By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Menghidupkan Marhenisme: Lanfang dan Monterado sebagai Warisan Geopolitik Nusantara
DPP GMNI Desak DPR RI Segera Sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Geopolitik Pangan: Entok, Limbah Pangan, dan Masa Depan Kedaulatan Pangan Nusantara
Hadiri Kaderisasi GMNI, Bawaslu Kota Bekasi Ajak Mahasiswa Cermat Menyaring Informasi di Tengah Maraknya Hoaks
Di Forum MKRI–MK Mesir, Prof. Arief Hidayat Angkat Marhaenisme sebagai Etika Konstitusi

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Pendidikan dan Pembangunan Nasional: Menyangkut Kesejahteraan Rakyat

Marhaenist Indonesia
Marhaenist Indonesia Diterbitkan : Senin, 8 Desember 2025 | 17:59 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Foto: Raditia Ivan, Ketua Bidang Kaderisasi GMNI Hukum UWKS (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Pendidikan adalah hal yang paling fundamental juga menjadi kunci utama dalam menunjang kemajuan suatu bangsa, Dalam Pendidikan juga mempelajari tentang proses pewarisan pengetahuan dan keterampilan, sekaligus sifat dan karakter manusia.

Tidak hanya itu, Pendidikan juga menjadi proses sadar dan terencana unuk Mengenbangkan potensi diri siswa secara menyeluruh, yang menyakup spiritual, kepribadian, kecerdasan, dan juga rasa empati yang tinggi, serta keterampilan yang di perlukan oleh siswa dan juga masyarakat.

Banyak masyarakat yang masih kurang perduli dengan Pendidikan, beranggapan kalo Pendidikan tidak seberapa penting padahal Pendidikan adalah hal yang paling fundamental, Pendidikan merupakan pilar utama dalam pembangunan suatu bangsa. Melalui pendidikan, manusia dibekali kemampuan berpikir kritis, berinovasi, dan berkontribusi terhadap kemajuan masyarakat.

Tak berlebihan jika kualitas pendidikan suatu negara menjadi indikator penting dalam menilai tingkat kemajuan dan kesejahteraannya. Namun, seberapa besar sebenarnya pengaruh atau “persentase” pendidikan terhadap kemajuan dan kesejahteraan bangsa?

Pendidikan memiliki kontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Negara-negara maju seperti Finlandia, Jepang, dan Korea Selatan menunjukkan bahwa investasi besar di bidang pendidikan berbanding lurus dengan kemajuan ekonomi, teknologi, dan sosial mereka. Menurut data UNESCO, setiap peningkatan rata-rata lama sekolah satu tahun dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara hingga 0,37% per tahun.

Ini menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya faktor moral dan sosial, tetapi juga faktor ekonomi yang strategis. Dengan SDM yang berpendidikan tinggi, produktivitas meningkat, inovasi berkembang, dan daya saing global pun meningkat.

Sedangkan per hari ini menurut data Badan Pusat Statistik Indonesia menunjukan tingkat Pendidikan masyarakat kita masih di dominasi oleh lulusan Sekolah Dasar sebesar (22,27%), dan sekolah menengah (35,96%). sedangkang yang mempunyai gelar perguruan tinggi D1-S3 hanya sebesar (6,82%), dari data tersebut menunjukan kalo masyarakat kita kurangnya kesadaran di bidang Pendidikan, sedangkan Pendidikan bisa menunjang banyak hal diantaranya Kesejahteraan masyarakat juga tidak hanya diukur dari pendapatan, tetapi juga dari kualitas hidup seperti kesehatan, kesetaraan gender, dan stabilitas sosial. Pendidikan memainkan peran sentral dalam semua aspek tersebut.

Baca Juga:   Trump, Amerika dan Jerman: Babak Baru Geopolitik

Individu yang berpendidikan tinggi cenderung memiliki akses lebih baik terhadap pekerjaan yang layak, pendapatan yang stabil, serta kesadaran akan pentingnya kesehatan dan lingkungan. Berdasarkan laporan World Bank, pendidikan menyumbang hingga 40–50% terhadap peningkatan kesejahteraan sosial-ekonomi suatu bangsa.

Selain itu, pendidikan juga menurunkan tingkat kemiskinan dan pengangguran. Masyarakat yang terdidik memiliki kemampuan untuk menciptakan peluang kerja baru, baik melalui inovasi maupun kewirausahaan. Hal ini menciptakan efek domino terhadap peningkatan ekonomi nasional.

Meskipun pendidikan memiliki kontribusi besar, Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan seperti kesenjangan akses, kualitas guru, serta relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri modern.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada tahun 2024, rata-rata lama sekolah di Indonesia baru mencapai sekitar 8,9 tahun, artinya masih banyak masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan menengah.

Rendahnya kualitas pendidikan di beberapa daerah menyebabkan ketimpangan dalam kesejahteraan. Wilayah dengan tingkat pendidikan tinggi seperti DKI Jakarta dan Yogyakarta cenderung memiliki indeks pembangunan manusia (IPM) dan tingkat kesejahteraan lebih tinggi dibanding wilayah dengan pendidikan rendah.

Jika dilihat dari berbagai indikator ekonomi dan sosial, para ahli memperkirakan kontribusi pendidikan terhadap kemajuan dan kesejahteraan bangsa mencapai 60–70%. Sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti kebijakan pemerintah, stabilitas politik, sumber daya alam, dan infrastruktur. Namun, pendidikan tetap menjadi faktor dominan karena menentukan kualitas manusia yang mengelola seluruh aspek pembangunan.

Pendidikan memiliki peran yang sangat fundamental bahkan mencapai sekitar 70% terhadap kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Tdak hanya itu, Pendidikan juga memeliki korelasi yang sangat besar di dalam suatu pekerjaan. Tanpa pendidikan yang merata, berkualitas, dan relevan dengan perkembangan zaman, kemajuan ekonomi dan sosial sulit dicapai secara berkelanjutan.

Baca Juga:   Nominasi OCCRP dan Beban Berat Presiden Prabowo

Oleh karena itu, investasi di bidang pendidikan bukanlah beban, melainkan kunci utama menuju bangsa yang maju, mandiri, dan sejahtera. Membangun Indonesia yang makmur dimulai dari membangun manusia yang cerdas, beretika, dan berdaya saing melalui pendidikan yang inklusif, dan juga sistematis.***


Penulis: Raditia Ivan, Ketua Bidang Kaderisasi GMNI Hukum UWKS.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Menghidupkan Marhenisme: Lanfang dan Monterado sebagai Warisan Geopolitik Nusantara
Selasa, 27 Januari 2026 | 11:26 WIB
DPP GMNI Desak DPR RI Segera Sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Senin, 26 Januari 2026 | 23:10 WIB
Geopolitik Pangan: Entok, Limbah Pangan, dan Masa Depan Kedaulatan Pangan Nusantara
Senin, 26 Januari 2026 | 22:59 WIB
Hadiri Kaderisasi GMNI, Bawaslu Kota Bekasi Ajak Mahasiswa Cermat Menyaring Informasi di Tengah Maraknya Hoaks
Senin, 26 Januari 2026 | 03:18 WIB
Di Forum MKRI–MK Mesir, Prof. Arief Hidayat Angkat Marhaenisme sebagai Etika Konstitusi
Minggu, 25 Januari 2026 | 19:29 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Jika atas Dasar Cinta, Permata Indonesia Tantang Walikota Kendari Permanenkan Penghentian Proyek KOPPERSON di Tapak Kuda

Marhaenist.id, Kendari — Pemerhati Mafia Tanah (Permata):Indonesia menantang Walikota Kendari Siska Imbran…

Republik Jenderal Multitasking

Marhaenist.id - Tuhan tampaknya menciptakan spesies baru manusia: Di Wakanda  manusia berseragam…

Ditangkap dan Ditersangkakan, Kader GMNI Dikriminalisasi Oleh Polres Binjai?

Marhaenist.id, Binjai – Penangkapan aktivis masyarakat sekaligus Kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Makan Siang Gratis Tidak Akan Bisa Atasi Stunting

Marhaenist - World Bank atau Bank Dunia menyebut bahwa program makan siang…

Refleksi 17 Agustus 1945: Menuju Kemerdekaan RI, Mengenang Peristiwa Rengasdengklok

Marhaenist.id - Pada 15 Agustus 1945, sekitar pukul 19.00, pertemuan dengan berbagai…

Herwyn J. H. Malonda Resmi Menjabat sebagai Anggota DKPP RI Ex Officio Bawaslu RI

Marhaenist.id, Jakarta — Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Herwyn J. H.…

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu

Megawati dan SBY Dipastikan Tak Akan Ikut Upacara di IKN 17 Agustus Besok

MARHAENIST - Selain tidak dapat menghadiri acara kenegaraan pidato tahunan MPR RI…

Lanyangkan Pernyataan Sikap, GMNI Sulut: Akhiri Dualisme, Tolak Intervensi dan Jaga Persatuan

Marhsenist.id, Manado – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Pajak untuk Keadilan

Marhaenist.id - Perdebatan soal kenaikan tarif PPN dari 11 persen menjadi 12 persen…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?