By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Kunjungan DPK GMNI UBP Karawang ke DPP GMNI Jadi Ruang Refleksi Kepemimpinan Berbasis Marhaenisme
Tanggapi Dugaan Keracunan Massal MBG di Duren Sawit, Direktur Eksekutif Sentra Institute Soroti Lemahnya Pengawasan dan Transparansi Vendor
RTH Penting, GMNI Jakarta Timur: Jangan Sampai Menumbalkan Rakyat dan Jadi Lahan Korupsi
Tan Malaka Bukan Pendiri Republik?
Soroti Kemacetan Ketapang, Sonny T. Danaparamita: Ini Kegagalan Manajemen Logistik

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar Alumni GMNI

JAMKI Bedah Mandeknya Pemberantasan Korupsi, Firman Tendri Masengi: Hukum Bergerak atas Tekanan Opini Publik dan Viralitas Media Sosial

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 28 Januari 2026 | 13:25 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Diskusi Publik yang digelar JAMKI dengan tema “Akuntabilitas Pemberantasan Korupsi: Mungkinkah Membersihkan dengan Sapu Kotor?” (Sumber: radaraktual.com)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta — Mandeknya pemberantasan korupsi di Indonesia kembali disorot dalam Diskusi Publik yang digelar Jaringan Aktivis dan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (JAMKI). Mengangkat tema “Akuntabilitas Pemberantasan Korupsi: Mungkinkah Membersihkan dengan Sapu Kotor?”.

Forum ini menghadirkan kritik terbuka terhadap kondisi penegakan hukum nasional yang dinilai semakin kehilangan arah dan jauh dari prinsip-prinsip keadilan.

Sejumlah narasumber menegaskan bahwa persoalan korupsi bukan lagi sekadar soal regulasi, melainkan krisis integritas aparat penegak hukum dan minimnya keberanian politik negara.

Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santosa, menilai lemahnya pemberantasan korupsi berakar pada rusaknya integritas internal lembaga penegak hukum. Menurutnya, ketika aparat justru terlibat atau membiarkan praktik korupsi, maka kepercayaan publik terhadap hukum akan runtuh secara sistemik.

“Masalah utama bukan aturan, tetapi manusianya. Kalau penegak hukum ikut bermain, sistem kehilangan legitimasi,” ujar Sugeng, Selasa (27/1/2026).

Sugeng menekankan, reformasi hukum tanpa pembersihan internal hanya akan menjadi formalitas. Ia mendesak adanya transparansi, pengawasan eksternal yang kuat, serta sanksi tegas bagi aparat bermasalah.

Ia juga mengingatkan bahaya serius ketika hukum terasa tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Kondisi tersebut, menurutnya, mempercepat krisis kepercayaan publik.

“Keadilan yang hanya menyasar rakyat kecil adalah tanda kemerosotan moral hukum,” tegasnya.

Sementara itu, praktisi hukum Firman Tendri Masengi menyampaikan kritik keras terhadap independensi penegakan hukum.

Ia menilai, hukum saat ini bergerak bukan berdasarkan keadilan, melainkan tekanan opini publik dan viralitas media sosial.

“Banyak kasus besar berhenti di tengah jalan. Penegakan hukum baru berjalan kalau sudah ramai,” kata Firman.

Ia menyebut kondisi tersebut sebagai bukti bahwa hukum telah kehilangan nyali dan arah. Dalam metafora tajam, Firman menggambarkan pemberantasan korupsi yang tak lagi memadai jika hanya mengandalkan cara-cara biasa.

Baca Juga:   Jadi Pembicara Diskusi yang Digelar PA GMNI Jakarta Raya, Soni Sumarsono: Kota Global Harus Punya Ideologi Keadilan Sosial

“Kalau sampahnya sudah terlalu kotor, sapu tidak lagi cukup. Yang dibutuhkan adalah insinerator,” ujarnya.

Firman yang juga alumni GMNI menegaskan, istilah tersebut merupakan simbol tindakan hukum yang ekstrem namun sah, seperti pemiskinan koruptor, pencabutan hak politik, dan pembersihan total lembaga hukum tanpa kompromi.

“Selama hukum masih bisa dinegosiasikan, korupsi akan terus hidup,” tandasnya.

Dari kalangan mahasiswa, Salma Mawavi menyuarakan kekecewaan generasi muda terhadap janji pemberantasan korupsi yang tak kunjung terwujud.

Ia menilai anak muda hari ini semakin skeptis karena melihat ketimpangan antara retorika dan realitas.

“Kami lelah dengan sandiwara hukum. Yang ditangkap selalu aktor kecil, sementara pemain besar seperti kebal,” ujar Salma.

Menurutnya, generasi muda tidak hanya menuntut penindakan hukum, tetapi juga keteladanan moral dari para elite dan aparat negara. Tanpa itu, pendidikan antikorupsi hanya akan menjadi slogan.

Salma juga menekankan pentingnya membuka ruang partisipasi mahasiswa dan masyarakat sipil dalam pengawasan kekuasaan.

“Jika suara rakyat terus diabaikan, jangan heran kalau kepercayaan generasi muda terhadap negara semakin hilang,” katanya.

Sebagai moderator, Carlos Wawo menegaskan bahwa diskusi ini merupakan cerminan kegelisahan publik yang semakin meluas.

Ia menyebut, korupsi adalah kejahatan serius yang berdampak langsung pada hak dasar rakyat.

“Korupsi merampas akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan,” ujar Carlos.

Ia menutup diskusi dengan menegaskan bahwa tanpa keberanian politik dan reformasi menyeluruh, pemberantasan korupsi hanya akan menjadi jargon rutin tanpa perubahan nyata.

“Tanpa keberanian politik dan reformasi menyeluruh, pemberantasan korupsi hanya akan menjadi jargon tahunan tanpa hasil nyata,” tandas Carlos.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Kunjungan DPK GMNI UBP Karawang ke DPP GMNI Jadi Ruang Refleksi Kepemimpinan Berbasis Marhaenisme
Sabtu, 4 April 2026 | 08:53 WIB
Tanggapi Dugaan Keracunan Massal MBG di Duren Sawit, Direktur Eksekutif Sentra Institute Soroti Lemahnya Pengawasan dan Transparansi Vendor
Jumat, 3 April 2026 | 21:24 WIB
RTH Penting, GMNI Jakarta Timur: Jangan Sampai Menumbalkan Rakyat dan Jadi Lahan Korupsi
Jumat, 3 April 2026 | 20:00 WIB
Tan Malaka Bukan Pendiri Republik?
Jumat, 3 April 2026 | 18:34 WIB
Foto: Sonny T Danaparamita, Anggota DPR RI (Dokpri)/MARHAENIST.
Soroti Kemacetan Ketapang, Sonny T. Danaparamita: Ini Kegagalan Manajemen Logistik
Kamis, 2 April 2026 | 11:45 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

GMNI Touna Kecam Aksi Dugaan Intimidasi Sekdes Kepada Anak di Bawah Umur hingga Nekat Melakukan Aksi Bundir

Marhaenist.id, Touna - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia(GMNI) Tojo…

Pancasila: Antara Retorika dan Realita

Marhaenist.id - Bulan Juni, bulan penuh makna dalam lanskap sejarah Indonesia. Pada bulan…

Ma’ruf Amin Minta Pemerintah, Pengusaha dan Buruh Perbarui Komitmen Bersama

Marhaenist - Selama pandemi Covid-19, dunia kerja global memperlihatkan kerentanan akan disrupsi…

Lebaran di Tengah Cobaan: Menggali Makna Tahan Menderita dari Pesan Bung Karno

Marhaenist.id - Lebaran tahun ini mungkin berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kita mungkin…

Pencabutan Izin 28 Perusahaan Perusak Lingkungan, DPC PA GMNI Humbahas Ingatkan PT TPL Jangan Tekan Negara

Marhaenist.id, Doloksanggul — Kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang mencabut Izin Pemanfaatan Hutan…

Presiden Joko Widodo menyalami Shin Tae Yong usai menyaksikan pertandingan tim nasional sepak bola Indonesia melawan Australia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa malam, 10 September 2024. BPMI Setpres/Vico

Saat-Saat Jokowi Ditenggelamkan Oleh Mulyono di GBK

MARHAENIST - Bergema usai pertandingan Timnas Indonesia vs Australia di stadion GBK…

Tambang Menguat, Pendidikan Melemah?

Marhaenist.id - Indonesia dalam sejarahnya dikenal sebagai salah satu negara yang kaya…

Ahmad Basarah Resmi Ditunjuk Jadi Jubir PDIP, Inilah Tugasnya!

Marhaenist.id, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan…

GMNI Desak Kejari segera Tersangkakan Pelaku Tambak Udang di Bengkalis

Marhaenist.id, Bengkalis - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?