By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Selamat Datang di “AI New Normal”
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Politik Budi Nurani Ir. Sukarno

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 13 Juli 2025 | 17:10 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Yongki, Mantan Ketua DPC GMNI Malang/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Dalam menggambarkan tokoh-tokoh yang berani dan bijaksana, saya selalu dihinggapi perasaan kasihan pada nasib mereka. Hal ini tentu saja ada hubungannya dengan pengalaman hidup yang dirasakan oleh mereka.

Kalau kita percaya pada pepatah kuno bahwa fitnah lebih kejam dari pembunuhan, maka tidak berlebihan kalau pendapat saya mengatakan bahwa fitnah terhadap Sukarno adalah suatu tindakan yang paling brutal selama masa De-Sukarnoisasi. Meskipun begitu, Pria tangguh ini mampu melewati semuanya.

Sukarno adalah Presiden pertama Republik Indonesia seorang revolusioner yang gagah berani cinta persatuan. Tapi banyak yang tidak tahu bahwa ia adalah seorang Presiden yang tidak merasa ada hak istimewa.

Di saat Sukarno mudah ia harus menerima kenyataan pahit bahwa kolonialisasi dan penjajahan nyaris membuat sebagian rakyat Indonesia hidup tanpa harapan untuk merdeka.

Bahkan ia menyaksikan sendiri ketika rakyat kecil dipaksa bekerja untuk memenuhi kebutuhan orang-orang hidung belang itu. Sementara rakyat yang bekerja tertindas dan hidup dalam kemiskinan

Dalam kehidupan selanjutnya, Sukarno tumbuh besar dan memiliki kesadaran terutama dalam bidang politik, ekonomi dan budaya. Sukarno ingin melanjutkan perjuangan para pendahulunya, sebab itu ia gemar membaca buku-buku dari tokoh-tokoh seperti Karl Marx, Lenin, Gandhi, dan filsuf Eropa lainnya. Buku-buku itu memengaruhi pemikiran nasionalisme, sosialisme, dan anti-kolonialisme.

Sebagai pejuang-pemikir, yang memiliki komitmen untuk merdeka, ia telah membuktikan perjuangan di atas jalan yang penuh kerikil, pada akhirnya kemerdekaan pun mampu diraih Sukarno. Tapi tentu keberhasilan ini memang pada kenyataannya tidak mengenakkan lawan-lawan politiknya.

Sebagai seorang revolusioner ia selalu mendapat framing yang buruk dari lawan-lawan politiknya baik di internal maupun eksternal. Akibat dari pada itu banyak generasi hari ini yang hampir lupa bahwa Sukarno itu adalah Presiden pertama pemimpin revolusi dan bapak pemersatu bangsa.

Baca Juga:   Tanggapi Pertemuan Imanuel Cs dan Menteri Hukum RI, Eksponen GMNI: Arjuna-Dendy Akan Tetap Sah Jika Hukum Tak di Permainkan

Tapi apapun itu perlu diakui bahwa Sukarno adalah sosok yang kuat dan tulus memperjuangkan kemerdekaan, tegar dan serba bisa dalam segala hal yang memang bukan perkara mudah bagi beliau yang harus berperan sebagai Presiden pertama RI dan sebagai pemimpin revolusi Indonesia. Sukarno memiliki banyak pengikut dengan sifat yang berbeda. Ia tidak disenangi elit politik tapi dicintai oleh rakyat Indonesia.

Mata yang penuh harapan itu mengawasi sejumlah peristiwa, seakan mencari keyakinan bahwa berbagai masalah yang dihadapinya hanya sekedar terkejut. Tak menduga. Tapi tak membuatnya getar, ia hanya memancarkan senyum seolah-olah semua berjalan dengan baik.

Itu sebabnya mengapa Sukarno selalu memiliki tempat di hati rakyat Indonesia, karena ia mampu berpolitik dengan Budi Nurani, dan bukan politik balas budi seperti yang terjadi pada kebanyakan politisi sekarang ini.

Sekalipun dihadapkan dengan framing-framing yang buruk, bahkan akrab dengan kritik sosial dan politik, Sukarno sendiri memaknai partisipasi politiknya hanya semata-mata sebagai manifestasi kecintaannya kepada Indonesia.

Hal ini bisa terlihat dari berbagai keputusannya, semata – mata hanya keinginannya untuk melihat bangsa dan negaranya bisa makmur, adil dan sejahtera. Kedekatannya dengan rakyat kecil atau sering ia sebut Kaum Marhaen menjadi dasar perjuangannya. Dirinya percaya bahwa kaum Marhaen adalah bagian terpenting dari perjalanan bangsa ini.***


Penulis: Yongki, Mantan Ketua DPC GMNI Malang.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Minggu, 22 Februari 2026 | 21:23 WIB
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:25 WIB
Selamat Datang di “AI New Normal”
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:06 WIB
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:13 WIB
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!
Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Pengesahan RUU KUHAP Dinilai Terburu-Buru, Kritik Publik Menguat

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang…

Mahfud MD: Bung Karno Adalah Peletak Dasar Konsep Hukum Progresif

Marhaenist - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Moh.…

DPK GMNI FEB UNPAM Kolaborasi bersama Kompak Gelar Diskusi Kebebasan Beragama

Marhaenist.id, Tangsel - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Jelang Pilkada 2024, KIPP Wakatobi Ingatkan KPU dan Bawaslu Jaga Netralistas

Marhaenist.id, Wakatobi - Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kabupaten Wakatobi meminta penyelenggara…

Kupas Pengaruh Globalisasi Demi Generasi Emas Indonesia, GMNI Dwitunggal FISIP UNRI dan GMNI Hang Tuah Tekankan Keteladanan Semangat Juang 1945

Marhaenist.id, Pekanbaru — Dewan Pengurus Komisariat (DPK) GMNI Dwitunggal FISIP Universitas Riau bersama…

GMNI Desak Kejari segera Tersangkakan Pelaku Tambak Udang di Bengkalis

Marhaenist.id, Bengkalis - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Revitalisasi Nilai Perjuangan Bung Karno dalam Membentuk Kader yang Berwatak Marhaenisme, DPC GMNI Kendari Gelar KTD

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional (GMNI) Kendari…

Revolusi Etika Hukum: Jalan Terakhir Menyelamatkan Keadilan

Marhaenist.id - Krisis hukum di Indonesia bukanlah takdir. Ia adalah hasil kelalaian…

Tiongkok yang Terbangun: Antara Ambisi Adidaya dan Narasi Jebakan Utang

Marhaenist.id - Napoleon Bonaparte pernah mengatakan, “Biarkan Tiongkok tertidur, sebab ketika ia…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?