By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Hitam Putihnya Hukum, Penganiayayan Siswa 14 Tahun Tantangan Untuk Penegak Hukum
Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Tual, Anak 14 Tahun Meninggal Dunia
Indonesia Menggugat: GMNI Jakarta Timur Desak Pencopotan Menteri HAM
Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
IndonesianaMarhaenis

Institut Sarinah: Jaga Ibu Pertiwi, Tegakkan Pancasila dalam Menavigasi Gejolak Bangsa

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Selasa, 2 September 2025 | 18:27 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Logo Institut Sarinah/MARHAENIST.
Logo Institut Sarinah/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Institut Sarinah menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya sembilan korban jiwa akibat kekerasan dalam gelombang demonstrasi yang melanda berbagai kota di Indonesia.

Salah satunya adalah seorang perempuan staf DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) yang tewas akibat dari terbakarnya Gedung Kantor DPRD Sulsel.

Bagi Institut Sarinah, adanya korban jiwa adalah luka bangsa yang seharusnya menjadi peringatan serius bagi semua pihak.

“Kami turut berduka cita atas adanya korban jiwa karena ini adalah luka bangsa yang harus menjadi perhatian seluruh elemen bangsa,” ujar Endang dari Institut Sarinah, Selasa (2/9/2025).

Dari itu, Institut Sarinah menyerukan hal-hal berikut:

1. Presiden RI, agar segera merespons aspirasi rakyat dengan mengoreksi RAPBN 2026, meneguhkan keberpihakan pada kesetaraan gender dan keadilan sosial, antara lain dengan memperbesar anggaran program padat karya dan menekan ketimpangan sosial-ekonomi.

2. DPR RI, agar berbenah diri dengan merumuskan regulasi yang berpihak sepenuhnya kepada kepentingan rakyat, bukan kepentingan segelintir kelompok.

3. Polisi dan TNI agar menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap demonstran, terutama mahasiswa. Stop penyergapan di kampus.

Aparat seharusnya fokus pada penangkapan penjarah dan perusak bayaran yang diduga digerakkan oleh oknum dari luar daerah demi menciptakan destabilisasi.

4. Para legislator dan eksekutif agar membuka ruang dialog, dan tidak sembunyi dari rakyat.

Di Palu, Maluku Utara, Maumere, Kupang, dan Yogyakarta, dialog langsung dengan demonstran terbukti mencegah kekerasan dan perusakan. Sikap terbuka ini perlu diteladani di seluruh daerah.

5. Polisi dan TNI harus menahan diri, tidak menggunakan kekerasan.

Beberapa korban meninggal diduga akibat tindakan represif aparat. Situasi ini mencederai rasa keadilan rakyat.

6. Badan intelijen harus bekerja serius dan optimal. Ledakan kekerasan yang terjadi belakangan ini memperlihatkan lemahnya deteksi dini serta pencegahan.

Baca Juga:   Kebijakan Makam Tumpang Surabaya Dikritik, Pemuda Demokrat Soroti Penyusutan RTH dan Pengabaian Kewajiban Pengembang

7. Bangsa Indonesia perlu kembali mengintegrasikan prinsip-prinsip Pancasila dalam menavigasi keadaan:

A. Ketuhanan: menegakkan moralitas dan keadilan ilahi.

B. Kemanusiaan: menghormati martabat setiap jiwa.

C. Persatuan: menolak pecah-belah.

D. Musyawarah Mufakat: mengedepankan dialog, bukan represif.

E. Keadilan Sosial: menjawab ketimpangan yang jadi akar kegelisahan rakyat.

Institut Sarinah juga menekankan agar gerakan yang dilakukan mengedepankan kecerdasan bukan pada emosi untuk menciptakan gerakan yang damai tanpa merusak.

“Kami menekankan, emosi tidak boleh mendominasi, melainkan kecerdasan holistik Pancasila yang harus menuntun bangsa melewati krisis yang terjadi saat ini,” ujar Endang.

Institut Sarinah jugavmengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga Ibu Pertiwi, menghargai perjuangan para pendiri Bangsa, dan menegakkan Pancasila sebagai jiwa bangsa, rumah bersama, tempat kita pulang, berlindung, dan membangun masa depan yang adil dan setara.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Hitam Putihnya Hukum, Penganiayayan Siswa 14 Tahun Tantangan Untuk Penegak Hukum
Senin, 23 Februari 2026 | 03:46 WIB
Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Tual, Anak 14 Tahun Meninggal Dunia
Senin, 23 Februari 2026 | 03:35 WIB
Indonesia Menggugat: GMNI Jakarta Timur Desak Pencopotan Menteri HAM
Senin, 23 Februari 2026 | 03:24 WIB
Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Minggu, 22 Februari 2026 | 21:23 WIB
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:25 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Hari Ibu di Kandang Rakyat: Ir. Robi Agustiar Salah Satu Pendiri GMNI Sumedang Tegaskan Peternak adalah Marhaen Modern

Marhaenist.id, Bandung - Di tengah peringatan Hari Ibu, Ir. Robi Agustiar, S.Pt.,…

DPP GMNI Mendorong Pelaksanaan UHC: Tidak Menyisakan Ketimpangan Akses & Kualitas Layanan Kesehatan

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Bumikan Marhaenisme di Tanah Sintuwu Maroso, GMNI Poso Sukses Gelar PPAB ke 2

Marhaenist.id, Poso - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

KSPSI Gelar Rakernas dan Seminar Nasional Inter-Profesi di Surabaya

Marhaenist - Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan-KSPSI gelar Rapat Kerja Nasional…

Papua Tinggal Menunggu Waktu, Iqbal Damanik Peringatkan Ancaman Bencana Ekologis Akibat Konsesi Masif

Marhaenist.id, Papua — Papua disebut berada di ambang krisis ekologis serius menyusul masifnya…

Revitalisasi Nilai Perjuangan Bung Karno dalam Membentuk Kader yang Berwatak Marhaenisme, DPC GMNI Kendari Gelar KTD

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional (GMNI) Kendari…

Presiden Prabowo, Kunci Pemersatu Bangsa untuk Kebangkitan Ekonomi Indonesia

Marhaenist.id - Kondisi perekonomian global tengah berada dalam situasi yang penuh ketidakpastian.…

Kemerdekaan Yang Tidak Pasti: Potret Kekerasan Perempuan Tak Kunjung Usai

MARHAENIST - Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79 adalah momentum yang ditunggu oleh…

Desak Jokowi Mundur, Alumni Unas Bergerak: Demokrasi di Jurang Kematian

Marhaenist - Alumni Universitas Nasional (Unas) yang menamakan diri ‘Alumni Unas Bergerak’ membuat…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?