By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Rumah Kelahiran Sang Fajar Bung Karno
GMNI Penajam Paser Utara Nilai Pilkada DPRD Langgar Putusan MK dan Legalkan Politik Dagang Sapi

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Polithinking

Serentak, 899 Kampus di Indonesia Gelar Aksi Menolak Politik Dinasti

Indo Marhaenist
Indo Marhaenist Diterbitkan : Kamis, 11 Januari 2024 | 16:21 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Sebanyak 899 kampus di 35 provinsi dengan melibatkan sebanyak 14.000 mahasiswa melakukan pergerakan dengan membagikan 4 juta selebaran di depan kampus dalam menyadarkan rakyat akan Pelanggaran HAM berat Prabowo Subianto dan buruknya Politik Dinasti.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar aksi membagikan selebaran dan stiker menolak dinasti politik dan penculik.

Mahasiswa UNJ menggelar aksi didepan kampus tepatnya di bawah halte penyeberangan jalan pada pukul 11.00 WIB di Jalan Pemuda Rawamangun Jakarta Timur, Kamis 11 Januari 2023

Dalam aksi nya mahasiswa UNJ mengingatkan tentang bahaya politik dinasti dan bahaya bila memilih pemimpin yang melanggar Hak Azasi Manusia (HAM).

Mahasiswa merasa ada kolaborasi antara Orde Baru dengan anak haram konstitusi dalam membangun politik dinasti oleh Jokowi.

Dalam aksi ini, mahasiswa juga membagikan selebaran seperti tabloid terkait dengan penghianatan terhadap reformasi.

Mahasiswa dalam orasinya menyampaikan bahwa politik dinasti adalah ancaman bagi demokrasi Indonesia. Saat kritik disampaikan, rezim ini justru melakukan intimidasi terhadap para penolak dinasti politik.

Aksi mahasiswa ini digelar mulai pukul 11.00 WIB. Mereka menggelar orasi dan mimbar bebas untuk menolak politik dinasti yang sedang dibangun oleh Presiden Jokowi.

Mahasiswa merasa ada kolaborasi antara Orde Baru dengan anak haram konstitusi dalam membangun politik dinasti oleh Jokowi.

Dalam mimbar bebas ini, mereka juga mengingatkan kembali mengenai keterlibatan Prabowo Subianto dalam kasus penculikan dan penghilangan paksa aktivis 1998.

Mahasiswa UIN Jakarta membagikan selebaran di depan kampus mereka, isinya menolak politik dinasti.

Mahasiswa kembali mempertanyakan, siapa yang harus bertanggung jawab dalam kasus ini.

“Mari mahasiswa bergerak, UNJ sudah bergerak, tolak politik dinasti,” begitu orasi mahasiwa di kampus UNJ pada Kamis, 11 Januari 2024.

“Ini sebuah aksi simbolik untuk jadi pengingat juga bagi kita semua,” ujar Apil (22) mahasiswa FIS UNJ.

Menurut April, bahwa dalam kontestasi politik hari ini ternyata masih banyak masalah-masalah besar yang harus kita jadikan pekerjaan bersama, baik di masa lampau maupun masa kini.

Baca Juga:   Resmikan Posko Jaga Suara, Cornelia Agatha: Jaga Suara Untuk Menangkan Pram-Doel

“Ada beberapa kampus lain seperti UIN, UI, UBK, Moestopo, Unas, APP, Unsurya dan kampus lainnya sama ada beberapa kampus lain juga. Beberapa kampus lain sama. Melakukan aksi yang sama, aksi simbolis semua secara damai,” ujarnya.

Selain itu April menyampaikan kritik kepada pemerintah Presiden Jokowi. Ini karena banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, mulai kasus pelanggaran HAM masa lalu.

“Saat ini ada isu politik dinasti kemudian juga masih adanya kkn, kemudian korupsi dan koruptor yang masih dihukum ringan, kemudian harga pokok yang masih belum terjangkau,” kata April.

“Pemerintah harus segera menyelesaikan masalah-masalah yang sampai saat ini belum terselesaikan,” katanya lagi.

Aksi yang sama juga digelar di depan kampus Universitas Negeri Islam (UIN) Ciputat. Mahasiswa juga menggelar orasi dan membagikan selebaran yang isinya menolak politik dinasti Jokowi.

Perwakilan mahasiswa UIN ini menyampaikan orasi dan ajakan agar seluruh mahasiswa melihat betul rekam jejak calon pemimpin negeri ini. Pencalonan Gibran Rakabuming yang merupakan anak haram konstitusi harus ditolak dan dikalahkan.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB
Rumah Kelahiran Sang Fajar Bung Karno
Minggu, 11 Januari 2026 | 13:43 WIB
GMNI Penajam Paser Utara Nilai Pilkada DPRD Langgar Putusan MK dan Legalkan Politik Dagang Sapi
Minggu, 11 Januari 2026 | 13:20 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Soroti Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Pasar, GMNI Mamasa Desak Kejati Sulbar Segera Tetapkan Tersangkanya

Marhaenist.id, Mamasa - Terkait dengan kasus korupsi pembebasan lahan Pasar Mamasa, pihak…

Soekarno Dalam Berbagai Kurun Perjalanan Waktu

Marhaenist - Ir. Soekarno adalah orang pertama yang mencetuskan konsep Pancasila sebagai…

Pasang Surut Semangat Kartini dalam Gerakan Emansipasi Perempuan era Modern

Marhaenist.id - Perempuan, seringkali dianggap sebagai orang kedua atau pelengkap peran daripada laki-laki.…

Studi Terhadap Prilaku Keserakahan, Seberapa Mengerikannya Manusia? (Bagian 3)

<<...Sambungan Thomas Hobbes adalah orang yang pertama kali dalam sejarah yang menyatakan…

Presiden Joko Widodo saat membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT). ANTARA/Arif Firmansyah

Jokowi: Sebanyak 19,9 Juta Orang Telah Terima BLT BBM

Marhaenist - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan sekitar 19,9 juta orang atau…

Inggit Garnasih Pahlawan Nasional yang Tak Kunjung Diakui dan Telupakan

Marhaenist.id - Pada tanggal 7 Februari 1980, mantan Gubernur DKI Bang Ali…

Ancaman Pidana dan Krisis Penegakan Hukum: Vakum Badan Sengketa PDP

Marhaenist.id - UU PDP dan Fondasi Keamanan Hukum - Undang-Undang Nomor 27…

Foto:

IUP bagi Perguruan Tinggi Menyalahi Tridharma Perguruan Tinggi

Marhaenist.id - Setelah sebelumnya ormas keagamaan mendapat karpet merah dalam pengajuan Izin…

Lebaran di Tengah Cobaan: Menggali Makna Tahan Menderita dari Pesan Bung Karno

Marhaenist.id - Lebaran tahun ini mungkin berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kita mungkin…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?