By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Kunjungan Seremonial Kepala BGN di Jember dalam Bayang Bayang
Indikasi Skandal dalam Program makan Bergizi Gratis
Komplikasi Program Makan Bergizi Gratis

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Politik Budi Nurani Ir. Sukarno

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 13 Juli 2025 | 17:10 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Yongki, Mantan Ketua DPC GMNI Malang/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Dalam menggambarkan tokoh-tokoh yang berani dan bijaksana, saya selalu dihinggapi perasaan kasihan pada nasib mereka. Hal ini tentu saja ada hubungannya dengan pengalaman hidup yang dirasakan oleh mereka.

Kalau kita percaya pada pepatah kuno bahwa fitnah lebih kejam dari pembunuhan, maka tidak berlebihan kalau pendapat saya mengatakan bahwa fitnah terhadap Sukarno adalah suatu tindakan yang paling brutal selama masa De-Sukarnoisasi. Meskipun begitu, Pria tangguh ini mampu melewati semuanya.

Sukarno adalah Presiden pertama Republik Indonesia seorang revolusioner yang gagah berani cinta persatuan. Tapi banyak yang tidak tahu bahwa ia adalah seorang Presiden yang tidak merasa ada hak istimewa.

Di saat Sukarno mudah ia harus menerima kenyataan pahit bahwa kolonialisasi dan penjajahan nyaris membuat sebagian rakyat Indonesia hidup tanpa harapan untuk merdeka.

Bahkan ia menyaksikan sendiri ketika rakyat kecil dipaksa bekerja untuk memenuhi kebutuhan orang-orang hidung belang itu. Sementara rakyat yang bekerja tertindas dan hidup dalam kemiskinan

Dalam kehidupan selanjutnya, Sukarno tumbuh besar dan memiliki kesadaran terutama dalam bidang politik, ekonomi dan budaya. Sukarno ingin melanjutkan perjuangan para pendahulunya, sebab itu ia gemar membaca buku-buku dari tokoh-tokoh seperti Karl Marx, Lenin, Gandhi, dan filsuf Eropa lainnya. Buku-buku itu memengaruhi pemikiran nasionalisme, sosialisme, dan anti-kolonialisme.

Sebagai pejuang-pemikir, yang memiliki komitmen untuk merdeka, ia telah membuktikan perjuangan di atas jalan yang penuh kerikil, pada akhirnya kemerdekaan pun mampu diraih Sukarno. Tapi tentu keberhasilan ini memang pada kenyataannya tidak mengenakkan lawan-lawan politiknya.

Sebagai seorang revolusioner ia selalu mendapat framing yang buruk dari lawan-lawan politiknya baik di internal maupun eksternal. Akibat dari pada itu banyak generasi hari ini yang hampir lupa bahwa Sukarno itu adalah Presiden pertama pemimpin revolusi dan bapak pemersatu bangsa.

Baca Juga:   GMNI Jakarta Timur Gelar Dies Natalis ke-71, Gaungkan Semangat Perjuangan di Bulan Ramadan

Tapi apapun itu perlu diakui bahwa Sukarno adalah sosok yang kuat dan tulus memperjuangkan kemerdekaan, tegar dan serba bisa dalam segala hal yang memang bukan perkara mudah bagi beliau yang harus berperan sebagai Presiden pertama RI dan sebagai pemimpin revolusi Indonesia. Sukarno memiliki banyak pengikut dengan sifat yang berbeda. Ia tidak disenangi elit politik tapi dicintai oleh rakyat Indonesia.

Mata yang penuh harapan itu mengawasi sejumlah peristiwa, seakan mencari keyakinan bahwa berbagai masalah yang dihadapinya hanya sekedar terkejut. Tak menduga. Tapi tak membuatnya getar, ia hanya memancarkan senyum seolah-olah semua berjalan dengan baik.

Itu sebabnya mengapa Sukarno selalu memiliki tempat di hati rakyat Indonesia, karena ia mampu berpolitik dengan Budi Nurani, dan bukan politik balas budi seperti yang terjadi pada kebanyakan politisi sekarang ini.

Sekalipun dihadapkan dengan framing-framing yang buruk, bahkan akrab dengan kritik sosial dan politik, Sukarno sendiri memaknai partisipasi politiknya hanya semata-mata sebagai manifestasi kecintaannya kepada Indonesia.

Hal ini bisa terlihat dari berbagai keputusannya, semata – mata hanya keinginannya untuk melihat bangsa dan negaranya bisa makmur, adil dan sejahtera. Kedekatannya dengan rakyat kecil atau sering ia sebut Kaum Marhaen menjadi dasar perjuangannya. Dirinya percaya bahwa kaum Marhaen adalah bagian terpenting dari perjalanan bangsa ini.***


Penulis: Yongki, Mantan Ketua DPC GMNI Malang.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Sabtu, 18 April 2026 | 10:23 WIB
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Sabtu, 18 April 2026 | 10:01 WIB
Kunjungan Seremonial Kepala BGN di Jember dalam Bayang Bayang
Sabtu, 18 April 2026 | 09:57 WIB
Indikasi Skandal dalam Program makan Bergizi Gratis
Sabtu, 18 April 2026 | 09:53 WIB
Komplikasi Program Makan Bergizi Gratis
Sabtu, 18 April 2026 | 09:42 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Dilanda Bencana Alam, GMNI Touna Gelar Aksi Galang Dana untuk Korban Gempa Poso

Marhaenist.id, Touna - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tojo Una-Una (Touna) melakukan…

GMNI Halut Soroti Pemotongan Gaji Petugas Kebersihan, Desak Pemerintah Tinjau Ulang Kebijakan Outsourcing

Marhaenist.id, Halmahera Utara —Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Halmahera Utara melalui Wakil…

Pemilu 2024 dan Tiktok

Marhaenis.id - Penggunaan media sosial dalam pemilu 2024 telah menjadi fakta yang…

Pilkada Lewat DPRD, Bentuk Perampasan Hak Rakyat untuk Berdaulat Secara Politik

Marhaenist.id - Mengalihkan Pilkada dari tangan rakyat ke ruang DPRD adalah bentuk…

Gotong Royong dan Kolaborasi Dorong Wujudkan Masyarakat Adil Makmur

Marhaenist - Dewan Pengurus Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP…

Suluh Marhaenis Situbondo: Irham Kahfi, Idealisme Bung Karno di Tangan Generasi Baru

Marhaenist.id - Irham Kahfi Yuniansah atau yang sering disapa Kahfi lahir di…

Adakan PPAB, GMNI Universitas Jakarta Ajak Kader Jadi Pemimpin Yang Nasionalis

MARHAENIST - Dalam semangat persatuan dan perjuangan, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Pilkada Riau Berlangsung Sukses, GMNI Apresiasi KPU Riau

Marhaenist.id, Pekan Baru - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Ditangkap dan Ditersangkakan, Kader GMNI Dikriminalisasi Oleh Polres Binjai?

Marhaenist.id, Binjai – Penangkapan aktivis masyarakat sekaligus Kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?