By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Soekarno Bukan Sekedar Presiden
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim
Perkuat Pembangunan Nasional, PA GMNI di Sultra Gaungkan Kolaborasi Antar Organ Alumni Cipayung
Wacana Pemakzulan Presiden, Firman Tendry Masengi: Titik Temu Legalitas Konstitusi dan Legitimasi Rakyat
Pemakzulan, Konstitusi, dan Legitimasi Rakyat

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Reformasi Kepolisian Tidak Bisa Ditunda: Copot Kapolri dan Hentikan Kekerasan Aparat terhadap Rakyat

Trian Walem
Trian Walem Diterbitkan : Selasa, 24 Februari 2026 | 05:24 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Deodatus Sunda Se, Ketua DPD GMNI DKI Jakarta (Dokpri)/MARHAENIST.
Foto: Deodatus Sunda Se, Ketua DPD GMNI DKI Jakarta (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta, – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) DKI Jakarta menyampaikan duka cita mendalam sekaligus kemarahan yang serius atas tewasnya Arianto Tawakal (14), pelajar MTsN di Kota Tual, Maluku, yang diduga menjadi korban kekerasan oknum Brimob.

Peristiwa yang terjadi di Jalan RSUD Maren, Desa Fiditan, Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual tersebut memperlihatkan dugaan penggunaan kekuatan yang berlebihan hingga menyebabkan hilangnya nyawa seorang anak di bawah umur. Bagi kami, ini tentu saja bukan sekadar pelanggaran etik individual, melainkan refleksi krisis struktural dalam tubuh Kepolisian Republik Indonesia.

Ketua DPD GMNI DKI Jakarta, Deodatus Sunda Se, yang akrab disapa Bung Dendy, menyatakan:

“Kematian Arianto Tawakal adalah luka baru dalam catatan panjang kekerasan aparat terhadap warga sipil. Ini bukan insiden yang berdiri sendiri. Pola kekerasan yang berulang menunjukkan bahwa reformasi kepolisian belum menyentuh apa yang menjadi akar persoalan.”

Bung Dendy juga menegaskan bahwa tragedi ini harus dibaca dalam konteks kegagalan institusional yang lebih luas, termasuk belum tuntasnya berbagai peristiwa pelanggaran sebelumnya, seperti Agustus Kelabu yang hingga kini belum menghadirkan akuntabilitas menyeluruh dan keadilan yang transparan bagi publik.

“Tragedi Agustus Kelabu belum juga menunjukkan penyelesaian yang tuntas dan akuntabel. Kini publik kembali disuguhi kematian warga sipil di tangan aparat. Pertanyaannya sederhana: sampai kapan impunitas ini terus-menerus dibiarkan?”

DPD GMNI DKI Jakarta juga menyoroti minimnya hasil konkret dari pembentukan tim reformasi kepolisian yang selama ini digadang-gadang sebagai jawaban atas krisis kepercayaan publik.

“Tim reformasi kepolisian tidak boleh berhenti pada rekomendasi normatif. Sampai hari ini, publik belum melihat perubahan signifikan dalam doktrin penggunaan kekuatan, pola pengawasan, maupun kultur kekerasan di lapangan dan juga praktet KKN yang mengakar dalam Kepolisian. Reformasi yang tidak menyentuh struktur komando, sistem promosi, dan mekanisme pengawasan eksternal hanyalah kosmetik,” tegas Bung Dendy.

Baca Juga:   GMNI Tantang Debat Terbuka Ketua DPRD Lebak

Sehubungan dengan itu, kami DPD GMNI DKI Jakarta menyatakan sikap:

  1. Mengutuk keras tindakan kekerasan yang menyebabkan tewasnya Arianto Tawakal dan mendesak proses hukum pidana yang transparan, terbuka, dan akuntabel terhadap pelaku.
  2. Mendesak pencopotan Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan politik atas berulangnya kekerasan aparat terhadap warga sipil.
  3. Menuntut reformasi kepolisian yang mengakar, meliputi: Pembatasan tegas penggunaan kekuatan mematikan, penguatan pengawasan eksternal yang independen dan memiliki kewenangan korektif, transparansi dalam penanganan pelanggaran etik dan pidana oleh anggota dan penataan ulang kewenangan serta posisi institusional Polri agar benar-benar tunduk pada supremasi sipil.
  4. Apabila praktik kekerasan terhadap warga sipil terus berulang tanpa perubahan sistemik, maka kami menilai perlu dilakukan perombakan mendasar terhadap desain kelembagaan dan kewenangan Polri dalam sistem ketatanegaraan, demi menjamin perlindungan hak asasi manusia dan mencegah konsentrasi kekuasaan represif yang tidak terkendali.

DPD GMNI DKI Jakarta menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat sipil, organisasi mahasiswa, dan kekuatan  pro-demokrasi untuk mengawal proses hukum ini secara kritis dan berkelanjutan.

Penulis: Redaksi/Editor: Trian Walem.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Soekarno Bukan Sekedar Presiden
Minggu, 12 April 2026 | 13:37 WIB
Foto: Benediktus Aquino, Alumni GMNI DKI Jakarta (Dokpri)/MARHAENIST.
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim
Sabtu, 11 April 2026 | 22:02 WIB
Perkuat Pembangunan Nasional, PA GMNI di Sultra Gaungkan Kolaborasi Antar Organ Alumni Cipayung
Sabtu, 11 April 2026 | 19:21 WIB
Wacana Pemakzulan Presiden, Firman Tendry Masengi: Titik Temu Legalitas Konstitusi dan Legitimasi Rakyat
Sabtu, 11 April 2026 | 18:07 WIB
Pemakzulan, Konstitusi, dan Legitimasi Rakyat
Sabtu, 11 April 2026 | 12:16 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Pemuda Demokrat Indonesia Kota Malang Bagi Takjil Untuk Masyarakat: Wujudkan Marhaenisme

Marhaenist.id, Kota Malang - Memasuki bulan suci Ramadan, Pemuda Demokrat Indonesia (PDI)…

Cara Login Database PA GMNI untuk Merubah Data Diri dan Memasukkan Foto Bung dan Sarinah

Marhaenist.id. - Dalam upaya memastikan data keanggotaan tetap akurat dan terbarui, setiap…

Imbas Kritik Kepolisian Lewat Lagu, Vokalis Sukatani Band Diduga Dipecat dari Guru

Marhaenist.id - Sungguh ironi di negeri ini, hanya karena sebuah lagu dan…

Kritik Blok Masela, DPP GMNI: Tolak Groundbreaking, Tuntaskan Tuntutan Rakyat

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Rudi Tanjung: Bangkitkan Kaum Intelektual, Kokohkan Pancasila di Bumi Nusantara

Marhaenist.id, Selatpanjang – Dalam upaya memperkuat nilai-nilai Pancasila di wilayah perbatasan NKRI,…

Refleksi 17 Agustus 1945: Menuju Kemerdekaan RI, Mengenang Peristiwa Rengasdengklok

Marhaenist.id - Pada 15 Agustus 1945, sekitar pukul 19.00, pertemuan dengan berbagai…

Pilkada Kota Yogyakarta Sungguh Istimewa

Marhaenist.id - Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta sudah berjalan dengan lancar…

Breaking News: Yurike Sanger, Istri Ke 7 Bung Karno Dikabarkan Meninggal Dunia

Marhaenist.id, USA -Yurike Sanger, istri ketujuh dari Proklamator sekaligus Presiden pertama RI,…

Seleksi KI DKI Jakarta, Donny Yoesgiantoro: Itu Kewenangan Pemprov

Marhaenist.id, Jalarta - Ketua Komisi Informasi (KI) Pusat, Donny Yoesgiantoro, mengeluarkan pernyataan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?