By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Infokini

Mahasiswi STIH IBLAM Angkat Isu HAM dan Demokrasi dalam Lomba Esai GALAKSI 2025

Trian Walem
Trian Walem Diterbitkan : Senin, 6 Oktober 2025 | 01:42 WIB
Bagikan
Waktu Baca 2 Menit
Foto: Stevani Evarista dan Salwa Azhari Riefhantza Putri (Mahasiswi STIH IBLAM) Bersama Dosen Pendamping Prof. Dr. Gunawan Nacrahwi S.H,M.H. MARHAENIST
Foto: Stevani Evarista dan Salwa Azhari Riefhantza Putri (Mahasiswi STIH IBLAM) Bersama Dosen Pendamping Prof. Dr. Gunawan Nacrahwi S.H,M.H. MARHAENIST
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta, – Dua mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) IBLAM, Stevani Evarista dan Salwa Azhari Riefhantza Putri, berhasil menarik perhatian melalui karya ilmiah mereka yang membedah perjalanan panjang penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia.

Esai bertajuk “HAM, Kekuasaan, dan Demokrasi: Periodisasi dan Pergulatan Politik Hukum di Indonesia” itu diikutsertakan dalam Lomba Esai GALAKSI 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya.

Dalam tulis esai itu, keduanya menyoroti ketegangan antara kekuasaan politik dan penegakan hukum dari masa ke masa, mulai dari Era Orde Lama, Orde Baru, hingga Reformasi. Mereka menilai bahwa sejarah politik hukum di Indonesia belum sepenuhnya berpihak pada rakyat dan masih menyisakan banyak catatan kelam pelanggaran HAM. “Negara belum menjadi common good yang benar-benar memihak kepentingan seluruh rakyat,” tulis mereka dalam esai tersebut.

Stevani dan Salwa menjelaskan, masa Orde Lama di bawah Presiden Soekarno ditandai dengan penerapan konsep HAM komunal yang menitikberatkan pada kepentingan bangsa di atas individu. Namun, pendekatan itu gagal mencegah tragedi politik 1965 yang menelan banyak korban.

Sementara itu, Orde Baru di bawah Soeharto disebut sebagai periode ketika hukum kehilangan independensinya. Dalam analisis mereka, kebijakan otoritarian, pembatasan kebebasan sipil, dan peristiwa seperti krisis moneter serta kerusuhan Mei 1998 menjadi bukti lemahnya perlindungan terhadap HAM.

Memasuki era Reformasi, keduanya menilai bahwa meskipun Indonesia telah mengesahkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM dan membuka ruang demokrasi, pelanggaran masih kerap terjadi. Mereka menyoroti ketimpangan sosial, korupsi, serta pelanggaran terhadap otonomi daerah sebagai bentuk kegagalan negara mewujudkan keadilan sosial.

Dalam penutupnya, Stevani dan Salwa menekankan pentingnya keberanian politik untuk membongkar impunitas serta membangun reformasi struktural agar demokrasi tidak hanya menjadi prosedural, melainkan menjamin keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca Juga:   Agung Nugroho: Proteksi Sosial Harus Bersama-Sama Kita Tingkatkan

Keduanya berharap karya tersebut dapat menjadi refleksi bagi generasi muda untuk lebih kritis terhadap praktik politik dan hukum di Indonesia. “Demokrasi harus hadir sebagai pembebas dan pelindung hak rakyat, bukan sekadar jargon politik,” ujar Stevani saat diwawancarai Marhaenist.id, pada Minggu (5/10/2025).

Penulis: Redaksi/Editor: Trian Walem

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Pengesahan RUU KUHAP Dinilai Terburu-Buru, Kritik Publik Menguat

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang…

Pelaku dan Aktivis Pemerhati Budaya Aji Barata Putuskan Maju di Pilkada Banyumas

Marhaenist.id, Banyumas - Seorang aktivis pemerhati dan pelaku budaya Bambang Barata Aji…

Kupas Pengaruh Globalisasi Demi Generasi Emas Indonesia, GMNI Dwitunggal FISIP UNRI dan GMNI Hang Tuah Tekankan Keteladanan Semangat Juang 1945

Marhaenist.id, Pekanbaru — Dewan Pengurus Komisariat (DPK) GMNI Dwitunggal FISIP Universitas Riau bersama…

Isi Masa Tenang, Ganjar Pilih Kongkow Lesehan Bareng Warga

Marhaenist.id, Semarang - Ganjar Pranowo mengisi masa tenang kampanye menonton Slank bersama…

Mantan penyidik senior KPK Novel Baswedan. Ari Saputra/Detik

Novel Baswedan: Tidak Ada Bukti Ganjar Terlibat Kasus e-KTP

Marhaenist - Eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyebut tidak…

GMNI Sultra Siap Berperan Aktif Mengawal Pikada Damai 2024

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiawa Nasional Indonesia (GMNI)…

Jelang Kongres Ke-22, M Ageng Dendy Setiawan Nyatakan Tak Maju Sebagai Calon Ketua Umum DPP GMNI

Marhaenist.id, Surabaya - Jelang kongres GMNI ke-XXII, bursa pencalonan sebagai ketua umum…

Tiada Hukuman yang Paling Layak Buat Perusak Hutan Kecuali Hukuman Mati

Marhaenist.id - Merusak hutan is not funny.”.Itu kalimat yang pernah dilontarkan Harrison…

Kampus Kelola Tambang, GMNI Jatim: Ancam Tujuan Utama Pendidikan

Marhenist.id, Surabaya - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?