By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Rumah Kelahiran Sang Fajar Bung Karno

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Sukarnoisme

Lebaran di Tengah Cobaan: Menggali Makna Tahan Menderita dari Pesan Bung Karno

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 27 Maret 2024 | 16:24 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Ilustrasi Sawah Marhaen/Marhaenist.id.
Bagikan

Marhaenist.id – Lebaran tahun ini mungkin berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kita mungkin merayakannya di tengah berbagai tantangan dan cobaan, mirip dengan kondisi yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat perang kemerdekaan. Namun, seperti yang pernah disampaikan oleh Bung Karno, pendiri bangsa kita, di tengah peperangan, kita harus memahami makna sejati dari Lebaran.

Dalam pidatonya pada Lebaran 1362 H (tahun 1943, Red), Bung Karno mengajak kita semua untuk merenung tentang arti Lebaran di tengah peperangan. Dia mengingatkan kita bahwa setiap bangsa pasti mengalami penderitaan di masa perang dan bahwa tidak ada bangsa yang bisa meraih kemenangan tanpa tahan menderita. Dia mengajak kita untuk merayakan Lebaran dengan semangat tahan menderita.

Bulan Ramadan adalah bulan latihan tahan menderita. Kita berpuasa selama sebulan penuh, melatih diri kita untuk tahan menderita. Bung Karno mengajak kita untuk memanfaatkan hasil latihan itu dan menghadapi ‘tahun yang baru’ sebagai bangsa yang telah terlatih tahan menderita di bulan Ramadan.

Mungkin kita tidak berada di tengah peperangan fisik seperti yang dialami oleh bangsa kita saat itu. Namun, kita tetap berada di tengah berbagai tantangan dan cobaan, baik itu pandemi, krisis ekonomi, atau tantangan lainnya. Oleh karena itu, pesan Bung Karno tentang tahan menderita masih sangat relevan dengan kondisi kita saat ini.

Lebaran tahun ini adalah momen bagi kita untuk merenung dan memahami makna sejati dari tahan menderita. Kita harus menghadapi tantangan dan cobaan dengan semangat tahan menderita. Kita harus yakin bahwa setelah kesusahan pasti ada kebahagiaan, seperti yang dijanjikan oleh Allah dalam Al-Qur’an.

Mari kita rayakan Lebaran tahun ini dengan semangat tahan menderita. Mari kita hadapi tantangan dan cobaan dengan keberanian dan ketabahan. kita yakin bahwa setelah semua ini, kemenangan pasti ada di pihak kita.

Baca Juga:   Bapak Bangsa dan Pancasila-nya

Lebaran bukan hanya tentang merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa, tetapi juga tentang merenung dan memahami makna sejati dari tahan menderita. Lebaran adalah tentang bagaimana kita menghadapi tantangan dan cobaan dengan keberanian dan ketabahan. Lebaran adalah tentang bagaimana kita tetap tegar dan tabah di tengah berbagai cobaan dan tantangan.***


Penulis: Sugeng Sjamsuri, Alumni GMNI Manado.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB
Rumah Kelahiran Sang Fajar Bung Karno
Minggu, 11 Januari 2026 | 13:43 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Kenapa Harus Adili Jokowi?

Marhaenist.id - Sepuluh tahun Jokowi berkuasa, pembangunan Indonesia selalu dibungkus dengan cerita…

GMNI Berduka, H Soenardi Ex Presidium GMNI 1976 – 1979 Telah Berpulang Disisi Tuhan Yang Maha Esa

Marhaenist.id, Tengsel - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) saat ini dilanda kesedihan…

Obituari Faisal Basri, Ekonom Kritis Yang Selalu Berjarak Dengan Kekuasaan

MARHAENIST - Ekonom senior Faisal Basri meninggal dunia pada dini hari ini…

GMNI Desak KPK Panggil Bobby dan Kahiyang Ayu Klarifikasi Blok Medan

Marhaenist.id, Jakarta - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Selatan (Jaksel) menggelar…

Kawan 98 dan Jaga Suara Ajak Warga Waspadai Adanya Politik Uang di Pilkada Jakarta

Marhaenist.id, Jakarta - Persaingan antar pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur…

Ideologi Marhaenisme di Era Neo-Orba: Masihkah Relevan dalam Membela Kaum Marhaen?

Marhaenist.id - Indonesia telah mengalami perubahan besar dalam sistem politik dan ekonomi…

Wacana Revisi UU Pilkada Menguat, Didin Indra Saputra: Demokrasi Jangan Mundur

Marhaenist.id, Jakarta – Wacana revisi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada) yang…

Refleksi Hari Perempuan Internasional: Guyonan Seksis, Cerminan Mentalitas Bobrok!

Marhaenist.id - Perempuan selalu dielu-elukan sebagai simbol keindahan, kelembutan, dan inspirasi. Namun,…

GMNI: Istana Harusnya Refleksi, Bukan Menuduh Civitas Akademika

Marhaenist.id, Jakarta - Di tengah kemunculan kritik sejumlah civitas akademika terhadap Presiden…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?