By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Sarinah: Jiwa Besar dalam Tubuh Kecil, Refleksi Perempuan Indonesia Masa Kini

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Sabtu, 30 Maret 2024 | 21:38 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Ilustrasi Sarinah ditengah Persawahan Marhaen/Marhaenist.id.
Bagikan

Marhaenist.id – Bung Karno pernah menulis, “…Sarinah orang kecil tapi memiliki jiwa yang besar,…”. Kalimat ini merupakan bagian dari buku “Sarinah: Kewajiban Wanita dalam Perjuangan Republik Indonesia” yang ditulis oleh proklamator kemerdekaan Indonesia, Soekarno.

Dalam buku tersebut, Soekarno menggambarkan Sarinah sebagai simbol perempuan Indonesia yang memiliki jiwa besar meski berada dalam “posisi” yang kecil.

Sarinah, dalam konteks ini, bukan hanya sekedar nama. Sarinah adalah representasi dari perempuan-perempuan Indonesia yang berjuang dalam kehidupan sehari-hari.

Sarinah adalah ibu rumah tangga yang mengurus keluarga, Sarinah adalah pekerja keras yang mencari nafkah, Sarinah adalah pelajar yang berusaha meraih cita-cita, dan Sarinah adalah setiap perempuan yang berjuang dalam hidupnya.

Meski seringkali berada pada posisi yang kecil atau dianggap sepele, Sarinah memiliki jiwa yang besar. Jiwa besar ini tercermin dari semangat juang, ketabahan, dan kegigihan yang dimiliki oleh perempuan-perempuan Indonesia. Meski menghadapi berbagai tantangan dan hambatan, mereka tetap berjuang dan tidak menyerah.

Dalam konteks Indonesia masa kini, pesan Soekarno tentang Sarinah semakin relevan. Di tengah berbagai tantangan dan masalah yang dihadapi oleh bangsa ini, peran perempuan sangat penting.

Perempuan memiliki peran penting dalam membangun keluarga, masyarakat, dan bangsa. Perempuan memiliki peran penting dalam menciptakan perubahan yang positif di masyarakat.

Namun, sayangnya, perempuan seringkali masih dianggap sebelah mata dan tidak mendapatkan hak serta kesempatan yang sama dengan laki-laki. Diskriminasi dan ketidakadilan gender masih sering terjadi di berbagai aspek kehidupan.

Oleh karena itu, kita perlu mengingat kembali pesan Soekarno tentang Sarinah. Kita perlu menghargai dan mengakui peran serta kontribusi perempuan dalam kehidupan kita.

Perempuan-perempuan Indonesia, seperti Sarinah, memiliki jiwa yang besar. Mereka memiliki kekuatan dan ketabahan yang luar biasa dalam menghadapi berbagai tantangan dan hambatan. Mereka memiliki semangat juang yang tak pernah padam dalam berjuang untuk hak dan kesetaraan mereka.

Baca Juga:   Menjelang Kemerdekaan RI Ke 80 Dibawah Banyang-Banyang Premanisme dan Distopia Orwellian

Sebagai bangsa, kita perlu memberikan penghargaan dan pengakuan yang setara kepada perempuan. Kita perlu memberikan kesempatan yang sama kepada perempuan untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam berbagai aspek kehidupan. Kita perlu memastikan bahwa hak dan kesetaraan gender dihormati serta dilindungi.

Pesan Soekarno tentang Sarinah bukan hanya tentang perempuan Indonesia di masa lalu, tetapi juga tentang perempuan Indonesia di masa kini dan masa depan.

Mari kita jadikan pesan Soekarno tentang Sarinah sebagai inspirasi bagi kita semua untuk terus berjuang demi hak dan kesetaraan gender. Mari kita jadikan pesan ini sebagai motivasi bagi kita semua untuk terus berjuang menciptakan Indonesia yang lebih baik dan lebih adil bagi semua orang, termasuk perempuan.***


Penulis: Sugeng Sjamsuri, Alumni GMNI Manado.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Tanggapi Kenaikan PPN 12%, GMNI Kendari Minta PJ Gubernur Sultra Lakukan Upaya Antisipasi Dampak Eskalasinya

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Pemilu 2024 dan Tiktok

Marhaenis.id - Penggunaan media sosial dalam pemilu 2024 telah menjadi fakta yang…

Kawan 98 dan Jaga Suara Ajak Warga Waspadai Adanya Politik Uang di Pilkada Jakarta

Marhaenist.id, Jakarta - Persaingan antar pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur…

Bahayakan Demokrasi, Alumni GMNI Kecam Revisi Putusan MK Terkait UU Pilkada

MARHAENIST - Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengecam dan menentang keras…

Gelar Muskom, Rakhmadhan terpilih sebagai Ketua DPK GMNI Polbeng Bengkalis

Marhaenist.id, Bengkalis - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Penegakan Hukum 2025, Dr. H. Sutrisno, S.H., M.Hum: Antara Semangat Keadilan dan Tantangan Implementasi

Marhaenist.id, Jakarta — Penegakan hukum di Indonesia sepanjang tahun 2025 dinilai masih…

DPK GMNI FAPERTASAINSTEK UNARS Situbondo Kritisi Penulisan Ulang Sejarah: ‘Siapa yang Mengontrol Narasi, Mengontrol Ingatan Kolektif?’

Marhaenist.id, Situbondo : Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Agung Nugroho: Proteksi Sosial Harus Bersama-Sama Kita Tingkatkan

Marhaenist - Acara Puncak Perayaan Hari Ulang Tahun KSPSI yang ke 50…

DPD PA GMNI Jakarta Raya Audiensi ke Gubernur DKI Jakarta: Siap Kawal Jakarta Menuju Kota Global yang Berkeadilan Sosial

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?