By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Reforma Agraria dan Krisis Keadilan Sosial
Ketua GMNI NTT Desak Presiden Prabowo Tetapkan Perangkat Desa sebagai ASN atau PPPK
Paul Finsen Mayor: Negara Harus Membaca Budaya Geopolitik Papua, Bukan Memaksakan Modal
GMNI Jakarta Selatan Serukan Aksi Solidaritas untuk Laras Faizati dan Aktivis yang Dikriminalisasi
Etika Negara Demokrasi: Ketika Kekuasaan Harus Tunduk pada Kepercayaan Rakyat

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Prihatin dengan Kondisi Oraganisasi, GMNI Bima Desak Kongres Persatuan

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 10 Juli 2025 | 16:55 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: DPC GMNI Bima saat melaksanakan Konfercab Luar Biasa beberapa waktu lalu (Sumber foto: Facebook DPC GMNI Bima) /MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Bima – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Bima merespon atas mengerasnya dinamika internal organisasi yang tak kunjung selesai untuk mengakhiri dualisme.

Dengan kondisi tersebut hampir semua DPC dan DPD GMNI se-Indonesia berstatement mendesak agar supaya Kongres Persatuan segera dilaksanakan, baik itu di faksinya Arjuna-Dendy maupun Imanuel-Sujahri.

Menurut Cahyo, Ketua DPC GMNI Kabupaten Bima, berdasarkan cita-cita organisasi “Marhaen Pasti Menang” tidaklah mungkin terwujudkan apabila dinamika (perpecahan) ini tidak cepat teratasi.

“Organisasi akan jauh dari kata maju apabila konflik yang sifatnya kontra-revolusioner dijadikan sebagai pijakan gerakan, niscaya sirkulasi kepemimpinan akan terhambat. Bukan saja terhambat ditingkatan DPP, melainkan DPD, DPC sampai ke DPK, otomatis proses semua kader pun akan terhambat pula,” ujarnya, Rabu (9/7/2025).

Chayo juga mengatakan bahwa sikap mendesak kongres persatuan ini, murni dari keresahan batin seluruh kader, oleh karenanya, apabila kemandekan sirkulasi kepemimpinan didiamkan berlarut-larut, semua kader akan jenuh dan terbengkalai layaknya kapal tanpa navigasi.

“Sikap kongres persatuan adalah bentuk keresahan kader sementara Kongres Bandung yang akan digelar tanggal 15 – 18 Juni 2025 ini ialah satu tindakan yang sifatnya disorientatif, karenanya Kongres ini menutup pintu rekonsiliasi. Hanya persatuan secara seantero-lah yang bisa membawa angin segar bagi keluarga besar GMNI seluruh Indonesia,” tambahnya.

Chayo juga mengutip kata Bung Karno yang berkata bahwa bangsa adalah segerombolan manusia yang keras, ia punya keinginan bersatu dan mempunyai persamaan watak. Persatuan adalah fondasi utama untuk membangun bangsa yang kuat dan tangguh.

“Bung Karno saja menegaskan perlunya persatuan untuk membentuk kekuatan besar, apabila Kongres Persatuan melalui KLB tidak secepatnya diselenggarakan, maka langkah-langkah untuk menyelamatkan organisasi akan dilaksanakan. DPC GMNI Bima akan secepat mungkin melanjutkan Konsolidasi Nasional bersama DPC/DPD GMNI yang menginginkan persatuan, guna untuk membahas hal-hal fundamental yang berkaitan langsung dengan gerakan penyelamatan organisasi,” lanjutnya.

Baca Juga:   Kembali Gelar PPAB, DPC GMNI Salatiga Targetkan KTD Sebelum Juni

Chayo juga menyampaikan bahwa jika dualisme tak segara diakhiri maka pihaknya akan melanjutkan Konsolidasi Nasional bersama DPC dan DPD baik dari kubu Imanuel dan Arjuna yang menginginkan persatuan untuk mengambil langkah-langkah yang fundameltal demi menyelamatkan organisasi.

“Melalui ini, GMNI Bima ingin menyampaikan secara frontal kepada oknum yang tidak mau bersatu bahwa, selama GMNI pecah, anggaplah itu kita sedang berpencar untuk mengepung segala bentuk ketidakadilan dan dehumanisasi yang berkecamuk ditengah-tengah masyarakat, dan sekarang sudah saatnya kita bersatu untuk melaksanakan kesinambungan revolusi, seperti apa yang di katakan Bung Karno, Revolusi Kita Belum Selesai,” tandas Ketua DPC GMNI Bima itu.***

Penulis: Redaksi/Editor: Redaksi.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Reforma Agraria dan Krisis Keadilan Sosial
Kamis, 15 Januari 2026 | 15:13 WIB
Ketua GMNI NTT Desak Presiden Prabowo Tetapkan Perangkat Desa sebagai ASN atau PPPK
Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08 WIB
Paul Finsen Mayor: Negara Harus Membaca Budaya Geopolitik Papua, Bukan Memaksakan Modal
Kamis, 15 Januari 2026 | 09:03 WIB
GMNI Jakarta Selatan Serukan Aksi Solidaritas untuk Laras Faizati dan Aktivis yang Dikriminalisasi
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:27 WIB
Etika Negara Demokrasi: Ketika Kekuasaan Harus Tunduk pada Kepercayaan Rakyat
Rabu, 14 Januari 2026 | 22:55 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Ziarahi di Makam Bung Karno, Berdoa dan Menebar Kembang,: Semua Terasa Istimewa (Catatan Perjalanan DPP PA GMNI 1)

Marhaenist.id, Blitar - Dewan  Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Pilkada Mau Ditarik, Rakyat Mau Diparkir

Marhaenist.id - Tukang sablon, tukang jahit, pemasang baliho, digital printing, biro iklan,…

GMNI Berduka, Senior GMNI Antasari Azhar Telah Berpulang Kepada Sang Khalik

Marhaenist.id, Tangsel - Antasari Azhar, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode…

Sukarno: Islam Harus Berjuang Mengalahkan Kekolotan

MARHAENIST - Sukarno membayangkan perjuangan paling bermanfaat bagi umat Islam adalah perjuangan…

GMNI Jaksel: Tangkap dan Adili Jokowi! Tolak RUU Polri dan KUHAP! Copot Kapolri!

Marhaenist.id - Rezim Otoriter Jokowi Harus Bertanggung Jawab Atas Krisis Hukum, Ekonomi,…

Politikus senior PDI Perjuangan yang juga anggota Wantimpres, Sidarto Danusubroto. Liputan6/Johan Tallo

Ini Bocoran Sosok Capres PDIP Dari Politisi Senior PDI Perjuangan

Marhaenist - Mantan ajudan Presiden pertama RI Soekarno atau Bung Karno, Sidarto…

PERADAH Jakarta/MARHAENIST

Lokasabha PERADAH Jakarta, Bryan Pasek – Eka Dharmayudha Fokus Pemberdayaan Ekonomi Keumatan

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Provinsi Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia Provinsi DKI…

PDIP Lantik Pengurus Baru, Diantaranya Alumni GMNI, Siapa Aja Yang Kamu Kenal?

Marhaenist - Sekertaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto dalam acara pelantikan pengurus…

Andai Bank BRI Jadi Bank Koperasi Seperti Desjardins Bank

Marhaenist.id - Pada akhir 2019, ketika saya berkesempatan mengunjungi Kanada untuk mempelajari…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?