By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Mahasiswa Apatis, Ketua DPK GMNI STIE Indonesia Jakarta Soroti Sikap Individualis dan Pentingnya Kesadaran Kolektif
Menuju Indonesia Emas 2045, DPP GMNI Dorong Pemanfaatan Kebudayaan Nasional
Dari Mahkamah Konstitusi ke Kampus, Prof. Arief Hidayat Resmi Bergabung di Universitas Borobudur sebagai Guru Besar Emeritus
Apa itu May Day? Apakah Sekadar Tanggal Merahkah?
Menuju Kematian Marhaenisme

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Polithinking

Sembilan Maklumat Hang Lekir: Moestopo Menggugat, Demokrasi Tidak Baik-Baik Saja

Trian Walem
Trian Walem Diterbitkan : Jumat, 9 Februari 2024 | 19:51 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Civitas Academica Universitas Dr. Moestopo mengeluarkan Maklumat Hang Lekir: Moestopo Menggugat, Demokrasi Tidak Baik-baik Saja/Marhaenist.id.
Foto: Civitas Academica Universitas Dr. Moestopo mengeluarkan Maklumat Hang Lekir: Moestopo Menggugat, Demokrasi Tidak Baik-baik Saja/Marhaenist.id.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Civitas Academica Universitas Dr. Moestopo beragama mengeluarkan sembilan Maklumat Hang Lekir yang bertajuk “Moestopo Menggugat, Demokrasi Tidak Baik-Baik Saja,” sebagai bentuk respons terhadap kondisi demokrasi yang tengah mengalami kemunduran saat ini.

Alumni dan mahasiswa menyampaikan Maklumat Hang Lekir sebagai wujud perjuangan luar biasa dari Mayjen TNI (Purn) Prof. Dr. Moestopo, pendiri universitas dan Pahlawan Nasional.

“Maklumat Hang Lekir adalah amanat dari pendiri kampus yang menjadi basis perjuangan reformasi mahasiswa Indonesia,” Rialdo Rezeky, salah satu alumni Universitas Dr. Moestopo, mengatakan pada Jumat, (9/2/2024).

Rialdo menegaskan bahwa pelaksanaan aksi ini bertujuan untuk mencermati perkembangan demokrasi pasca reformasi. Dengan dikeluarkannya Maklumat Hang Lengkir, harapan Universitas Dr. Moestopo terletak pada pilar kepemimpinan Indonesia untuk meneruskan agenda reformasi.

“Namun, hari ini, kita melihat demokrasi kembali mengalami kemunduran, keluar dari marwah demokrasi di Indonesia,” ujarnya.

“Dengan penuh kesadaran, kami menyampaikan keprihatinan yang dalam atas berbagai realitas tata kehidupan sosial, ekonomi dan politik negeri kita akhir-akhir ini,” Kata Rialdo.

Adapun Sembilan Maklumat Hang Lekir yang bertajuk “Moestopo Menggugat, Demokrasi Tidak Baik-Baik Saja”:

  1. Anti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) adalah agenda perjuangan yang kita perjuangkan bersama. Yang kemudian Indonesia telah memilih jalan ‘Demokrasia’ yang dinilai sebagai jalan terbaik untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan yang berasaskan pada Pancasila. Karenanya, menegakan demokrasi sesungguhnya menegakan Negara Republik Indonesia.
  2. Salah satu ciri utama negara demokrasi adalah terlaksananya Pemilu yang bebas, jujur, adil, dan bersih sesuai dengan Pancasila dan UUD-1945 serta perundang-undangan lainnya yang berlaku. Oleh karena itu segala bentuk kecurangan, dan penyalahgunaan kekuasaan dalam pelaksanaan Pemilu adalah kejahatan dalam berdemokrasi dan konstitusi.
  3. Menolak keras segala bentuk perilaku penguasa dalam kepemimpinan Joko Widodo yang mengarah pada upaya merusak sendi-sendi demokrasi Indonesia, dan melegitimasi dinasti politik melalui perubahan nilai dan etika konstitusi.
  4. Menolak keras segala bentuk kebijakan pemerintah yang menggunakan instrumen dan atau fasilitas negara untuk kepentingan elektoral pasangan calon tertentu dalam kontestasi Pemilu 2024, hal ini sangat bertentangan dengan demokrasi.
  5. Mengutuk dengan keras atas tindakan kegaduhan yang telah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo melalui pernyataan dan gesture kepemimpinan yang menimbulkan kegaduhan politik dalam negeri.
  6. Bahwa sesungguhnya Jabatan Publik yang diemban Joko Widodo, adalah amanat rakyat Indonesia. Sehingga jabatan publik merupakan pengaruh yang melekat dengan atau tanpa penggunaan fasiltas negara. Jabatan yang diemban juga melekat, meskipun dalam status cuti sekalipun.
  7. Situasi demokrasi Nasional yang sudah jauh dari nilai-nilai Pancasila, kaidah intelektual, akademis dan secara tegas kami menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo, adalah Presiden yang telah gagal menjalankan agenda Reformasi, khususnya dalam demokratisasi di Indonesia, menghilangkan Korupsi, Kolusi & Nepotisme (KKN), penyelesaian kejahatan kemanusiaan dan atau pelanggaran HAM di Indonesia.
  8. Mengajak segenap masyarakat Indonesia yang memiliki hak pilih dalam Pemilu untuk berpartisipasi aktif dalam Pemilu 2024 dengan memilih para Calon Pemimpin Bangsa dan Negara yang didasarkan pada kualitas dan rekam jejak kenegarawanannya, kepemimpinannya, dan program kerja yang berpihak pada masyarakat, serta memilih karena didasarkan pada hati nurani dan keyakinan yang sungguh-sungguh yang bukan atas dasar politik uang atau intimidasi dari pihak tertentu.
  9. Terakhir, kami mengajak para mahasiswa-mahasiswi Indonesia dan seluruh generasi muda Indonesia, putra-putri terbaik bangsa, pada 14 Februari 2024. Pada hari itulah kedaulatan rakyat dilaksanakan dan disitulah harkat dan martabat setiap warga negara diuji, siapa yang kelak diberi kepercayaan untuk memimpin perjalanan bangsa ini lima tahun ke depan.**

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Mahasiswa Apatis, Ketua DPK GMNI STIE Indonesia Jakarta Soroti Sikap Individualis dan Pentingnya Kesadaran Kolektif
Kamis, 30 April 2026 | 16:59 WIB
Menuju Indonesia Emas 2045, DPP GMNI Dorong Pemanfaatan Kebudayaan Nasional
Kamis, 30 April 2026 | 14:53 WIB
Dari Mahkamah Konstitusi ke Kampus, Prof. Arief Hidayat Resmi Bergabung di Universitas Borobudur sebagai Guru Besar Emeritus
Kamis, 30 April 2026 | 04:41 WIB
Apa itu May Day? Apakah Sekadar Tanggal Merahkah?
Kamis, 30 April 2026 | 04:20 WIB
Menuju Kematian Marhaenisme
Kamis, 30 April 2026 | 01:41 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

PDIP Lantik Pengurus Baru, Diantaranya Alumni GMNI, Siapa Aja Yang Kamu Kenal?

Marhaenist - Sekertaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto dalam acara pelantikan pengurus…

GMNI Kecam Keras Intervensi Militer AS ke Venezuela: Dunia Bukan Milik Satu Negara

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Jenderal A.H. Nasution, Sang Prajurit Idealistis yang Menolak Jadi Presiden Meski Punya Peluang Besar

Marhaenist.id — Jenderal Besar Abdul Haris Nasution dikenal sebagai sosok militer yang…

Singgung Presiden Boleh Kampanye, GMNI Sulbar: Sejak Awal Sudah Memihak

Marhaenist.id, Mamuju – Ketua DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sulawesi Barat…

DPD PA GMNI Jakarta Raya Bakal Gelar Diskusi Publik Edisi Khusus Pra-Konferda V

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Ahok: Mas Ganjar Paling Pantas Jadi Presiden, Layak Diperjuangkan

Marhaenist.id, Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama yang baru saja mundur dari Komisaris…

Mahasiswa, Politik Kampus, dan Miniatur Negara

Marhaenist.id - Dalam lorong-lorong kampus yang sepi, di pojok-pojok gedung tua yang…

Perajin membersihkan kedelai di salah satu rumah industri di Jakarta, Kamis (6/10). Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia (Gakopindo) Aip Syarifuddin mengatakan kenaikan harga kedelai impor satu bulan terakhir rata-rata berada di kisaran Rp6.900 - Rp7.000 per kilogram di tingkat koperasi yang sebelumnya Rp6.300 - Rp6.500 sedangkan harga di pasaran lebih tinggi yakni Rp10.597 per kilogramnya. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/pras/16.

Berhenti Mendewakan Investasi Asing, Pembangunan Harus Bertumpu Pada Kekuatan Rakyat

Marhaenist.id - Selama bertahun-tahun, pemerintah baik pusat maupun daerah, kerap menjadikan masuknya…

Resmikan Posko Jaga Suara, Cornelia Agatha: Jaga Suara Untuk Menangkan Pram-Doel

Marhaenist,id, Jakarta - Relawan Jaga Suara dan Kawan 98 meresmikan Posko Jaga…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?