By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Rumah Kelahiran Sang Fajar Bung Karno

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Tanggapi Issu Kongres Versi Imanuel, Eksponen GMNI: Jangan Terprovokasi Jika tidak Menyatukan

Marhaenist Indonesia
Marhaenist Indonesia Diterbitkan : Sabtu, 7 Juni 2025 | 19:36 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Bendera GMNI/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Polemik internal Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) kembali memanas. Ali Tan, salah satu eksponen GMNI, melontarkan kritik pedas terhadap gelaran Kongres GMNI versi Imanuel yang diklaim sebagai “Kongres Persatuan”.

Ia menilai, klaim itu justru bentuk nyata dari kemunduran berpikir dan pengkhianatan terhadap semangat persatuan yang sesungguhnya.

Kongres bertajuk “Bersatu Melawan Penjajahan Gaya Baru“ yang digagas sepihak oleh kubu Imanuel, menurut Ali, hanyalah manuver politik yang kering substansi.

“Mereka menyebut kongres itu sebagai ‘Kongres Persatuan’, tapi tidak melibatkan kubu Arjuna. Itu omong kosong. Bersatu apa kalau tidak menyatu?,” tegasnya, Kamis (5/6/2025).

Ia mengaku kecewa karena amanat Rapimnas Ancol yang seharusnya menjadi fondasi Kongres Persatuan justru diabaikan oleh kubu Imanuel sendiri.

“Saya bilang ini rusak! Mereka mengusung tema persatuan tapi tindakannya malah memecah. Ini kemunduran total dalam cara berpikir,” sambung Ali.

Ali Tan: Dari Pendukung Fanatik Jadi Pengkritik Tegas

Menariknya, Ali Tan bukan orang sembarangan. Ia dulunya adalah pendukung fanatik Imanuel. Namun, ia mengaku mulai ‘melek’ setelah menyaksikan sendiri banyaknya kejanggalan, termasuk keterlibatan Imanuel dalam tim sukses salah satu capres.

“Aku dulu dukung mati-matian. Tapi makin ke sini makin absurd. Dari kekacauan di Kongres Ambon sampai manuver-manuver politik yang tak masuk akal. Aku melihat semua ini hanya demi kekuasaan semata,” beber Ali.

Ia kini menyatakan berpindah haluan dan mendukung penuh pasangan Arjuna-Dendy sebagai figur yang lebih rasional dan konsisten dalam membawa GMNI kembali ke jalan ideologisnya.

Dua Tafsir, Satu Tujuan: Melemahkan Kubu Arjuna- Dendy?

Ali juga mengungkap ada dua tafsir yang berkembang di kalangan kader GMNI terkait motif di balik pelaksanaan kongres sepihak oleh Imanuel:

Baca Juga:   GMNI: Revisi UU Pilkada Inkonstitusional

1. Imanuel sudah merasa terlalu kuat sehingga enggan berdialog atau menyatukan dengan kubu Arjuna-Dendy.

2. Ada strategi memecah dukungan: seolah-olah kubu Arjuna-Dendy tak mampu menggelar kongres, agar kubu Arjuna-Dendy beralih dukungan ke Imanuel-Shojari.

“Ini bukan soal teknis. Ini soal niat. Kongres tanpa dialog bukanlah persatuan, itu penyerobotan untuk melemahkan kubu Arjuna-Dendy dengan membuat agar mereka beralih dukungan ke Imanuel,” ucap Ali dengan nada tinggi.

Pesan Tegas: Jangan Mau Diprovokasi!

Ali Tan pun mengimbau seluruh kader GMNI di seluruh Indonesia agar tidak gampang terbakar isu. Ia meminta semua pihak menunggu pengumuman resmi dari DPP GMNI yang sah secara hukum untuk menyelenggarakan Kongres Persatuan yang sejati.

“Saya minta semua kader sadar! Jangan terprovokasi dengan kongres yang mengatasnamakan persatuan tapi didalamnya justru menyingkirkan satu pihak. GMNI terlalu besar untuk dihancurkan oleh ego segelintir orang. Mari kita jaga keutuhan nasionalisme di tubuh GMNI!,” pungkasnya.***

Penulis: Redaksi/Editor: Redaksi.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB
Rumah Kelahiran Sang Fajar Bung Karno
Minggu, 11 Januari 2026 | 13:43 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Resensi Buku: The Shallows What the Internet Is Doing to Our Brains – Nicolas Carr

Marhaenist.id - Dalam tradisi membaca linear melalui buku fisik, individu memproses pengetahuan…

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. MARHAENIST

Ganjar: Pemotongan Bantuan Bentuk Pengkhianatan Pada Negara

Marhaenist - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tegas mengatakan mereka yang bermain…

Peringati Dies Natalis yang ke 70 Tahun, GMNI Kendari Berbagi Takjil dan Serahkan Bantuan Sosial ke Panti Asuhan

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Sarinah GMNI Gelar Diskusi Feminisme Pancasila Daring, Soroti Peran Perempuan Terpelajar

Marhaenist.id, Jakarta — Sarinah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) se-Indonesia menggelar Diskusi…

Kongres GMNI Versi Immanuel: Anti Persatuan dan Klaim Sepihak

Marhaenist.id - Sekitar siang atau sore hari ini pada tanggal 15 Juli…

Bukan Ajaran Dalam Islam, Mari Memahami Apa itu Mazhab Bung Karno!

Marhaenist.id - Dalam kehidupan Bung Karno sampai ia wafat ditanggal 21 Juni…

Pesan dari Timur, GMNI Manado: Kami serukan Kongres Persatuan!

Marhaenist.id - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Manado dengan tegas menolak segala…

Soemarsono, Saksi Sejarah Tragedi PKI di Madiun 1948

Marhaenist.id - Soemarsono adalah mantan Ketua Badan Kongres Pemuda Republik Indonesia, juga…

Menjaga Integritas: Kewajiban dan Larangan bagi Plt Bupati yang Menjadi Bakal Calon Kepala Daerah

Marhaenist.id-Menjaga integritas dalam proses pemilihan kepala daerah adalah hal yang sangat penting,…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?