By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
DPP GMNI Mendorong Pelaksanaan UHC: Tidak Menyisakan Ketimpangan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Kinerja Kepolisian Dipertanyakan, GMNI Mimika: Patroli Tidak Efisien Sebabkan Korban Begal di Mimika

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 3 September 2025 | 15:10 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto : Owen Tanlain, Wakabid OKK DPC GMNI Mimika (Ist)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Timika – Kinerja aparat kepolisian di Kabupaten Mimika kembali menuai sorotan. Hal ini dipicu oleh insiden yang menimpa salah satu kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Mimika, yang menjadi korban akibat Begal dan lambatnya respons dan patroli aparat keamanan di wilayah tersebut.

Menurut informasi yang diterima, kejadian bermula ketika aparat dinilai tidak menjalankan patroli secara optimal pada titik rawan kejadian.

Akibat kurangnya pengawasan dan keterlambatan aparat dalam merespons, peristiwa yang menimbulkan korban pun tak terhindarkan.

Salah satu kader GMNI Mimika menjadi korban begal dan hingga kini kasus tersebut masih menyisakan luka mendalam bagi keluarga dan Anggota maupun kader GMNI di Kabupaten Mimika

Dalam bertugas menjaga Kamtibmas Polri merujuk pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 yang memiliki tugas pokok untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

DPC GMNI Mimika melalui Wakbid OKK-nya, Owen Tanlain menilai bahwa aparat kepolisian seharusnya memiliki standar operasional yang jelas dan efisien dalam melaksanakan patroli.

“Kinerja kepolisian sangat kami pertanyakan. Ketidakefisienan dalam patroli membuat nyawa kader kami menjadi taruhannya. Ini bukti nyata bahwa pelayanan keamanan terhadap masyarakat masih jauh dari harapan,” tegasnya.

Owen Tanlain juga menambahkan, bahwa peristiwa ini harus menjadi evaluasi serius bagi institusi kepolisian agar tidak lagi abai terhadap kewajiban melindungi masyarakat.

“Peristiwa ini harus menjadi bahan evaluasi serius bagi pihak kepolisian agar tidak lalai lagi dan dapat melindungi keamanan setiap warga negara di Mimika,” sambungnya.

Owen Tanlain mendesak agar dilakukan investigasi mendalam dan meminta pimpinan kepolisian di daerah untuk mengaktifkan kamtibmas serta bertanggung jawab atas kelalaian yang terjadi.

Baca Juga:   GMNI di DIY Keluhkan Kurangnya Program Pengembangan Kader

“Saya juga meminta kepada Kapolres untuk segera melakukan investigasi untuk menemukan dan mencari pelaku dan mengaktifkan kamtibmas untuk melakukan tugas dan tanggung jawab melindungi masyarakat serta melakukan patroli secara rutin,” lanjutnya.

Owen Tanlain juga berharap kepolisian lebih sigap dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat di wilayah Papua Tengah dan tidak lagi ada korban.

“Pastinya seluruh Masyarakat Mimika pun berharap agar aparat kepolisian lebih sigap, transparan, dan profesional dalam menjalankan tugasnya, sehingga keamanan di wilayah Papua Tengah dapat benar-benar terjamin dan tidak lagi memakan korban dari kelalaian aparat Kabupaten mimika Provinsi Papua Tengah,” tandasnya.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

DPP GMNI Mendorong Pelaksanaan UHC: Tidak Menyisakan Ketimpangan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:01 WIB
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Sikapi Dugaan Pembunuhan Tahanan oleh Oknum Kepolisian, GMNI Polman Minta Pelaku di Hukum Sebarat-Beratnya

Marhaenist.id, Polman - Seorang tahanan laki-laki berinisial R, warga Dusun Tatamu, Desa…

Tanggapi Isu Keterlibatan dalam BPK, DPC GMNI Jember: Itu tidak Sah dan tidak Sesuai dengan Fakta Sebenarnya

Marhaenist.id, Jember - Belakangan ini, tengah beredar secara masif berbagai informasi dan…

Foto: Warga Kebun Sayur Geruduk Polda Metro Jaya Untuk Bebaskan Pak Juned dan Pak Jumadi Tanpah Syarat/MARHAENIST

Polda Metro Jaya Jakarta Didatangi Warga Kebun Sayur, Tuntut Pembebasan Pak Juned dan Pak Jumadi Tanpa Syarat

Marhaenist.id, Jakarta - Warga Kebon Sayur bersama Aliansi Perjuangan Warga Kebon Sayur…

Koperasi dan Era Anthropocene: Menjawab dengan Praktik atas Krisis Kemanusiaan dan Lingkungan

Seri Belajar Koperasi #1 Marhaenist - Praktik sistem kapitalisme industri yang berkembang…

Menjelang Kemerdekaan RI Ke 80 Dibawah Banyang-Banyang Premanisme dan Distopia Orwellian

Marhaenist.id – Ditengah gelombang tanda tanya dikalangan pengusaha perihal logo HUT ke…

Bertemu Ganjar di Kota Ambon, Aktivis Gemini Club Merasa Seperti Bertemu Saudara Kandung yang Terpisah

Marhaenist.id, Ambon - Kedatangan Ganjar Pranowo dalam Kampanye terbukanya di lapangan Merdeka…

Refleksi Hari Perempuan Internasional: Guyonan Seksis, Cerminan Mentalitas Bobrok!

Marhaenist.id - Perempuan selalu dielu-elukan sebagai simbol keindahan, kelembutan, dan inspirasi. Namun,…

Bapak Bangsa dan Pancasila-nya

Marhaenist.id - Bung Karno pernah bertanya kepada Presiden Yugoslavia, Josef Broz Tito,…

Gelar Dialog Interaktif, DPC GMNI Kendari Ulas Perspektif Pergerakan Perempuan di Masa Kini

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?