By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
DPP GMNI Mendorong Pelaksanaan UHC: Tidak Menyisakan Ketimpangan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Tata Regulasi Ditengah Disrupsi Teknologi, Ayo Dukung Bitcoin Sebagai Bagian dari Cadangan Devisa

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 28 Februari 2025 | 13:02 WIB
Bagikan
Waktu Baca 6 Menit
Foto: Kemas Fadli Safari, S.E, Crypto Enthusiast Indonesia (CEI), Pengurus DPP PA GMNI Bidang Sosial/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Dalam satu dekade terakhir, perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan Blockchain telah mengubah berbagai sektor industri secara fundamental. Dari otomatisasi pekerjaan hingga desentralisasi keuangan, dua teknologi ini membawa peluang sekaligus tantangan bagi negara dalam mengatur ekosistem digital yang semakin kompleks.

Teknologi Blockchain menawarkan transparansi dan desentralisasi dalam berbagai aspek, mulai dari keuangan, logistik, hingga tata kelola pemerintahan.

Mata uang Kripto seperti Bitcoin dan Ethereum telah mengguncang sistem keuangan tradisional, memunculkan pertanyaan besar tentang peran Negara dalam mengatur aset digital yang sulit dikendalikan.

Negara Indonesia harus bisa menyeimbangkan antara regulasi yang ketat dan memberikan ruang bagi inovasi maka ini akan cepat beradaptasi dengan tren teknologi akan lebih siap menghadapi masa depan, sementara yang lamban dalam merespons bisa tertinggal dalam persaingan global.

Neraga Indonesia mestinya harus dapat belajar dari Negara Elsavador. Bagaimana negara itu bisa mencapai kesuksesan dengan Bitcoin? Ini berkat keputusan berani Presiden Nayib Bukele untuk menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah pada September 2021 lalu.

Keputusan ini membuka peluang bagi warga Elsalvador untuk menggunakan Bitcoin dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam transaksi bisnis dan pengiriman uang.

Salah satu contoh kesuksesan akibat penerapan Bitcoin alat pembayaran yang sah di Negara Elsavador adalah kisah Napoleon Osorio, seorang sopir taksi yang menjadi jutawan kripto berkat adopsi Bitcoin. Ia memperluas bisnisnya dan meraih keuntungan besar dari kenaikan harga Bitcoin.

Pemerintah El Salvador juga memperkenalkan dompet digital Chivo Wallet, yang memungkinkan pengiriman dan penerimaan Bitcoin tanpa biaya. Meskipun adopsi Bitcoin belum mencapai harapan pemerintah, kisah sukses seperti Osorio membuktikan potensi besar dari mata uang digital ini.

Baca Juga:   Tantangan dan Potensi Peternakan Berkelanjutan di Masa Depan

Selain itu, El Salvador juga memiliki lebih dari 2.000 Bitcoin yang bernilai lebih dari $150 juta, membuat negara ini menjadi salah satu negara terkaya di dunia karena kepemilikan Bitcoin-nya.

El Salvador terus membuat langkah besar dalam upayanya menuju kemandirian finansial. Setelah mengumumkan bahwa mereka tidak lagi akan meminjam utang eksternal untuk mendanai anggaran negara.

Langkah ini adalah upayaca dan komitmen Presiden Nayib Bukele untuk mengurangi ketergantungan pada sumber dana luar negeri dan akan memperkuat perekonomian negara melalui adopsi teknologi baru, khususnya kripto.

Belajar dari Elsavador: Mengakhiri Ketergantungan pada Utang Luar Negeri

Akun Twitter resmi pemerintahan El Salvador telah membagikan salah satu berita terbesar, yakni pengumuman dari Presidennya, Nayib Bukele, yang menyatakan bahwa negara tersebut tidak akan lagi meminjam utang eksternal atau luar negeri.

Mulai 2025, negara itu akan membiayai anggarannya sepenuhnya dari sumber daya internal, sebuah langkah yang jarang dilakukan oleh negara-negara berkembang yang biasanya bergantung pada pinjaman internasional untuk mendanai proyek-proyek besar dan operasional pemerintah.

Penghapusan utang eksternal ini dilakukan dengan harapan untuk menghindari ketergantungan pada lembaga keuangan internasional yang sering kali memberikan syarat ketat dalam pinjaman mereka.

Dengan cara ini, negara di Amerika Tengah ini berharap untuk membangun fondasi ekonomi yang lebih mandiri dan berkelanjutan, tanpa beban bunga dan pembayaran utang yang terus meningkat setiap tahun.

“Ini adalah momen bersejarah bagi El Salvador. Kami tidak akan lagi menghabiskan lebih banyak uang daripada yang kami hasilkan setiap tahunnya. Manfaat dari pendekatan ini akan langsung terasa dan akan terus bertambah setiap tahunnya, yang akan berkontribusi pada perekonomian yang lebih kuat dan negara yang mandiri secara finansial,” ujar Presiden Bukele, dilansir dari El Salvador English.

Baca Juga:   (Jika) Bobibos vs Pertamina: Pertarungan Nilai, Etika, dan Kuasa di Tengah Krisis Kepercayaan Publik

Konsistensi El Salvador dalam Investasi Bitcoin, dapat Mengakhir Ketergantungan pada Utang Luar Negeri

Selain mengakhiri ketergantungan pada utang luar negeri, pemerintah El Salvador terus berinvestasi dalam Bitcoin, yang kini menjadi bagian integral dari kebijakan ekonomi negara.

Seperti yang telah diberitakanUB sebelumnya, selama 665 hari berturut-turut, El Salvador membeli satu Bitcoin setiap hari, yang kini menambah total cadangan negara sebanyak 3.046 BTC.

Langkah ini dimulai sejak November 2022 dan menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mengintegrasikan Bitcoin ke dalam sistem keuangan nasional.

Keputusan untuk membeli Bitcoin setiap hari dianggap sebagai strategi jangka panjang untuk meningkatkan cadangan mata uang negara, yang diharapkan akan memberikan keuntungan besar di masa depan ketika harga Bitcoin kembali naik.

Selain itu, adopsi Bitcoin juga telah meningkatkan profil internasional El Salvador sebagai pionir dalam ekonomi digital.

Tantangan dan Harapan dalam Membangun Kemadirian Ekonomi

Meski langkah-langkah ini dinilai inovatif dan berani, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh pemerintah El Salvador.

Pertama, penghapusan utang eksternal berarti pemerintah harus mengelola anggaran dengan sangat ketat dan memastikan pendapatan dari pajak serta sektor lain seperti pariwisata dan pertanian cukup untuk mendanai semua kebutuhan.

Tantangan lain adalah menjaga kestabilan ekonomi di tengah fluktuasi harga BTC, yang secara alami dapat mempengaruhi cadangan nasional jika tidak dikelola dengan hati-hati.

Namun, meskipun menghadapi risiko, Presiden Bukele tetap optimis bahwa strategi ini akan membawa El Salvador ke era baru dalam hal kemandirian finansial.

Langkah untuk tidak lagi meminjam dari luar negeri dan terus berinvestasi dalam Bitcoin dianggap sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat ekonomi nasional, mengurangi kemiskinan dan menarik lebih banyak investor internasional.

Baca Juga:   Pilkada Tak Langsung dan Ancaman Berulang Bagi Lingkungan Hidup

Diakhir, Negara Indonesia harus dapat belajar dari negara Elsavador untuk meneguhkan kemandirian ekonominya dan menjadikannya menjadi negara yang maju agar tidak lagi bergantung pada hutang luar negeri dan bisa menghentikan untuk tidak berutang lagi!***


Penulis: Kemas FS, Pengurus DPP PA GMNI Bidang Sosial.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

DPP GMNI Mendorong Pelaksanaan UHC: Tidak Menyisakan Ketimpangan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:01 WIB
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

FORKOMCAB GMNI Sumsel Gerakkan Solidaritas Publik: Open Donasi untuk Korban Banjir & Longsor Sumatera

Marhaenist.id, Sumsel — Gelombang banjir dan longsor yang melanda berbagai wilayah di…

Imbas Kritik Kepolisian Lewat Lagu, Vokalis Sukatani Band Diduga Dipecat dari Guru

Marhaenist.id - Sungguh ironi di negeri ini, hanya karena sebuah lagu dan…

Mas Bambang Patjul Dibutuhkan Fokus Skala Nasional

Marhaenist.id - Partai Demokrasi Indonesia (PDI) - Perjuangan memandang Pemilu 2029 memiliki…

Demokrasi Bukan Hadiah Elite, Tetapi Hak Rakyat

Marhaenist.id - Pemilihan Kepala Daerah bukan sekadar persoalan teknis elektoral, melainkan merupakan…

Jumpai Ketua DPRD Riau, Cipayung Plus Desak Pembentukan Pansus Defisit APBD: Biar Tahu Siapa Biang Keroknya!

Marhaenist.id, Pekanbaru – Kelompok Cipayung Plus Riau resmi mendesak DPRD Provinsi Riau…

Paradoks Demokrasi Hilangnya Makna Mensen (Rakyat) Dalam Demokrasi Indonesia

MARHAENIST - Panggung sosial politik akhir-akhir ini diselimuti paradoks. Di satu sisi…

Gelar Muskom, Rakhmadhan terpilih sebagai Ketua DPK GMNI Polbeng Bengkalis

Marhaenist.id, Bengkalis - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

“Merahnya Ajaran Bung Karno” Sebuah Refleksi Pembebasan Ala Indonesia

Marhaenist.id, Lebak - Dalam rangka menyambut bulan kemerdekaan RI dan sekaligus sebagai…

Surat Selamat Tinggal Che Guevara Kepada Fidel Castro Tahun 1965

Marhaenist - Jalanan ini masih panjang dan penuh dengan kesulitan serta kontradiksi.…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?