By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Rumah Kelahiran Sang Fajar Bung Karno
GMNI Penajam Paser Utara Nilai Pilkada DPRD Langgar Putusan MK dan Legalkan Politik Dagang Sapi

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

GMNI Penajam Paser Utara Nilai Pilkada DPRD Langgar Putusan MK dan Legalkan Politik Dagang Sapi

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 11 Januari 2026 | 13:20 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Bagikan

Marhaenist.id, Penajam Paser Utara – Wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali menuai penolakan keras dari kalangan mahasiswa, salah satunya dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Penajam Paser Utara.

GMNI Penajam Paser Utara menilai gagasan tersebut sebagai bentuk kemunduran demokrasi dan perampasan hak rakyat yang terang-terangan.

Kader GMNI Penajam Paser Utara, Ega Rahmadhani menegaskan bahwa pilkada yang dipilih DPRD bukan hanya persoalan teknis tata kelola pemerintahan daerah tetapi menyangkut inti kedaulatan rakyat.

“Ini jelas mengangkangi semangat konstitusi dan putusan Mahkamah Konstitusi. Pilkada langsung adalah hasil perjuangan panjang reformasi, bukan hadiah dari elit. Kalau hari ini mau ditarik ke DPRD itu artinya rakyat sedang dipaksa mundur,” kata Ega saat diwawancarai.

Menurut Ega, Mahkamah Konstitusi dalam Putusan Nomor 97/PUU-XI/2013 telah menegaskan pentingnya demokrasi dalam pemerintahan daerah yang memberi ruang partisipasi langsung kepada rakyat. Putusan lain seperti MK Nomor 85/PUU-XX/2022 juga menekankan konsistensi sistem demokrasi dan perlindungan hak pilih warga negara. Karena itu ia menilai wacana pilkada DPRD sebagai bentuk pengingkaran terhadap arah konstitusional demokrasi Indonesia.

Ega juga membantah keras narasi yang menyebut pilkada DPRD lebih bersih dari korupsi dan politik uang. Menurutnya, sistem tersebut justru tidak menghapus korupsi, tetapi memindahkannya ke ruang yang lebih gelap dan tertutup.

“Kalau sekarang politik uang terjadi di lapangan dan masih bisa diawasi publik, maka pilkada DPRD memindahkan transaksi itu ke ruang tertutup. Tidak ada rakyat, tidak ada pengawasan. Yang ada hanya elit dan uang,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa data Indonesia Corruption Watch (ICW) selama bertahun-tahun menunjukkan ratusan kepala daerah terjerat kasus korupsi, terutama terkait suap perizinan, proyek, dan kebijakan. Fakta ini kata Ega, membuktikan bahwa korupsi kepala daerah bukan disebabkan oleh rakyat yang memilih melainkan oleh mahalnya biaya politik dan kuatnya relasi antara kekuasaan dan pemodal.

Baca Juga:   GMNI-PERMAHI Desak Partai Perindo Lakukan PAW Terhadap Alm Leonardus Kocu dari Anggota DPRD Mimika

“Kalau pilkada diserahkan ke DPRD, jangan bayangkan korupsi hilang. Yang terjadi justru politik dagang sapi dilegalkan Siapa yang menawar paling tinggi, dia yang dapat. Kepala daerah terpilih pun bukan melayani rakyat tapi membayar utang politik kepada pemodal dan elite partai,” tegasnya.

Ega menilai, alasan klasik seperti biaya pilkada yang tinggi konflik horizontal, dan politik uang hanyalah dalih untuk menutupi kegagalan negara membenahi sistem politiknya sendiri. Menurutnya, persoalan itu seharusnya dijawab dengan reformasi pendanaan kampanye, transparansi biaya politik, penegakan hukum yang tegas, serta pendidikan politik rakyat yang substantif.

“Selama ini reformasi pendanaan kampanye hanya formalitas transparansi setengah hati, penegakan hukum tumpul ke atas. Lalu rakyat yang disalahkan dan haknya yang dipangkas Ini logika yang sangat berbahaya,” katanya.

Ia menegaskan bahwa memangkas hak rakyat untuk memilih bukan solusi melainkan bentuk kemalasan politik elit yang enggan membenahi akar persoalan.

“Negara ini berdiri di atas prinsip kedaulatan rakyat. Kalau hak memilih kepala daerah dicabut maka demokrasi kita hanya tinggal slogan. Pilkada DPRD itu bukan solusi tapi regresi demokrasi,” ujar Ega.

GMNI Penajam Paser Utara, lanjut Ega memandang bahwa wacana ini harus dilawan secara terbuka oleh mahasiswa, masyarakat sipil, dan seluruh kekuatan prodemokrasi.

“Ini bukan sekadar soal mekanisme pilkada tapi soal siapa yang berdaulat di negeri ini. Rakyat atau segelintir elit. GMNI berdiri jelas di sisi rakyat,” pungkas Kader GMNI Penajam Paser Utara itu.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB
Rumah Kelahiran Sang Fajar Bung Karno
Minggu, 11 Januari 2026 | 13:43 WIB
GMNI Tegaskan Konsesi SDA Tidak Boleh Menabrak Lahan Rakyat
Minggu, 11 Januari 2026 | 12:25 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Politikus senior PDI Perjuangan yang juga anggota Wantimpres, Sidarto Danusubroto. Liputan6/Johan Tallo

Ini Bocoran Sosok Capres PDIP Dari Politisi Senior PDI Perjuangan

Marhaenist - Mantan ajudan Presiden pertama RI Soekarno atau Bung Karno, Sidarto…

Soroti Aksi Pencemaran Limbah Hasil Pengeboran RIG GWDC milik PT PHSS, GMNI Balikpapan Desak Kepolisian Bebaskan Nelayan

Marhaenist.id, Balikpapan - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Balikpapan menggelar konsolidasi internal…

Atikoh Sapa Warga dan Tokoh Masyarakat Se-Jombang: Ajak Awasi Pemilu

Marhaenist.id, Jombang - Siti Atikoh Suprianti, istri calon Presiden RI Ganjar Pranowo mengajak…

Aksi Nyata untuk Lingkungan yang Lebih Hijau, GMNI Malang dan Kaliku Gelar Gerakan Penanaman Pohon di Sepadan Kali Curungrejo

Marhaenist.id, Malang - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Hadiri Aksi 1000 Lilin di Nagekeo, GMNI NTT Desak Proses Hukum Para Pelaku Penganiayaan Prada Lucky

Marhaenist.id, Nagekeo - Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI)…

Pengendara sepeda motor saat menerabas hujan di jalan raya. FILE/Mila Arinda

Waspada Hujan Akan Guyur Sebagian Kota Besar di Indonesia

Marhaenist - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau agar masyarakat waspada…

Ketika Mantan Lawan di Pilpres Ingin Merapat ke Pemerintahan

Marhaenist - Harlah ke-26 PKB menjadi ajang bagi sejumlah partai di luar…

Moment Lebaran 1446 H, Alumni GMNI UIN Syarif Hidayatullah Ciputat Gelar Halal Bi Halal

Marhaenist.id, Tangsel - Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Islam Negeri…

Fokus Kampayekan Ganjar-Mahfud, Ahok Resmi Mundur dari Jabatannya Sebagai Komut PT Pertamina

Marhaenist.id, Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa Ahok, resmi mundur…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?