By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Kunjungan Seremonial Kepala BGN di Jember dalam Bayang Bayang
Indikasi Skandal dalam Program makan Bergizi Gratis
Komplikasi Program Makan Bergizi Gratis

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Presiden atau Cuma OMON-OMON?

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 21 Februari 2025 | 05:08 WIB
Bagikan
Waktu Baca 2 Menit
Foto: Prabowo Subianto/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Prabowo Subianto mungkin punya satu keinginan sederhana: namanya tercatat dalam sejarah sebagai seorang presiden. Dan pada akhirnya, ia telah menjadi presiden.

Setelah bertahun-tahun meniti jalan politik, tiga kali kalah dalam pemilu, dan entah berapa banyak strategi yang diubah, akhirnya kursi RI-1 berhasil ia duduki. Mungkin ada rasa puas di hatinya, sebuah perasaan bahwa segala perjuangannya telah berbuah.

Namun, terkadang sejarah tidak mencatat usaha. Sejarah tidak peduli berapa kali seseorang mencoba, seberapa keras ia berjuang, atau berapa banyak pengorbanan yang telah ia lakukan. Sejarah hanya peduli satu hal: hasil. Dan jika hasilnya tidak sebanding dengan ekspektasi, maka sejarah bisa menjadi hakim yang kejam.

Seorang pemimpin diingat dalam sejarah karena dua alasan: pertama, karena keberhasilannya dalam membawa perubahan nyata; kedua, karena kegagalannya yang begitu mencolok hingga sulit dilupakan.

Soekarno diingat karena memimpin bangsa menuju kemerdekaan. Habibie dikenang karena membawa era teknologi dan reformasi. Tapi ada juga pemimpin lain yang diingat bukan karena kejayaannya, melainkan karena kebijakannya yang berantakan atau keputusan-keputusan yang tak masuk akal.

Dan di sinilah letak kekhawatiran itu. Dengan kebijakan yang tampak lebih seperti pencitraan daripada strategi jangka panjang, Prabowo berisiko masuk dalam kategori yang kedua.

Jika Prabowo tidak hati-hati, sejarah mungkin tidak akan mengenangnya sebagai pemimpin besar, tetapi justru sebagai Presiden OMON-OMON—sosok yang tampak gagah dan penuh gebrakan di luar, tetapi kosong dan tidak berdampak di dalam.

Foto: Edi Subroto/MARHAENIST.

Mungkin Prabowo ingin dikenang seperti pemimpin besar di masa lalu—seorang yang membawa perubahan dan mengukir jejak dalam sejarah. Tapi kalau pola ini terus berlanjut, maka ia berisiko dikenang bukan sebagai pemimpin hebat, melainkan sebagai simbol dari kebijakan yang banyak janji tapi minim realisasi.

Baca Juga:   Jalan Terjal Profesi Pendidik: Konsepsi Perjuangan dan Sasaran Konstruktif Memaknai Hari Guru Nasional

Sejarah akan tetap mencatat bahwa Prabowo pernah menjadi presiden. Itu fakta yang tak terbantahkan. Tetapi bagaimana sejarah mengenangnya? Itu soal lain.

Jika arah kepemimpinannya tetap seperti ini, jangan heran kalau di masa depan, ia lebih banyak dikenang sebagai Presiden OMON-OMON—pemimpin yang penuh semangat di awal, tetapi tidak meninggalkan warisan yang berarti.***


Penulis: Edi Subroto, Alumni GMNI.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Sabtu, 18 April 2026 | 10:23 WIB
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Sabtu, 18 April 2026 | 10:01 WIB
Kunjungan Seremonial Kepala BGN di Jember dalam Bayang Bayang
Sabtu, 18 April 2026 | 09:57 WIB
Indikasi Skandal dalam Program makan Bergizi Gratis
Sabtu, 18 April 2026 | 09:53 WIB
Komplikasi Program Makan Bergizi Gratis
Sabtu, 18 April 2026 | 09:42 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Mungkinkah De-Sukarnoisasi Djilid II Terjadi ?: Rekonsilisasi Elit & Harga Sembako Melejit era Pseudo-Demokrasi 2024

Marhaenis.id - Pada 2019, tahun yang tepat, hajatan demokrasi seperti Pemilihan Presiden…

Partai NasDem resmi mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai (Capres) calon presiden di 2024 oleh Ketua Umum NasDem Surya Paloh. Flash/Detik

NasDem Deklarasikan Anies Baswedan Capres Ditengah Suasana Berkabung Tragedi Kanjuruhan

Marhaenist - Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh mengumumkan Anies…

Anggaran MBG Mencair

Marhaenist.id - Di negeri ini, ada satu hukum alam yang tak tertulis…

GMNI Halut Kepemipinan Erik Sibu dan Fridodis Korois Resmi Memasuki Sekretariat Baru

Marhaenist.id, Halut - Erik Sibu dan Fridodis Korois yang baru saja terpilih…

GMNI Touna Kecam Aksi Dugaan Intimidasi Sekdes Kepada Anak di Bawah Umur hingga Nekat Melakukan Aksi Bundir

Marhaenist.id, Touna - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia(GMNI) Tojo…

Akui Miliki HGU Nyaris 500 Ribu Hektare, GMNI: Prabowo Simbol Oligarki

Marhaenist.id, Jakarta - Prabowo mengungkap sebelum jadi Menteri Pertahanan sudah punya 500 ribu…

Foto: Anggota GMNI Touna usai kegiatan/MARHAENIST.

Peringatan Bulan Bung Karno, GMNI Touna: Membakar Semangat Nasionalisme dan Patriotisme Kader Marhaenis

Marhaenist.id, Touna - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Menggugat Deforestasi di Kabupaten Berau: Pembangunan yang Mengabaikan Keadilan Sosial

Marhaenist.id - Di bentangan utara Kalimantan Timur, Kabupaten Berau selama ini dikenal…

Darent Azareal Pimpin Rekonsiliasi Internal GMNI Se-Sulteng, Wacanakan Pembentukan DPD

Marhaenist.id, Palu – Kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Sulawesi Tengah…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?