By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Selamat Datang di “AI New Normal”
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!
Megawati Institute: Temuan KPF adalah Alarm Demokrasi. Pemerintah Perlu Segera Melakukan Investigasi Independen dan Terbuka

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar Alumni GMNI

Jadi Pembicara Diskusi yang Digelar PA GMNI Jakarta Raya, Soni Sumarsono: Kota Global Harus Punya Ideologi Keadilan Sosial

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Sabtu, 25 Oktober 2025 | 22:26 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Foto: Sesi foto para Panitia dan Pembicara usai diskusi digelar oleh DPD PA GMNI Jakarta Raya di Kantor DPP PA GMNI, Jakarta, Sabtu (25/10/2025)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Penjabat Gubernur DKI Jakarta periode 2016–2017, Soni Sumarsono, menegaskan bahwa membangun Jakarta sebagai kota global tidak cukup hanya dengan pembangunan infrastruktur dan pencitraan modernitas. Jakarta, katanya, harus menjadi kota global yang berkeadilan sosial — kota yang maju tanpa meninggalkan rakyatnya.

Hal itu disampaikan Soni dalam Diskusi Publik Sesi II bertema “Tata Kelola Pemerintahan yang Akuntabel dan Transparan Menuju Jakarta Kota Global-Berkeadilan Sosial”, yang digelar oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Raya di Kantor DPP PA GMNI, Jakarta, Sabtu (25/10/2025).

“Kota global yang berkeadilan sosial bukan hanya tentang ekonomi dan politik dunia, tapi tentang memastikan semua warganya mendapat keadilan sosial. Kalau bikin kota global saja gampang. Tapi yang berkeadilan sosial, itu harus ada muatan ideologisnya,” tegas Soni.

Ia menjelaskan, konsep kota global sejatinya menuntut keberimbangan antara daya saing internasional dan kesejahteraan warga. Jakarta, lanjutnya, sudah memenuhi banyak kriteria kota global—dengan bandara internasional, pelabuhan, kawasan bisnis modern, serta peran budaya dan diplomasi—namun tantangan terbesar terletak pada kesenjangan sosial dan partisipasi publik.

> “Jakarta sekarang sudah kota global. Kita peringkat 71 dari 158 kota dunia, naik dari posisi 74 tahun lalu. Tapi jangan lupa, kota global yang berkeadilan sosial menolak kesenjangan ekonomi yang sering muncul akibat globalisasi. Harus ada akses setara bagi semua,” ujarnya.

Soni juga mengapresiasi langkah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang dinilainya progresif dalam memperkuat tata kelola kota.

“Langkah-langkah sekarang sudah bagus — integrasi MRT, LRT, TransJakarta, digitalisasi pelayanan publik. Untuk smart city, Jakarta yang terbaik di Indonesia. Tapi cakupan dan pemerataan harus terus ditingkatkan,” ungkapnya.

Baca Juga:   Alumni GMNI dan Tuntutan Pemberian Hak-Hak Pensiun Untuk Bung Karno

Menurutnya, pembangunan kota global juga harus memperkuat akuntabilitas dan transparansi dalam kebijakan publik.

“Partisipasi masyarakat masih lemah. Transparansi yang belum optimal bisa berpengaruh pada akuntabilitas, dan ujungnya korupsi. Ini yang harus dibenahi,” katanya.

Soni menilai sejumlah program seperti transportasi publik murah, perumahan rakyat, ekonomi kreatif berbasis komunitas, serta ruang publik hijau harus menjadi prioritas utama agar Jakarta tumbuh sebagai kota global yang tetap humanis.

“Jakarta harus menjadi kota yang maju secara global tapi berakar secara ideologis. Di situlah nilai-nilai nasionalisme dan marhaenisme menemukan relevansinya,” tuturnya.

Foto: Penjabat Gubernur DKI Jakarta periode 2016–2017, Soni Sumarsono saat menerima sertifikat penghargaan dari Pantia diskusi digelar oleh DPD PA GMNI Jakarta Raya di Kantor DPP PA GMNI, Jakarta, Sabtu (25/10/2025)/MARHAENIST.

Ia juga mendorong PA GMNI untuk berperan aktif sebagai penjaga nilai keadilan sosial dalam arah pembangunan kota.

“Peran PA GMNI penting — sebagai pejuang pemikir dan pemikir pejuang. PA GMNI harus ikut mengawal Jakarta agar menjadi kota global yang tetap berpihak pada rakyat,” tandasnya.

Sementara itu, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta-Ketua Bidang Komunikasi Sosial Chico Hakim menyampaikan bahwa Gubernur Pramono Anung terus menekankan pembangunan yang dimulai dari lapisan masyarakat terbawah.

“Pak Gubernur selalu bilang, membangun Jakarta harus dari bawah. Enggak mungkin Jakarta jadi kota global kalau masyarakatnya enggak terangkat,” ujar Chico.

Ia memaparkan sejumlah gebrakan yang telah dilakukan, di antaranya peningkatan penerima manfaat KJP dari 500 ribu menjadi 700 ribu anak, perluasan KJMU hingga 17 ribu mahasiswa, serta pemutihan ijazah bagi 8 ribu pelajar.

“Jakarta di persimpangan ambisi global dan kesenjangan sosial. Karena itu, kebijakan kita diarahkan agar kota global ini benar-benar berpihak pada rakyat,” tambahnya.

Pemerhati kebijakan publik Yenny Sucipto turut menegaskan pentingnya pendekatan kemanusiaan dalam pembangunan Jakarta sebagai living global city.

“Transformasi Jakarta bukan hanya soal infrastruktur dan teknologi, tapi soal bagaimana kota ini memanusiakan manusianya. Jakarta harus membuat warganya merasa dihargai, aman, dan bermakna,” ujarnya.

Baca Juga:   Mari Mengenal PA GMNI sebagai Satu-Satunya Organisasi Alumni yang di Akui dan Ada di Indonesia!

Yenny menilai sistem keuangan dan audit Pemprov DKI sudah tertib, namun partisipasi publik perlu ditingkatkan.

“Portal APBD sudah interaktif, tapi jangan mandek di situ. Harus ada komunikasi politik dengan akar rumput, misalnya lewat pra-musrenbang,” kata Yenny.

Ia menekankan bahwa transparansi harus menjadi karakter birokrasi Jakarta.

“Membangun kota global bukan meniru dunia, tapi membuat dunia belajar dari Jakarta — kota yang tumbuh tanpa kehilangan hati,” pungkasnya.

Diskusi publik yang menjadi bagian dari rangkaian menuju Konferensi Daerah (Konferda) V DPD PA GMNI Jakarta Raya ini menegaskan satu pesan penting: bahwa globalisasi Jakarta harus dibangun di atas fondasi ideologis keadilan sosial.

Sebagaimana disampaikan Soni Sumarsono, kota global yang sejati bukan sekadar diukur dari indeks atau infrastruktur, melainkan dari sejauh mana setiap warganya dapat merasakan keadilan, kesetaraan, dan kebermaknaan hidup di dalamnya.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:25 WIB
Selamat Datang di “AI New Normal”
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:06 WIB
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:13 WIB
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!
Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25 WIB
Megawati Institute: Temuan KPF adalah Alarm Demokrasi. Pemerintah Perlu Segera Melakukan Investigasi Independen dan Terbuka
Jumat, 20 Februari 2026 | 13:15 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Gelar Dialog Nasional, Alumni GMNI: Etika Bernegara Pancasila Untuk Menegakkan Supremasi Sipil

Marhaenist.id, Jakarta – Bangsa ini semakin terus mengalami defisit demokrasi, untuk itu…

Imanuel Chayadi vs Independesi GMNI: Siapakah Pemenangnya?

Marhaenist.id - Ada sebuah berita yang berjudul "GMNI Tolak Ikut Gerakan Pemakzulan…

Demokrasi yang Merawat

Marhaenist.id - Sebagai pengawas Pemilu, saya terbiasa berbicara tentang integritas pemilu, electoral…

Dua Tujuh Juli, Peristiwa Besar Yang Dikerdilkan

27 Juli menjadi semakin kerdil, lewat begitu saja dan seakan tak bermakna.…

Ekponen Alumni GMNI Kawal Ganjar Pranowo Ikuti Kontestasi Pilpres 2024

Marhaenist.id, Jakarta - Massa dari eskponen alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan…

Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI

Marhaenist.id - Lanjutan dari postingan sebelumnya dengan judul Cara Melakuan Registrasi Data…

Perajin membersihkan kedelai di salah satu rumah industri di Jakarta, Kamis (6/10). Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia (Gakopindo) Aip Syarifuddin mengatakan kenaikan harga kedelai impor satu bulan terakhir rata-rata berada di kisaran Rp6.900 - Rp7.000 per kilogram di tingkat koperasi yang sebelumnya Rp6.300 - Rp6.500 sedangkan harga di pasaran lebih tinggi yakni Rp10.597 per kilogramnya. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/pras/16.

Berhenti Mendewakan Investasi Asing, Pembangunan Harus Bertumpu Pada Kekuatan Rakyat

Marhaenist.id - Selama bertahun-tahun, pemerintah baik pusat maupun daerah, kerap menjadikan masuknya…

Manifesto Ekonomi Nasional GMNI

Marhaenist.id - Akhir-akhir ini ekonomi Indonesia tengah berada dalam kondisi yang tidak…

Pembukaan Kongres IV Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI)

Marhaenist - Pembukaan Kongres IV Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?