By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Kunjungan Seremonial Kepala BGN di Jember dalam Bayang Bayang
Indikasi Skandal dalam Program makan Bergizi Gratis
Komplikasi Program Makan Bergizi Gratis

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
IndonesianaMarhaenis

Institut Sarinah: Jaga Ibu Pertiwi, Tegakkan Pancasila dalam Menavigasi Gejolak Bangsa

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Selasa, 2 September 2025 | 18:27 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Logo Institut Sarinah/MARHAENIST.
Logo Institut Sarinah/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Institut Sarinah menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya sembilan korban jiwa akibat kekerasan dalam gelombang demonstrasi yang melanda berbagai kota di Indonesia.

Salah satunya adalah seorang perempuan staf DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) yang tewas akibat dari terbakarnya Gedung Kantor DPRD Sulsel.

Bagi Institut Sarinah, adanya korban jiwa adalah luka bangsa yang seharusnya menjadi peringatan serius bagi semua pihak.

“Kami turut berduka cita atas adanya korban jiwa karena ini adalah luka bangsa yang harus menjadi perhatian seluruh elemen bangsa,” ujar Endang dari Institut Sarinah, Selasa (2/9/2025).

Dari itu, Institut Sarinah menyerukan hal-hal berikut:

1. Presiden RI, agar segera merespons aspirasi rakyat dengan mengoreksi RAPBN 2026, meneguhkan keberpihakan pada kesetaraan gender dan keadilan sosial, antara lain dengan memperbesar anggaran program padat karya dan menekan ketimpangan sosial-ekonomi.

2. DPR RI, agar berbenah diri dengan merumuskan regulasi yang berpihak sepenuhnya kepada kepentingan rakyat, bukan kepentingan segelintir kelompok.

3. Polisi dan TNI agar menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap demonstran, terutama mahasiswa. Stop penyergapan di kampus.

Aparat seharusnya fokus pada penangkapan penjarah dan perusak bayaran yang diduga digerakkan oleh oknum dari luar daerah demi menciptakan destabilisasi.

4. Para legislator dan eksekutif agar membuka ruang dialog, dan tidak sembunyi dari rakyat.

Di Palu, Maluku Utara, Maumere, Kupang, dan Yogyakarta, dialog langsung dengan demonstran terbukti mencegah kekerasan dan perusakan. Sikap terbuka ini perlu diteladani di seluruh daerah.

5. Polisi dan TNI harus menahan diri, tidak menggunakan kekerasan.

Beberapa korban meninggal diduga akibat tindakan represif aparat. Situasi ini mencederai rasa keadilan rakyat.

6. Badan intelijen harus bekerja serius dan optimal. Ledakan kekerasan yang terjadi belakangan ini memperlihatkan lemahnya deteksi dini serta pencegahan.

Baca Juga:   Tanggapi Dugaan Keracunan Massal MBG di Duren Sawit, Direktur Eksekutif Sentra Institute Soroti Lemahnya Pengawasan dan Transparansi Vendor

7. Bangsa Indonesia perlu kembali mengintegrasikan prinsip-prinsip Pancasila dalam menavigasi keadaan:

A. Ketuhanan: menegakkan moralitas dan keadilan ilahi.

B. Kemanusiaan: menghormati martabat setiap jiwa.

C. Persatuan: menolak pecah-belah.

D. Musyawarah Mufakat: mengedepankan dialog, bukan represif.

E. Keadilan Sosial: menjawab ketimpangan yang jadi akar kegelisahan rakyat.

Institut Sarinah juga menekankan agar gerakan yang dilakukan mengedepankan kecerdasan bukan pada emosi untuk menciptakan gerakan yang damai tanpa merusak.

“Kami menekankan, emosi tidak boleh mendominasi, melainkan kecerdasan holistik Pancasila yang harus menuntun bangsa melewati krisis yang terjadi saat ini,” ujar Endang.

Institut Sarinah jugavmengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga Ibu Pertiwi, menghargai perjuangan para pendiri Bangsa, dan menegakkan Pancasila sebagai jiwa bangsa, rumah bersama, tempat kita pulang, berlindung, dan membangun masa depan yang adil dan setara.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Sabtu, 18 April 2026 | 10:23 WIB
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Sabtu, 18 April 2026 | 10:01 WIB
Kunjungan Seremonial Kepala BGN di Jember dalam Bayang Bayang
Sabtu, 18 April 2026 | 09:57 WIB
Indikasi Skandal dalam Program makan Bergizi Gratis
Sabtu, 18 April 2026 | 09:53 WIB
Komplikasi Program Makan Bergizi Gratis
Sabtu, 18 April 2026 | 09:42 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Pemerintah dan Praktik Manipulasi dalam Proyek Strategis Nasional pada Pengembangan Pantai Indah Kapuk (PIK 2)

Marhaenist.id - Di perairan Kabupaten Tangerang, Banten, ditemukan pagar laut sepanjang 30,16…

DPC GMNI Jakarta Timur Gelar Diskusi Pilkada oleh DPRD, Bahas Demokrasi Ideal bagi Mahasiswa

Marhaenist.id, Jakarta Timur — Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC…

GMNI UIN Jakarta Bersama Rakyat, Rayakan Kemerdekaan dengan Aksi Nyata

Marhaenist.id, Ciputat – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80,…

Sudah Sejahterakah Buruh Hari Ini? Telaah Kritis Melalui Perspektif Marxis

Marhaenist.id - Di tengah kemajuan teknologi, liberalisasi ekonomi, dan pergeseran dunia kerja,…

Gelar Seri Diskusi Publik Edisi V, PA GMNI Jakarta Raya Tekankan Front Marhaenis Ambil Peran untuk Berdaulat, Berdikari, Berbudaya

Marhaenist.id, Jakarta — DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jakarta…

Aristoteles: Kegagalan adalah Pelajaran, Tetapi Menyerah adalah Kekalahan Sejati

Marhaenist.id - Aristoteles mengungkapkan bahwa Hidup adalah perjalanan penuh tantangan. Di setiap…

Bung Karno Bukanlah Komunisme!

Marhaenist.id - Sukarno itu Marxis sejati tetapi bukanlah komunis sama sekali, karena…

Mari Mengenal 9 Istri Bung Karno!

Marhaenist.id - Dalam perjalanan hidupnya, Soekarno atau akrab disebut Bung Karno sering…

Jejak Tragis Pemimpin Timur Tengah: Antara Perlawanan, Intervensi, dan Kepentingan Global

Marhaenist.id - Sejarah geopolitik Timur Tengah menunjukkan satu pola yang kerap memicu…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?