By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Selamat Datang di “AI New Normal”
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Marhaen

Tragis! Nenek Penolak Tambang Emas Ilegal di Pasaman Timur Dianiaya Brutal dan Dibuang, Sempat Dikira Tewas

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Selasa, 6 Januari 2026 | 19:47 WIB
Bagikan
Waktu Baca 2 Menit
Saudah (67) menjadi korban penganiayaan brutal setelah menolak aktivitas tambang emas ilegal yang beroperasi di atas lahan miliknya sendiri. Nampak dibagian matanya terdapat luka lebam akibat penganiayaan tersebut (Sumber: Facebook)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Pasaman Timur — Peristiwa kekerasan yang memilukan menimpa seorang nenek renta di Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman Timur. Seorang perempuan lanjut usia bernama Saudah (67) menjadi korban penganiayaan brutal setelah menolak aktivitas tambang emas ilegal yang beroperasi di atas lahan miliknya sendiri.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam, 1 Januari 2026. Menurut keterangan korban, pada siang hari Nenek Saudah sempat mendatangi para penambang dan meminta mereka menghentikan aktivitas penggalian di lahannya. Permintaan itu sempat dipenuhi dan aktivitas tambang berhenti sementara.

Namun, situasi berubah setelah waktu Magrib. Para penambang kembali memasuki lahan milik korban dan melanjutkan aktivitas tambang emas ilegal tersebut.

Merasa haknya dilanggar dan tidak mendapat perlindungan, Nenek Saudah nekat berjalan seorang diri menuju lokasi tambang yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya, hanya berbekal sebuah senter. Dalam perjalanan, korban diduga diserang oleh pelaku tak dikenal. Ia dilempari batu, kemudian dipukuli secara brutal hingga tak berdaya.

Dalam kondisi setengah sadar, korban sempat mendengar para pelaku menyebut dirinya telah meninggal dunia. Tubuh Nenek Saudah kemudian dibuang ke semak-semak di tepi sungai sekitar pukul 22.00 WIB.

Sekitar pukul 01.00 WIB, korban tersadar dan dengan kondisi tubuh penuh luka berusaha pulang ke rumahnya dengan tertatih. Namun setibanya di depan rumah, ia kembali pingsan. Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan melarikan korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap warga yang mempertahankan hak atas tanahnya dari praktik pertambangan ilegal. Kasus tersebut menuai kecaman karena menunjukkan lemahnya perlindungan terhadap masyarakat, khususnya kelompok rentan, dalam menghadapi aktivitas ilegal yang merusak lingkungan dan mengancam keselamatan jiwa.

Baca Juga:   Viral! Jerit Tangis di Torete: Saat Laras Panjang Membungkam Hak Warga, Roy Diseret Tanpa Dialog

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi di media manapun terkait penetapan tersangka maupun langkah penegakan hukum terhadap pelaku dan jaringan tambang emas ilegal yang beroperasi di wilayah tersebut.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Minggu, 22 Februari 2026 | 21:23 WIB
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:25 WIB
Selamat Datang di “AI New Normal”
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:06 WIB
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:13 WIB
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!
Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Kinerja Kepolisian Dipertanyakan, GMNI Mimika: Patroli Tidak Efisien Sebabkan Korban Begal di Mimika

Marhaenist.id, Timika - Kinerja aparat kepolisian di Kabupaten Mimika kembali menuai sorotan.…

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. MARHAENIST

PDI Perjuangan Capreskan Ganjar Pranowo, PA GMNI Jatim: Ganjar Keluarga Besar GMNI

Marhaenist - Berbagai elemen masyarakat, salah satunya Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional…

Foto: Kosmas Mus Guntur, Praktisi Hukum Asal NTT/MARHAENIST.

Praktisi Hukum Desak Kapolda NTT & Kapolres Manggarai Barat Serius Tangani Dugaan Tambang Emas Ilegal di Dekat TNK

Marhaenist.id, Manggarai Barat – Praktisi hukum asal Nusa Tenggara Timur, Kosmas Mus…

DPP GMNI Desak Pemerintah Batalkan Rencana Kenaikan PPN 12%

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI),…

Sikap GMNI Bandung: Bandung Bukan Arena Konsolidasi Patologi, Tetapi Historis Manifestasi Persatuan Ideologi

Marhaenist.id - Di Bandung, Soekamo tak hanya belajar menuntut ilmu, melainkan membangun…

GMNI Jember Tegaskan Pembebasan Kader Bukan Akhir Perjuangan, Melainkan Awal Babak Baru Gerakan

Marhaenist.id, Jember — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Feodalisme Digital dalam Ekonomi Creator: Membaca Ulang Generasi Emas 2045 dari Kacamata Marhaenisme

Marhaenist.id – Saat ini Indonesia telah berupaya mewujudkan visi besar “Generasi Emas…

Jadilah Marhaenis Sejati Dengan Referensi Yang Kuat, Donwlod Ebook Disini Untuk Menguatkan Itu

Marhaenis.id - Tren mengulas sesuatu tanpa referensi semakin populer disemua kalangan belakangan…

Prancis Hadapi Ketidak Jelasan Masa Depan, Usai Koalisi Kiri Menang

Marhaenist - Sebuah koalisi dari kubu sayap kiri Prancis meraih jumlah kursi…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?