Marhaenist.id, Ternate — Ketua Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun, Hairun Yusup, menyampaikan kritik tegas terhadap tindakan M. Asrul yang mengatasnamakan diri sebagai Ketua Cabang GMNI Kota Ternate.
Dalam keterangannya persnya kepada Marhaenist.id, Hairun Yusup menegaskan bahwa M. Asrul bukanlah ketua cabang yang terpilih secara demokratis melalui mekanisme organisasi yang sah.
Menurutnya, tindakan M. Asrul yang menggunakan nama dan atribut GMNI dalam sejumlah kegiatan, termasuk kegiatan bertajuk Seminar Nasional, merupakan bentuk penyalahgunaan nama organisasi untuk kepentingan pribadi.
“M. Asrul bukan Ketua Cabang yang dipilih secara demokratis. Ia bertindak di luar mekanisme organisasi dan menjadikan nama besar GMNI sebagai alat kepentingan individu. Ini jelas mencederai nilai-nilai perjuangan Marhaenisme,” tegas Hairun Yusup, Minggu (3/10/2025).
Ia juga menilai bahwa pencatutan nama Ketua Umum DPP GMNI dalam kegiatan yang diselenggarakan tanpa koordinasi struktural merupakan tindakan yang tidak etis dan menyalahi aturan organisasi.
“GMNI adalah organisasi ideologis, bukan alat untuk mencari panggung. Setiap kegiatan harus melalui prosedur yang jelas dan berlandaskan keputusan kolektif, bukan ambisi pribadi,” sambungnya.
Hairun menambahkan, langkah M. Asrul yang secara sepihak membawa nama GMNI Kota Ternate dalam kegiatan publik justru menimbulkan kebingungan di kalangan kader dan masyarakat.
“Kita harus meluruskan agar publik tidak salah paham. GMNI memiliki mekanisme yang demokratis, bukan dikendalikan oleh oknum yang tidak sah,” lanjutnya.
Di akhir pernyataannya, Hairun menyerukan agar seluruh kader GMNI tetap menjaga marwah organisasi dan tidak terjebak dalam kepentingan sempit.
“GMNI harus kembali ke garis perjuangan yang sejati berpihak pada rakyat, bukan pada ambisi pribadi. Kami menolak segala bentuk penyalahgunaan nama dan simbol organisasi demi kepentingan individu,” tutup Hairun Yusup.***
Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.