sugesti dari Rampak Sarinah Surabaya, hadir juga sebagai narasumber Anang Suhartoyo, SH; Supriyadi, S.H., dan Radik Rasadiguna, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Kemensos RI.

Seminar yang berlangsung di Pendopo KRT Sosroekoesomo Kabupaten Nganjuk dihadiri oleh 175 peserta terdiri dari Wakil Bupati, Trihandy Cahyo Saputro, S.T, perwakilan dinas-dinas, Ormas, LSM, Jaksa, Aparat Kodim, Mahasiswa dll. Marsini, Kakak almarhumah Marsinah turut hadir mewakili keluarga Marsinah.

Baca Juga:   Wacana Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, GSNI Surabaya Khawatir Bentuk Pengkhianatan Integritas Bangsa

Seluruh peserta membubuhkan tandatangan sebagai pernyataan dukungan atas pengusulan yang diajukan Pemda Nganjuk tersebut.

Disisi lain, Eva Sundari, pendiri Institut Sarinah sebagai salah satu Tim Penulis Naskah Akademik (selain Fanda Puspitasari) menyatakan harapannya agar proses pengusulan dapat berjalan cepat sehingga Marsinah sudah bisa diangkat menjadi pahlawan nasional pada November 2025 yang akan datang.

“Kami berharap agar proses pengusulan gelar pahlawan terhadap Marsinah dapat berjalan dengan cepat sehingga Marsinah sudah bisa diangkat menjadi pahlawan nasional pada November 2025 yang akan datang,” ujarnya, Senin (6/10/2025).

Selain itu, Institut Sarinah juga menyatakan kesiapan untuk menulis buku tentang Perjuangan Marsinah sebagaimana diusulkan oleh Bupati Nganjuk pada saat pidato peresmian pengusulan gelar Pahlawan kepada Marsinah di seminar tersebut.

“Institut Sarinah siap menulis buku tentang perjalanan perjuangan Marsinah, seperti yang diusulkan oleh Pak Bupati Nganjuk dalam seminar Pengusulan Gelar Pahlawan untuk Marsinah tersebut,” tandasnya.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

DPP GMNI Mendorong Pelaksanaan UHC: Tidak Menyisakan Ketimpangan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:01 WIB
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. MARHAENIST

PDI Perjuangan Capreskan Ganjar Pranowo, PA GMNI Jatim: Ganjar Keluarga Besar GMNI

Marhaenist - Berbagai elemen masyarakat, salah satunya Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional…

GMNI: Konstitusi Dibegal, Demokrasi Dikebiri

MARHAENIST - Dalam UUD tahun 1945 hasil amandemen, Pasal 1 Ayat (2)…

Lagi Viral Filem Dirty Vote, Inilah Sinopsis atau Ringkasan Ceritanya

Marhaenist.id - Film dokumenter eksplanatory "Dirty Vote" yang dirilis pada 11 Februari…

Kinerja Kepolisian Dipertanyakan, GMNI Mimika: Patroli Tidak Efisien Sebabkan Korban Begal di Mimika

Marhaenist.id, Timika - Kinerja aparat kepolisian di Kabupaten Mimika kembali menuai sorotan.…

Ancaman Pidana dan Krisis Penegakan Hukum: Vakum Badan Sengketa PDP

Marhaenist.id - UU PDP dan Fondasi Keamanan Hukum - Undang-Undang Nomor 27…

Mengapa Status Bencana Nasional di Sumatera Tidak Diberlakukan?

Marhaenist.id - Ketika rumah-rumah hanyut, jalan terputus, dan warga bertahan hidup dengan…

Anggota Polri yang Duduki Jabatan Sipil Harus Mundur atau Pensiun

Marhaenist.id, Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia…

Salah Satu Pendiri GMNI Wafat, Media Marhaenist.id Bersedih dan Merasa Kehilangan

Marhaenist.id, Kendari - Media Marhaenist.id menyampaikan duka cita yang mendalam dan kesedihannya…

Tanggapi Dualisme yang Sedang Terjadi, DPC GMNI Sejabodetabeksu Layangkan Pernyataan Sikap

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?