By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Kunjungan Seremonial Kepala BGN di Jember dalam Bayang Bayang
Indikasi Skandal dalam Program makan Bergizi Gratis
Komplikasi Program Makan Bergizi Gratis

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Indonesiana

Ketua PA GMNI: Transisi Demokrasi Tak Boleh Mundur ke Era Sebelum Reformasi

Indo Marhaenist
Indo Marhaenist Diterbitkan : Rabu, 31 Januari 2024 | 09:50 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Arief saat memberikan sambutannya dalam acara perayaan Hari Natal DPP PA GMNI, di Gedung TVRI, Jakarta Pusat, Selasa (30/01/2024). MARHAENIST
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Ketua Umum DPP Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Arief Hidayat mengingatkan soal adanya time cyclus atau waktu siklus 20-30 tahunan yang akan selalu dialami Indonesia.

Menurut Arief, waktu siklus yang terjadi 20-30 tahunan ini, selalu menjadi peristiwa maupun tonggak sejarah penting bagi perjalanan bangsa ini.

“Saya mempunyai analisis, di Indonesia ini ada yang namanya time siklus 20-30 tahunan. Time siklus itu dimulai dari tahun 1908, sejak munculnya politik tanam paksa (abad 19), setelah bangsa yang hidup di Nusantara ini kemudian melahirkan kebijakan yang disebut dengan politik etis,” kata Arief saat memberikan sambutannya dalam acara perayaan Hari Natal DPP PA GMNI, di Gedung TVRI, Jakarta Pusat, Selasa (30/01/2024) malam.

Ketika itu, sambung Arief, politik etis melahirkan sekolah-sekolah pada zaman Hindia Belanda pada awal abad ke 20. Dari politik etis ini, kemudian memunculkan cerdik pandai dari kaum pribumi. ”

Tapi hanya beberapa kelompok kecil dari anak priyayi, anak bangsawan yang bisa mengeyam pendidikan baik dalam Hindia maupun luar negeri di seperti di Belanda,” paparnya.

Dari sana lah, lanjut Arief kemudian tokoh-tokoh dalam negeri seperti Soekarno muncul. Sedangkan, contoh lain dari sekolah di negeri Belanda, misalnya Prof Soepomo, dan Bung Hatta. Atas dasar kesadaran politik etis itu, para tokoh-tokoh bangsa ini merasa Indonesia harus menjadi bangsa merdeka yang lepas dari penjajahan.

“Dengan memiliki pemikiran yang sama, maka pada tahun 1928 munculah gerakan-gerakan kebangkitan nasional,” ujarnya.

Akhirnya, ’08 hingga ’28, atau berselang 20 tahun kemudian, kata Arief, kesadaran itu meningkat hingga muncul era sumpah pemuda, diikuti dengan perlawanan untuk lepas dari penjajahan. Sehingga di 17 Agustus 1945 para tokoh bangsa itu memerdekakan bangsa ini.

Baca Juga:   IMM dan GMNI Riau: Reformasi Polri Harus Tunduk pada Mandat Konstitusi, Bukan jadi Komoditas Politik Kekuasaan

“Setelah 45 ada peristiwa besar, yaitu pada tahun ’65 pemberontakan G30S/PKI, siklusnya juga 20 tahunan. Kemudian setelah ’65, siklus berikutnya tahun ’98 era reformasi,” urai mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.

Pasca era reformasi, yakni tahun 2024, 2025 bangsa ini pun memasuki satu fase waktu siklus 20-30 an lagi. Dalam waktu siklus ini ada peristiwa- peristiwa besar yang menjadi tonggak sejarah Republik ini.”

Oleh karena itu, pria yang pernah menjadi Presiden Asosiasi Mahkamah Konstitusi dan Lembaga Sejenis se-Asia ini meminta kepada masyarakat Indonesia untuk cermat mengamati waktu siklus yang dialami bangsa ini.

“Sebab kalau kita tidak hati-hati maka pasca reformasi ini bisa set back kembali ke era sebelum era reformasi. Jadi, saya mengingatkan pada diri kita, kita harus berhati-hati melewati era pasca reformasi itu,” imbuhnya.

Bukan tanpa alasan, Arief mengungkapkan banyak negara-negara di dunia yang gagal bertransformasi dari non demokratik menjadi negara yang demokratik.

“Proses konsolidasi demokrasi banyak negara yang berhasil dan tidak berhasil. Misalnya, Arab Spring, proses konsolidasi mau berubah dari negara yang non demokratik menjadi demokratik. Tapi Arab Spring tidak berhasil malah negara-negara Arab sampai saat ini masih terjadi pergolakan politik dan kekerasan militer. Termasuk yang dialami Yugoslavia,” pungkasnya.

Satu hal, menurut Arief, sebagai organisasi nasionalis, perayaan keagamaan merupakan tradisi wajib bagi PA GMNI. Di samping itu. PA GMNI juga memberikan tali kasih kepada 8 keluarga tokoh alumni GMNI.

Acara perayaan natal PA GMNI yang menghadirkan pendeta Johni Mardisantosa ini juga dihadiri Dirut TVRI Iman Brotoseno, anggota Dewas TVRI Hardly Stefano, Direktur Program dan Pemred Berita TVRI Arif A Kuswardono, Ketua Harian DPP PA GMNI Arudji Wahyono, dan Komisioner Informasi Publik Handoko.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Sabtu, 18 April 2026 | 10:23 WIB
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Sabtu, 18 April 2026 | 10:01 WIB
Kunjungan Seremonial Kepala BGN di Jember dalam Bayang Bayang
Sabtu, 18 April 2026 | 09:57 WIB
Indikasi Skandal dalam Program makan Bergizi Gratis
Sabtu, 18 April 2026 | 09:53 WIB
Komplikasi Program Makan Bergizi Gratis
Sabtu, 18 April 2026 | 09:42 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Arief Hidayat Terpilih Sebagai Ketua Umum PA GMNI 2021-2026

Marhaenist - Kongres IV Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia memilih secara…

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. FILE/PDI Perjuangan

Cerita Hasto Ungkap Niat Jokowi yang Menginginkan Kursi Ketum PDIP dari Megawati

Marhaenist.id, Jakarta - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengungkapkan upaya…

Diskusi Pra-Konfercab DPC GMNI Jaksel: Menegakkan Supremasi Sipil atau Mempertahankan Kekuasaan?

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Leon Trotsky: Partai, Kelas dan Kepemimpinan

Marhaenist.id - Sejauh mana gerakan kelas buruh telah terlempar ke belakang dapat…

Ketua Pemuda Demokrat Kecam Pemkot Surabaya: Lamban Tangani Parkir Liar

Marhaenist.id, Surabaya — Ketua Pemuda Demokrat Indonesia Kota Surabaya, Bustomi Saputra, mengecam keras…

Menteri koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD dan Ketua Umum GBN Erros Djarot. MARHAENIST

Dukung Musisi Bangkit Dari Pandemi, GBN Gelar Bhinneka Culture Festival

Marhaenist - Dalam rangka berikan wadah bagi para musisi-musisi tanah air yang…

Reshuffle Kabinet, Ugal-Ugalan Diakhir Masa Jabatan

MARHAENIST - Belum hilang hiruk-pikuk seputar pengunduran diri secara mendadak dari Ketua…

Mengenal Perjalanan Politik Ir. Soekarno

Marhaenist.id - Berbicara soal biografi Ir.Soekarno tidak lengkap rasanya jika tidak membahas…

Perlu Perubahan Paradigma dan Sistem untuk Pembangunan UMKM dan Koperasi

Marhaenist.id - Sudah berpuluh tahun program pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?