By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
DPP GMNI Soroti Pelemahan Rupiah, Desak Evaluasi Menyeluruh Kebijakan Ekonomi Nasional
Bangun Sinergisitas, DPD PA GMNI Sultra Siap Mengawal Program Kebijakan Pemda untuk Rakyat
Menuju Hari Kebangkitan Nasional, Aliansi PERISAI Serukan Perlawanan terhadap Imperialisme dan Tuntut Pembatalan ART
DPP GMNI Segera Laporkan Dugaan Perampasan Lahan Warga Transmigrasi di Halmahera Utara ke Tiga Instansi Pusat
Kaya Energi, Miskin Kedaulatan

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar Alumni GMNI

Yayasan Rumah Juang Indonesia Serukan Persatuan Nasional Hadapi Gejolak Geopolitik Global

Marhaenist Indonesia
Marhaenist Indonesia Diterbitkan : Sabtu, 7 Maret 2026 | 23:03 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Ketua Dewan Pembina Yayasan Rumah Juang Indonesia. M. Ageng Dendy Setiawan.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Ketua Dewan Pembina Yayasan Rumah Juang Indonesia, Muh Ageng Dendy Setiawan mendukung persatuan nasional. Ia menegaskan bahwa persatuan nasional menjadi faktor krusial bagi Indonesia dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang semakin memanas, khususnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang memicu kekhawatiran dunia terhadap potensi konflik yang lebih luas.

Menurut Dendy, meningkatnya ketegangan geopolitik global tidak hanya berdampak pada stabilitas politik internasional, tetapi juga berpotensi memicu krisis ekonomi global, gangguan rantai pasok energi dan pangan, serta risiko terhadap stabilitas keamanan nasional berbagai negara, termasuk Indonesia.

“Situasi geopolitik dunia saat ini menuntut seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan nasional. Indonesia harus tetap solid dan menempatkan kepentingan nasional di atas segala perbedaan,” ujar Dendy kepada jurnalis Marhaenist.id, Sabtu (7/3/2026).

Pria yang juga sebagai eksponen aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ini menilai bahwa dalam situasi global yang penuh ketidak pastian, dukungan terhadap kepemimpinan nasional dan program strategis pemerintah menjadi penting untuk menjaga stabilitas negara.

Dendy menyatakan dukungannya terhadap langkah dan program kerja Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan nasional, menjaga stabilitas ekonomi, serta meningkatkan kesiap siagaan pertahanan negara di tengah dinamika geopolitik global.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Rumah Juang Indonesia. M. Ageng Dendy Setiawan.

Menurutnya, penguatan ketahanan pangan, energi, stabilitas ekonomi, serta sistem pertahanan nasional merupakan langkah strategis agar Indonesia mampu mengantisipasi berbagai dampak yang mungkin timbul apabila konflik global semakin meluas.

“Potensi krisis ekonomi global dan ancaman terhadap stabilitas keamanan nasional harus diantisipasi sejak dini. Karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat sipil menjadi sangat penting untuk memastikan Indonesia tetap kuat dan stabil,” imbuhnya.

Dendy juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dapat memecah belah bangsa di tengah situasi global yang sensitif.

Baca Juga:   Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit

“Sejarah menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mampu melewati berbagai tantangan besar ketika persatuan nasional dijaga. Dengan kebersamaan serta dukungan terhadap arah kebijakan pemerintah, saya yakin Indonesia mampu menghadapi dinamika geopolitik global dengan tetap menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan nasional,” ungkapnya.

Dendy menambahkan bahwa gagasan persatuan nasional sejatinya telah lama menjadi fondasi pemikiran kebangsaan Indonesia, sebagaimana sering ditekankan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Sukarno.

Menurut Dendy, dalam berbagai pidatonya Bung Karno selalu menegaskan bahwa persatuan nasional merupakan upaya menyatukan seluruh elemen bangsa—lintas suku, agama, dan golongan—di atas dasar pengalaman sejarah yang sama serta cita-cita kolektif untuk mewujudkan kemerdekaan dan keadilan sosial.

Ia menjelaskan bahwa Bung Karno juga kerap mengingatkan bahaya politik pecah belah yang pernah digunakan kekuatan kolonial untuk melemahkan bangsa Indonesia. Dalam pidatonya pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional 1964 di Stadion Utama Senayan, Jakarta, Bung Karno secara tegas menggambarkan bagaimana imperialisme berusaha memecah belah rakyat Nusantara.

“Orang Jawa dibikin benci kepada orang Sumatera. Orang Sumatera dibikin benci kepada orang Jawa. Orang Jawa dibikin benci kepada orang Sulawesi. Orang Sulawesi dibikin benci sama orang Jawa,” ujar Bung Karno dalam pidato tersebut.

Dendy menilai bahwa peringatan tersebut menunjukkan bagaimana politik adu domba menjadi salah satu strategi non-militer yang digunakan kolonialisme untuk melemahkan solidaritas bangsa.

Karena itu, Bung Karno terus menekankan bahwa kepentingan bangsa harus selalu ditempatkan di atas kepentingan kelompok, golongan, maupun kepentingan sempit lainnya.

Pesan serupa juga disampaikan Bung Karno dalam pidatonya pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional 1963 di Bandung. Dalam kesempatan tersebut, Bung Karno mengibaratkan bangsa Indonesia sebagai sapu lidi. “Jikalau lidi-lidi itu digabungkan, diikat menjadi sapu, mana ada manusia bisa mematahkan sapu lidi yang sudah terikat,” kata Bung Karno.

Baca Juga:   Persatuan Alumni GMNI Riau Gelar Rakerda Tahun 2023

Ia kemudian mengingatkan pepatah yang sering ia kutip, yakni “Rukun agawe santosa,” yang berarti bahwa kerukunan dan persatuan akan melahirkan kekuatan bagi bangsa.

Dendy menilai bahwa pesan Bung Karno tersebut tetap relevan dalam konteks Indonesia masa kini. Di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, persatuan nasional dinilai menjadi modal utama untuk menjaga stabilitas negara, memperkuat ketahanan nasional, serta memastikan Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global tanpa mengorbankan kedaulatan dan kepentingan nasional.

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Cahyono.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

DPP GMNI Soroti Pelemahan Rupiah, Desak Evaluasi Menyeluruh Kebijakan Ekonomi Nasional
Rabu, 20 Mei 2026 | 17:01 WIB
Bangun Sinergisitas, DPD PA GMNI Sultra Siap Mengawal Program Kebijakan Pemda untuk Rakyat
Rabu, 20 Mei 2026 | 15:32 WIB
Menuju Hari Kebangkitan Nasional, Aliansi PERISAI Serukan Perlawanan terhadap Imperialisme dan Tuntut Pembatalan ART
Rabu, 20 Mei 2026 | 01:23 WIB
DPP GMNI Segera Laporkan Dugaan Perampasan Lahan Warga Transmigrasi di Halmahera Utara ke Tiga Instansi Pusat
Selasa, 19 Mei 2026 | 18:30 WIB
Kaya Energi, Miskin Kedaulatan
Selasa, 19 Mei 2026 | 15:35 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Konferda V Tetapkan Miartiko Gea Sebagai Ketua DPD Persatuan Alumni GMNI Jakarta Raya

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

GMNI Kota Tangerang Gelar PPAB Sekaligus Deklarasi Cabang

Marhaenist - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melaksanakan kegiatan Pekan Penerimaan Anggota…

Survei Terbaru, Ganjar Terus Meroket Puncaki Elektabilitas Capres

Marhaenist - Lembaga Charta Politika Indonesia merilis survei terbaru terkait elektabilitas calon…

Ideologi Marhaenisme di Era Neo-Orba: Masihkah Relevan dalam Membela Kaum Marhaen?

Marhaenist.id - Indonesia telah mengalami perubahan besar dalam sistem politik dan ekonomi…

Terpilih dalam Konfercab, Efrem Elman Siarif Ndruru dan Noval Fahrizal Gunawan Resmi Nahkodai DPC GMNI Jaktim Periode 2025-2027

Marhaenist.id, Jaktim – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Transisi Kabinet

MARHAENIST - Hari-hari terakhir pemerintahan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan reshuffle kabinetnya.…

Rawe-Rawe Rantas, Malang-Malang Putung: Refleksi Kepemimpinan dalam Perjuangan Ber-GMNI

Marhaenist id - Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, pidato-pidato Soekarno selalu menjadi…

Program Beasiswa PKPA Peradi Utama–PA GMNI Resmi Ditutup, Sekjend Tekankan Integritas dan Etika Advokat

Marhaenist.id, Jakarta — Program Beasiswa Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Peradi Utama…

Hari Perempuan Internasional Dalam Perspektif Sarinah : Emansipasi Yang Berpihak Pada Kaum Tertindas

Marhaenist.id - Setiap tanggal 8 Maret, dunia memperingati Hari Perempuan Internasional sebagai…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?