By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Kunjungan DPK GMNI UBP Karawang ke DPP GMNI Jadi Ruang Refleksi Kepemimpinan Berbasis Marhaenisme
Tanggapi Dugaan Keracunan Massal MBG di Duren Sawit, Direktur Eksekutif Sentra Institute Soroti Lemahnya Pengawasan dan Transparansi Vendor
RTH Penting, GMNI Jakarta Timur: Jangan Sampai Menumbalkan Rakyat dan Jadi Lahan Korupsi
Tan Malaka Bukan Pendiri Republik?
Soroti Kemacetan Ketapang, Sonny T. Danaparamita: Ini Kegagalan Manajemen Logistik

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Balada Sang Penjilat

Indo Marhaenist
Indo Marhaenist Diterbitkan : Jumat, 13 September 2024 | 09:59 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
"Saya telah mendengar bahwa mereka yang gemar memuji orang di depan wajahnya juga gemar mencela mereka di belakangnya.” - Zhuangzi. Ilustrasi "Cleopatra" 1963 20th Century Fox
Bagikan

Marhaenist.id – Siapapun pasti tak suka dengan orang yang suka menjilat pada orang yang punya pengaruh atau kedudukan. Terlebih bila orang tersebut berada di lingkaran kehidupan sehari-hari. Begitu pula si penjilat itu sendiri, tak akan suka terhadap temannya yang juga ikut-ikutan menjilat. Kecuali, para penjilat itu punya satu misi atau suatu persamaan, justru yang terjadi saling dukung satu sama lain agar sukses menjilat bersama.

Naasnya, orang yang posisinya lebih tinggi malah lebih menyukai bawahan yang mahir menjilat. Yakni, yang pandai mengolah kata, perilaku, dan mimik muka. Ditambahi gemar memuji atasan. Lalu sering menunjukkan prestasinya di hadapan juragannya. Serta agar posisinya terangkat tak merasa terbebani untuk menginjak-injak harga diri teman di mata bosnya. Semua itu ia lakukan agar majikannya lebih suka padanya daripada anak buah yang lain.

Untuk mendapat perhatian petinggi, si penjilat tak jarang akan memanipulasi data. Tentu data terkait dengan hasil kinerjanya diolah atau diatur sedemikian rupa sehingga seakan-akan itu adalah sebuah prestasi. Padahal itu sangat jauh panggang dari api. Apa yang ia tunjukkan hanya sekadar di atas kertas. Namun, kenyataan di lapangan ia tak memiliki kelebihan yang patut dibanggakan.

Si Dijilat Pantat adalah julukan yang diberikan Mas Marco Kartodikromo terhadap seorang asisten wedana (sekarang setara camat) di daerah yang “ngathok” atau lebih suka menjilat kepala atasannya demi mempertahankan posisi atau kedudukannya, syukur bisa naik pangkat. Istilah Si Dijilat Pantat dimuat dalam artikel majalah Doenia Bergerak No. 2, 4 April 1914.

Perilaku penjilat itu banyak dilakukan oleh golongan priyayi yang bekerja sebagai ambtenaar atau pegawai pemerintah dalam terminologi kekinian disebut aparatur sipil negara (ASN). Eufemisme Si Dijilat Pantat yang diujarkan dalam Bahasa Melayu Pasar tempo dulu itu sekarang dikenal sebagai ABS (Asal Bapak Senang).

Baca Juga:   Pemerintah Lakukan Diskriminasi dalam Penghapusan Utang UMKM

Perilaku penjilat banyak dilakukan oleh para pegawai Binnelands Bestuur (BB) yang dipimpin oleh pejabat orang Belanda, mulai dari gubernur jenderal, gubernur, residen, asisten residen, burgermeester (walikota) hingga kontrolir. Perilaku penjilat itu banyak dilakukan oleh bawahan kepada atasan baik yang dilakukan oleh pegawai keturunan Eropa maupun pegawai Bumiputera.

Di bawah kontrolir ada struktur pemerintahan yang diisi oleh pejabat-pejabat Bumiputera mulai dari bupati, wedana, asisten wedana dan para kepala desa dan bawahannya. Pemerintahan yang diselenggarakan oleh kaum Bumiputera disebut Indlandsce Bestuur. Perilaku penjilat para pejabat Bumiputera tu secara satire oleh Multatuli dalam novel Max Havelaar.

Perilaku penjilat para pejabat itu seolah-olah menjadi penyakit genetis yang melanda para pejabat. Setelah lebih dari 110 tahun istilah Si Dijilat Pantat dikemukakan oleh Mas Marco Kartodikromo, ternyata perilaku seperti itu kian menjadi-jadi. Sekelas menteri tidak malu-malu menjadi tukang cebok bahkan tidak sungkan menjilati kotoran di pantat keluarga Mulyono hingga bersih.

Kalau buzzer dan influencer jangan ditanya karena mereka dibayar untuk itu. Setelah 20 Oktober 2024 mungkin mereka sibuk mencari juragan baru untuk dijilati pantatnya. Rimming itu aktivitas seksual yang menjijikan karena harus menjilati lubang pantat, walaupun secara virtual tetap saja perilaku maha jorok, dari sisi apapun!

Oleh : R.B. Soloensis

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Kunjungan DPK GMNI UBP Karawang ke DPP GMNI Jadi Ruang Refleksi Kepemimpinan Berbasis Marhaenisme
Sabtu, 4 April 2026 | 08:53 WIB
Tanggapi Dugaan Keracunan Massal MBG di Duren Sawit, Direktur Eksekutif Sentra Institute Soroti Lemahnya Pengawasan dan Transparansi Vendor
Jumat, 3 April 2026 | 21:24 WIB
RTH Penting, GMNI Jakarta Timur: Jangan Sampai Menumbalkan Rakyat dan Jadi Lahan Korupsi
Jumat, 3 April 2026 | 20:00 WIB
Tan Malaka Bukan Pendiri Republik?
Jumat, 3 April 2026 | 18:34 WIB
Foto: Sonny T Danaparamita, Anggota DPR RI (Dokpri)/MARHAENIST.
Soroti Kemacetan Ketapang, Sonny T. Danaparamita: Ini Kegagalan Manajemen Logistik
Kamis, 2 April 2026 | 11:45 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Dukung Konferda DPD GMNI Maluku Utara, Ketua DPC GMNI Halut: Momentum GMNI Bina Diri

Marhaenist.id, Halut — Menyambut pelaksanaan Konferensi Daerah (Konferda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD)…

Dua Ekor Bebek Untuk Kegagalan Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu

MARHAENIST - Massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Anggota Polri yang Duduki Jabatan Sipil Harus Mundur atau Pensiun

Marhaenist.id, Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia…

Program PKPA Beasiswa Peradi Utama Berlanjut, 140 Kader Ikuti Pertemuan Keempat dengan Materi Tata Acara Pengadilan Pidana

Marhaenist.id, Jakarta — Program PKPA Beasiswa PKPA Peradi Utama bagi 2.000 kader…

Visi Misi Airin – Ade Sumardi Membawa Gagasan Generasi Muda Banten

Marhaenist.id- Banten, Sekretaris Brigade Sabara Banten, Miftahul Ulum kembali menegaskan komitmen Brigade…

Bahayakan Demokrasi, Alumni GMNI Kecam Revisi Putusan MK Terkait UU Pilkada

MARHAENIST - Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengecam dan menentang keras…

DPP GMNI: LPDP Gagal Cetak Pejuang-Pemikir Bangsa, Rekrutmen dan Pembinaan Harus Dievaluasi Total

Marhaenist.id, Jakarta -  Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Mendukung dan Mengawasi Program Makan Bergizi Gratis

Marhaenist.id - Program Makan Bergizi Gratis yang dimulai secara serentak pada 6…

Pemuda Sumba Timur Soroti Penghentian Penyelidikan Dugaan Korupsi Dana Desa di Sumba Timur

Marhaenist.id, Jakarta — Aten Tay Taralandu, perwakilan pemuda Sumba Timur sekaligus Ketua Bidang…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?