By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
GMNI Jember Tegaskan Pembebasan Kader Bukan Akhir Perjuangan, Melainkan Awal Babak Baru Gerakan
Berhenti Mendewakan Investasi Asing, Pembangunan Harus Bertumpu Pada Kekuatan Rakyat
Ibu Pertiwi Dilanda Musibah
IMIP, Investasi, dan Kehancuran
Buntut Hina Suporter Persib dan Suku Sunda, GMNI Secara Tidak Hormat Pecat Youtuber Resbob

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Sukarnoisme

Menelisik Kunjungan Bung Karno ke AS 16 Mei 1956

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 18 Desember 2024 | 20:39 WIB
Bagikan
Waktu Baca 2 Menit
Foto: Bung Karno saat bertemu Presiden AS (16/5/1956) Sumber foto: National Geographic/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Bung Karno tiba di Washington dengan menggunakan pesawat pribadi Presiden Eisenhower, The Columbine. Bung Karno mendapat sambutan hangat dari warga ibukota AS tersebut. Beliau juga mendapatkan sambutan meriah di berbagai tempat lain di AS yang dikunjunginya.

Di New York Bung Karno disambut dengan parade pita dan dianugerahi gelar kehormatan oleh Columbia University. Di Michigan Bung Karno dianugerahi gelar kehormatan lain dan diajak berkeliling pabrik General Motors, Chrysler dan Ford.

Sambutan hangat juga diterima Bung Karno dari Mormon Tabernacle di Salt Lake City, Utah dan di Disneyland di California.

Namun yang sangat mengesankan Bung Karno adalah sambutan yang diterimanya di Konggres AS pada 17 Mei 1956 di Washington. Dalam pidato yang berlangsung selama 45 menit Bung Karno menampilkan diri sebagai orator yang ulung yang sejati, dalam bahasa Inggris yang jernih dan penuh semangat sebagaimana yang disampaikan The New York Times. Pidato Bung Karno mengaitkan perkembangan politik di Asia Afrika dengan Revolusi Amerika.

Pada kesempatan tersebut, Bung Karno menyampaikan terima kasihnya atas bantuan teknis yang terus diberikan Amerika Serikat kepada Indonesia, namun sekaligus dia juga memperingatkan bahayanya bantuan militer kepada Indonesia dan bangsa-bangsa Asia lainnya. Bantuan militer, demikian Bung Karno, hanya akan membuat bangsa-bangsa penerimanya tergantung pada AS dan lama kelamaan mengurangi kemampuan mereka untuk memperjuangkan kemerdekaan, perdamaian dan kesejahteraan mereka sendiri.

Bung Karno juga meyakinkan AS bahwa Indonesia sedang menerapkan demokrasi sebagaimana ditunjukkan dengan adanya Pemilu tahun 1955. Selain itu Bung Karno meminta dukungan AS bagai perjuangan Indonesia untuk mendapatkan kembali Irian Barat (Papua) dari tangan kekuasaan Belanda.

Pidato Bung Karno diterima hangat oleh para anggota Konggres AS. Cumming Duta Besar AS untuk Indonesia mengatakan bahwa mereka memberikan tepuk tangan yang sama seperti diberikan kepada pidato PM Inggris Winston Churchill yang juga pernah memberikan pidatonya di Konggres. Walter Robertson, Wakil Menteri Luar Negeri AS, mengatakan, “hanya George Washington saja yang pidatonya kepada Konggres lebih bagus dari Sukarno” (Wardaya, 2008 : 126-128).

Baca Juga:   Lebaran di Tengah Cobaan: Menggali Makna Tahan Menderita dari Pesan Bung Karno

Sember National Geographic.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

GMNI Jember Tegaskan Pembebasan Kader Bukan Akhir Perjuangan, Melainkan Awal Babak Baru Gerakan
Rabu, 17 Desember 2025 | 00:13 WIB
Perajin membersihkan kedelai di salah satu rumah industri di Jakarta, Kamis (6/10). Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia (Gakopindo) Aip Syarifuddin mengatakan kenaikan harga kedelai impor satu bulan terakhir rata-rata berada di kisaran Rp6.900 - Rp7.000 per kilogram di tingkat koperasi yang sebelumnya Rp6.300 - Rp6.500 sedangkan harga di pasaran lebih tinggi yakni Rp10.597 per kilogramnya. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/pras/16.
Berhenti Mendewakan Investasi Asing, Pembangunan Harus Bertumpu Pada Kekuatan Rakyat
Selasa, 16 Desember 2025 | 19:45 WIB
Ibu Pertiwi Dilanda Musibah
Selasa, 16 Desember 2025 | 14:06 WIB
IMIP, Investasi, dan Kehancuran
Selasa, 16 Desember 2025 | 13:18 WIB
Buntut Hina Suporter Persib dan Suku Sunda, GMNI Secara Tidak Hormat Pecat Youtuber Resbob
Selasa, 16 Desember 2025 | 13:16 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

PA GMNI Touna Tantang Kepala-Kepala Dinas yang Baru di Lantik Prioritaskan Kepentingan Kaum Marhaen

Marhaenist.id, Touna - Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) memasuki babak baru dengan adanya…

Ramai Soal Begal Konstitusi, Garuda Biru Bergema di Medsos

MARHAENIST - Serempak warganet beramai-ramai membagikan gambar burung garuda berwarna biru disertai…

Ziarahi di Makam Bung Karno, Berdoa dan Menebar Kembang,: Semua Terasa Istimewa (Catatan Perjalanan DPP PA GMNI 1)

Marhaenist.id, Blitar - Dewan  Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Pilpres 2024, Independensi PA GMNI Diuji

Marhaenist.id - Pada Pemilihan Presiden (Pilpres) Indonesia 2024, Sempat beredar kabar dan…

Desak Jokowi Mundur, Alumni Unas Bergerak: Demokrasi di Jurang Kematian

Marhaenist - Alumni Universitas Nasional (Unas) yang menamakan diri ‘Alumni Unas Bergerak’ membuat…

Saat Bokek, Soekarno Sering Minta Duit ke Temannya Yang Kaya Ini

Marhaenist - Semua orang mengetahui bahwa Soekarno adalah salah satu tokoh sentral…

Fenomena Jersey Indonesia vs Bahrain: Simbol Harapan atau Hilangnya Nurani?

Marhaenist.id - Momen emosional Indonesia vs Bahrain (25 Maret 2025) di stadion…

Beri Sambutan Dalam Pembukaan Konferda V PA GMNI Jakarta Raya, Pramono Anung Soroti Tingginya Ketimpangan Sosial di Jakarta

Marhaenist.id, Jakarta — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa salah satu persoalan…

Che Guevara – Sosialisme dan Manusia di Kuba

Kawan tercinta: Meskipun terlambat, saya tetap berusaha menyelesaikan catatan ini dalam rangkaian…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?