By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Polemik Kopdes Merah Putih di Desa Polindu Kian Memanas, Inilah Kata Praktisi Hukum!
GMNI DKI Kecam Gugurnya 3 Prajurit TNI oleh Israel: Desak RI Keluar dari BOP dan Fokus Krisis Domestik
Pejuang Buruh Marhaenis Joppie Tehupeiory Wafat, Warisan Perjuangan KUP KPM Kembali Disorot
GMNI Dituding Komunis, Pimred Marhaenist.id: Ini Fitnah Intelektual!
Dies Natalis ke-72 GMNI, DPC Jakarta Timur Gelar Diskusi Publik Bahas Relevansi Politik Bebas Aktif di Tengah Geopolitik Global

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar Alumni GMNIKabar GMNI

GMNI Dituding Komunis, Pimred Marhaenist.id: Ini Fitnah Intelektual!

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Selasa, 31 Maret 2026 | 13:42 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Karikatur Gambar "GMNI Dituding Komunis, Pimred Marhaenist.id: Ini Fitnah Intelektual!" (Desain AI)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist..id, Kendari – Viral di media sosial TikTok, pernyataan yang menuding Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) berpaham komunis menuai kritik tajam.

Pernyataan tersebut dilontarkan oleh seorang wanita pengguna TikTok bernama Ismi melalui akun @ismi_rakyatjelata08.

Dalam komentarnya pada sebuah konten podcast, ia menyebut bahwa GMNI memiliki paham Marhaenisme, Sukarnoisme, yang dikonotasikan sebagai paham Komunis Partai Komunis Indonesia (PKI).

Dalam Komentar tersebut Isme menyebut bahwa Advokat Firman Tenry Masengi adalah Kader GMNI yang berpaham Marhaenisme atau Sukarnois yang kemudian ia dikonotasikan sebagai Paham Komunis PKI.

“Anda (Firman Tenry Masengi) ini ternyata punya peran di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ya, paham Marhaenisme ya, paham Komunis PKI ya, paham Sukarnois ya,” ucap Ismi dalam komentarnya.

https://marhaenist.id/wp-content/uploads/2026/03/5beb19457137ac3ad52c4b5e8171d8dc.mp4

Pernyataan tersebut kemudian menuai reaksi keras dari berbagai pihak yang menilai adanya kekeliruan dalam memahami ideologi Marhaenisme yang menjadi dasar perjuangan GMNI.

Menanggapi hal tersebut, Pimred Marhaenist.id, La Ode Mustawwadhaar mengecam keras pernyataan itu dan menilai adanya kekeliruan mendasar dalam memahami ideologi Marhaenisme.

Ia juga nenyebut bahwa tudingan tersebut bukan sekadar salah, tapi bentuk fitnah terhadap ideologi Marhaenisme dan GMNI yang dapat memicu gejolak publik terhadap GMNI.

“Ini adalah bentuk fitnah intelektual karena pernyataan tersebut tidak hanya keliru secara substansi, tetapi juga berpotensi menyesatkan publik hingga dapat membuat stigma buruk terhadap GMNI di mata masyarakat,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Laode sapaan akrabnya juga menyebut narasi tersebut sebagai opini serampangan yang tidak berbasis fakta dan berpotensi memecah belah publik.

“Narasi yang dilontarkan Ismi adalah opini serampangan yang tidak memiliki dasar yang berbasis fakta. Ini justru menyudutkan GMNI yang berpotensi pada dimusuhinya GMNI di masyarakat dan juga memecah belah publik,” sambungnya.

Baca Juga:   Pertanian di Kota Surabaya, GMNI Gandeng Petani Desak Reforma Agraria

Ia juga menegaskan bahwa penyamaan Marhaenisme dan Sukarnoisme dengan komunisme merupakan bentuk distorsi sejarah yang tidak memiliki landasan akademik yang kuat.

“Ini bukan hanya soal salah paham, tetapi sudah masuk pada penyebaran narasi yang menyesatkan. Penyamaan ideologi tersebut adalah bentuk pemahaman dangkal yang merusak diskursus publik. Marhaenisme adalah ideologi perjuangan yang berakar pada pemikiran Sukarno dan tidak bisa disederhanakan sebagai komunisme,” tegas La Ode.

Lebih lanjut, ia juga menilai bahwa pernyataan tersebut secara tidak langsung menyeret nama Presiden Sukarno ke dalam stigma komunisme, yang dinilai sebagai klaim tanpa dasar yang jelas.

“Pernyataan tersebut secara tidak langsung juga mengarah pada anggapan bahwa Presiden Sukarno adalah bagian dari PKI. Ini jelas keliru karena tidak memiliki dasar dan berbahaya jika dibiarkan tanpa klarifikasi,” lanjut La Ode.

Menurutnya, meskipun dalam sejarah Sukarno dikenal tidak mengambil sikap permusuhan terbuka terhadap PKI, hal tersebut tidak dapat dijadikan justifikasi untuk menyebut Sukarno sebagai bagian dari ideologi komunisme.

“Dalam catatan sejarah, Sukarno memang memiliki sikap politik yang tidak secara frontal memusuhi PKI, namun hal tersebut tidak serta-merta menjadikan beliau sebagai bagian dari ideologi komunisme,” jelas La Ode.

Polemik ini pun kembali memantik perhatian publik terhadap maraknya penyebaran opini di media sosial yang tidak didasarkan pada kajian yang mendalam.

La Ode menghimbau agar masyarakat lebih bijak dalam menyampaikan pendapat, terutama terkait isu ideologi dan sejarah bangsa.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyampaikan pendapat di ruang digital, serta tidak menyebarkan narasi yang berpotensi memecah belah dan menyesatkan pemahaman publik terhadap sejarah dan ideologi bangsa,” katanya.

Ia juga mengajak publik untuk tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang beredar tanpa verifikasi, serta mendorong pentingnya literasi digital agar ruang publik tidak dipenuhi oleh informasi yang menyesatkan.

Baca Juga:   Momentum HUT TNI, GMNI Jaksel Desak Prabowo: TNI Kembali ke Barak, Hentikan Bisnis Militer & Hapus Komando Teritorial!

“Kami mengajak kepada publik agar tidak mudah terprovokasi dengan narasi yang beredar secara serampangan tanpa di verifikasi. Kami juga mendorong pentingnya literasi digital sesuai fakta agar ruang publik tidak dipenuhi oleh informasi yang menyesatkan,” tandasnya.

Diketahui bahwa Media Marhaenist.id adalah Media yang dibuat oleh kader-kader GMNI yang didedikasikan untuk mempublikasi kegiatan GMNI dan Persatuan Alumni GMNI serta memiliki tujuan untuk mewujudkan Sosialisme Indonesia berdasarkan Marhaenisme dan UUD 1945.

Dalam struktur redaksinya, Media Marhaenist.id di isi oleh seluruh Kader-kader GMNI dari Penanggung jawab, Dewan Redaksi sampai Jurnalis Peliput dan struktur lainnya.***

Penulis: Redaksi/Editor: Redaksi.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Polemik Kopdes Merah Putih di Desa Polindu Kian Memanas, Inilah Kata Praktisi Hukum!
Rabu, 1 April 2026 | 14:37 WIB
Foto: Deodatus Sunda Se, Ketua DPD GMNI DKI Jakarta (Dokpri)/MARHAENIST.
GMNI DKI Kecam Gugurnya 3 Prajurit TNI oleh Israel: Desak RI Keluar dari BOP dan Fokus Krisis Domestik
Rabu, 1 April 2026 | 12:49 WIB
Pejuang Buruh Marhaenis Joppie Tehupeiory Wafat, Warisan Perjuangan KUP KPM Kembali Disorot
Selasa, 31 Maret 2026 | 16:44 WIB
Dies Natalis ke-72 GMNI, DPC Jakarta Timur Gelar Diskusi Publik Bahas Relevansi Politik Bebas Aktif di Tengah Geopolitik Global
Senin, 30 Maret 2026 | 16:43 WIB
Sukarno, Marsixme, dan Bahaya Pemfosilan
Senin, 30 Maret 2026 | 12:44 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Ganjar Pranowo: Politik Machiavellian Gunakan Penegak Hukum Jadi Alat Untuk Menakuti

MARHAENIST - Politik Machiavellian sepertinya sedang terjadi akhir-akhir ini. Rasa takut sengaja…

Sujahri Somar Tegaskan Arah Baru Kaderisasi GMNI lewat GMNI.AI: Demokratisasi Ide di Era Data dan Algoritma

Marhaenist.id, Jakarta — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menegaskan reposisi strategis kaderisasi…

Hakekat dari Pancasila adalah Membela Kaum Miskin

Marhaenist.id - Mungkin bagi sebagian besar aktivis mahasiswa saat ini yang berada…

Hari Perempuan Internasional Dalam Perspektif Sarinah : Emansipasi Yang Berpihak Pada Kaum Tertindas

Marhaenist.id - Setiap tanggal 8 Maret, dunia memperingati Hari Perempuan Internasional sebagai…

Desak Jokowi Mundur, Alumni Unas Bergerak: Demokrasi di Jurang Kematian

Marhaenist - Alumni Universitas Nasional (Unas) yang menamakan diri ‘Alumni Unas Bergerak’ membuat…

Metodologi KIV: Sebagai Alat Perjuangan GMNI Melawan Tangangan Zaman

Marhaenist.id - Kaderisasi dan Ideologi adalah roh penting yang menentukan bagaimana jalannya…

Polisi dengan kendaraan yang rusak di lapangan stadion Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, setelah bentrokan antara pendukung tim berseteru. AP/Yudha Prabowo

Berduka Atas Tragedi Kanjuruhan, Jokowi Minta Liga 1 Dihentikan

Marhaenist - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan dukacita yang mendalam atas meninggalnya…

GMNI Surabaya Kecam Aksi Oknum Ormas, Dukung Kepolisian Tegakkan Hukum dan Lindungi Warga Lansia

Marhaenist.id, Surabaya — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Seniman, Budayawan dan Masyarakat Jogja Titipkan Indonesia di Pundak Ganjar

Marhaenist.id, Kulonprogo - Alun-Alun Wates Yogyakarta membara. Puluhan ribu masyarakat hadir di…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?