By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
GMNI Riau Tegaskan Polri di Bawah Presiden Merupakan Amanat Konstitusi
Digadang akan Menggantikan Prof. Arief, Ini Deretan Kontroversi Adies Kadir!
Gelar Peluncuran dan Bedah Buku Prof. Arief Hidayat, Tandai 13 Tahun Pengabdian sebagai Hakim Konstitusi
GMNI Nilai Pencabutan 28 Izin Perusahaan Harus Jadi Awal Reformasi Kehutanan
Pengakuan Bung Karno Soal Pergumulan Batin: Dari ‘Islam Raba-raba’ menjadi ‘Islam yang Yakin’

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Kritik Pernyataan Imanuel, Eksponen GMNI: Ada Pelecehan Demokrasi yang Ditutupi Demi Memenangkan Pilpres

Marhaenist Indonesia
Marhaenist Indonesia Diterbitkan : Senin, 19 Februari 2024 | 15:34 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Foto: Bendera GMNI/Marhaenist.id.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Eksponen Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menyayangkan pernyataan Imanuel Chayadi yang mengatasnamakan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI dengan pernyataan agar semua pihak menerima hasil Pemilu 2024. Mulai dari Pemilihan Presiden (Pilpres) hingga Pemilihan Legislatif (Pileg) yang dimuat Detik.com dengan judul “GMNI Harap Semua Pihak Terima Hasil Pemilu: Representasi Suara Rakyat”, yang terbit pada Minggu (18/2/2024).

Hal ini disampaikan Fais salah satu kader GMNI aktif yang mengangap penyataan tersebut sesunggunya hanya melegitimasi dan melegalkan pelecehan demokrasi yang dilakukan Pemerintah untuk memenangkan Prabowo-Gibran dan menutupinya, hanya saja cara menutupinya dibungkus sedemikian rupa dengan pernyataan pesan kedamaian demi bangsa dan negara.

“Masyarakat Indonesia sudah tahu soal pelecehan demokrasi, mulai dari Permainan Paman Usman yang membuat pintu masuk untuk Gibran, Permainan Ketua KPU yang meloloskan Gibran sebelum adanya kepusutsan MK, hingga Politisasi Bansos dll, sehingga perhelatan Pilpres menjadi tidak fair. Itulah yang menjadi kritik elemen masyarakat hingga saat ini, jadi stagment Imanuel dengan nama GMNI adalah cara untuk menyampaikan pesan bahwa itu semua bukanlah masalah kepada masyarakat Indonesia,” ucap Fais, Senin (19/2/2024).

Apalagi kata Fais, pernyataan Imanuel dengan mengatasnamakan GMNI, telah merendahkan marwah GMNI sebagai organisasi ideologis dan independen. Karena Imanuel berbicara dalam kapasitasnya sebagai Tim TKN Prabowo-Gibran untuk membela Capresnya dan agar kelihatan independen, ia mengatasnamakan GMNI sebagai organisasi independen.

“Setahu saya ia (Imanuel) itu GMNI Ilegal. Tidak punya legitimasi hukum. Apalagi secara konstitusi, ia bukan lagi kader GMNI aktif karena telah masuk dalam skuad TKN Prabowo-Gibran yang melanggar Independensi GMNI sehingga membuatnya sudah tidak pantas lagi membawa nama GMNI aktif. Dan ia juga telah menjadikan GMNI sebagai alat transaksi kekuasaan untuk kepentingan pribadinya dan memenangkan Prabowo-Gibran. Ini hal yang sangat memalukan buat GMNI”, ungkap Fais

Baca Juga:   GMNI Jakarta Selatan Desak Bawaslu Bertindak Tegas Terkait Pernyataan Kontroversial Suswono

Sebagai kader aktif, bung Fais sangat mengutuk keras tindakan Imanuel karena mengorbankan organisasi dan kader GMNI se-Indonesia hanya untuk keuntungan pribadinya. Pasalnya, tindakan Imanuel telah mengkooptasi organisasi dan menginginkan semua kader GMNI dan Masyarakat Indonesia tak ribut soal kecurangan-kecurangan yang telah merusak demokrasi Indonesia dan menerima Prabowo-Gibran sebagai pemenang.

“Ini tindakan mengkooptasi organisasi untuk kepentingan pribadi. Kita semua pasti punya pilihan politik sebagai warga negara. Sebaiknya pilihan politik disampaikan sebagai pribadi bukan mala dibungkus dengan organisasi. Apalagi Imanuel telah membawa-bawa nama Bung Karno dan lebih fatalnya lagi membawa nama Rakyat Indonesia sebagai suara perwakilan dari Tuhan untuk menguatkan stagmetnya agar dapat dipercaya, sungguh keterlaluan. Semoga Tuhan memberikannya Azab,” tambah Fais.

Selain itu, Fais juga kawatiar akan lahirnya New Orde Baru yang dibungkus dengan misi reformasi, apalagi Capres yang didukung Imanuel itu (Prabowo) masih punya rekam jejak masa lalu tentang pelanggaran HAM dan masih bagian dari kroni Soeharto Orde Baru yang pernah menumbangkan bahkan menghabisi Soekarno dan para pengikutnya.

“Kami kawatir Orde Baru Bangkit lagi, ditambah lagi issu rujuknya Ibu Titiek Suharto yang akan menjadi jembatan keluarga Cendana kembali berkuasa. Sampai saat ini juga Prabowo yang punya masa lalu kelam soal pelanggaran HAM yang belum tuntas karena para korban belum ditemukan sampai saat ini dan ia juga masih bagian dari kroni Orde Baru-Soeharto yang menumbangkan Presiden Soekarno dan menghabisi para pengikutnya dengan keji. Sebagai kader GMNI yang mengagumi Bung Karno, saya tidak sudi menerimanya,” ungkap Fais.

Fais juga mengatakan, GMNI secara organisasi tetap independen terhadap Politik Pilpres untuk tidak memihak kepada salah satu kubu. GMNI hanya mengkritisi perbuatan oknum-oknum yang berbuat zholim terhadap Demokrasi Indonesia dan itu akan menjadi musuh GMNI sampai kapanpun dalam mengobarkan semangat perjuangan bersama Masyarakat dan Massa Marhaen.

Baca Juga:   Intania Putri Mardiyani: Dilema Perempuan Modern

“GMNI secara organisasi tidak memihak pada siapapun di Pilpres, GMNI hanya menentang siapapun yang berbuat zholim kepada negeri ini, siapapun itu. Termasuk orang-orang yang merusak demokrasi Indonesia dan melegalkannya seperti yang dilakukan Imanuel. GMNI akan mengobarkan bendera perang bersama Masyarakat Indonesia dan Massa Marhaen untuk memberikan perlawalan kepada mereka yang telah melecehkan demokrasi di Indonesia sampai titik darah penghabisan. Merdeka!!!,” tandas Fais sambil teriak merdeka dengan mengangkat tangan kirinya yang terkepal.***

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

GMNI Riau Tegaskan Polri di Bawah Presiden Merupakan Amanat Konstitusi
Selasa, 27 Januari 2026 | 22:05 WIB
Digadang akan Menggantikan Prof. Arief, Ini Deretan Kontroversi Adies Kadir!
Selasa, 27 Januari 2026 | 20:55 WIB
Gelar Peluncuran dan Bedah Buku Prof. Arief Hidayat, Tandai 13 Tahun Pengabdian sebagai Hakim Konstitusi
Selasa, 27 Januari 2026 | 20:31 WIB
GMNI Nilai Pencabutan 28 Izin Perusahaan Harus Jadi Awal Reformasi Kehutanan
Selasa, 27 Januari 2026 | 20:07 WIB
Pengakuan Bung Karno Soal Pergumulan Batin: Dari ‘Islam Raba-raba’ menjadi ‘Islam yang Yakin’
Selasa, 27 Januari 2026 | 19:11 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

GMNI UM-Purwokerto Ditribusikan Kadernya Menjadi Tim Pemantau Pilkada Banyumas 2024

Marhaenist.id, Purwokerto - Kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto…

Pembangkangan Konstitusi oleh DPR, Mahasiswa UWKS Gelar Aksi Gedung DPRD Jatim

Marhaenist.id, Surabaya - Mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) yang tergabung dalam…

Nyalon Wali Kota Yogyakarta, Kawier GeHa Kembalikan Formulir Pendaftaran ke DPC PDI Perjuangan

Marhaenist - Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Senin 20 Mei 2024, Gunawan…

Save Raja Ampat? Gugat Kolonialisme Ekologis, Kembalikan Kedaulatan ke Tanah Papua!

Marhaenist.id - Di ujung timur Indonesia, tersembunyi sebuah mahakarya alam yang kerap…

Diduga Kuat Dikriminalisasi, Inilah Kejanggalan Kasus Hukum Ibu Guru Supriyani!

Marhaenist.id - Kasus dugaan kriminalisasi seorang guru honorer di Kecamatan Baito sontak…

Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Selatan, Dendy Se. MARHAENIST

GMNI Persoalkan 10 Calon Dewas KPK, Sebut Upaya Jokowi Lindungi Diri dari KKN

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta…

Kerawanan Perpres 75/2024 tentang Percepatan Pembangunan IKN

Marhaenist - Dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 75 Tahun 2024, terdapat kebijakan…

Solar Sulit Didapat, GMNI Rohul Soroti Dugaan Praktik Mafia Solar di Rokan Hulu

Marhaenist.id, Rokan Hulu – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar kembali…

Kisruh Koperasi dan MRT Bikin Iklim Usaha Buruk,  Ketua PB Jakarta Apresiasi Kebijakan Pramono Anung

Marhaenist.id, Jakarta - Kisruh  antara Koperasi pedagang  dengan manajemen Plasa 2 Blok…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?