By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Menuju Hari Kebangkitan Nasional, Aliansi PERISAI Serukan Perlawanan terhadap Imperialisme dan Tuntut Pembatalan ART
DPP GMNI Segera Laporkan Dugaan Perampasan Lahan Warga Transmigrasi di Halmahera Utara ke Tiga Instansi Pusat
Kaya Energi, Miskin Kedaulatan
Teguhkan Marhaenisme, PPAB III Komisariat Bung Tomo Manajemen Konsolidasikan Gerakan Perubahan
Kurs di Atas Piring Rakyat: Membedah Regulatory Capture dan Fondasi Sosio-Demokrasi

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Gelar Diskusi Publik, GMNI Jaksel: Ada Bayang-Bayang Otoritarianisme dalam Wacana Pilkada Tidak Langsung

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 18 Januari 2026 | 20:39 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: GMNI Jaksel dan Para Pemateri dalam Diskusi Publik yang bertakjub Bayang-Bayang Otoritarianisme dalam Wacana Pilkada Tidak Langsung (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Selatan menggelar diskusi publik bertajuk Bayang-Bayang Otoritarianisme dalam Wacana Pilkada Tidak Langsung di Sekretariat DPC GMNI Jakarta Selatan, Sabtu (17/1/2026).

Diskusi ini digelar sebagai respons kritis atas menguatnya wacana Pilkada tidak langsung yang dinilai berpotensi menggeser kedaulatan rakyat dan melemahkan prinsip demokrasi.

Pakar politik anggaran Yani Sucipto menilai, wacana Pilkada tidak langsung tidak dapat dipahami semata sebagai persoalan teknis pemilu atau efisiensi anggaran.

Menurutnya, perubahan mekanisme Pilkada justru mencerminkan pergeseran relasi negara dan rakyat dari semangat demokratisasi era Reformasi menuju konsolidasi kekuasaan elite politik.

“Hak politik rakyat direduksi, akuntabilitas dipindahkan dari warga ke partai dan fraksi DPRD, sementara politik uang tidak hilang, hanya berpindah ke ruang tertutup elite,” ujar Yani.

Ia menambahkan, kondisi tersebut berpotensi memperkuat oligarki dan melemahkan legitimasi demokrasi.

Sementara itu, penulis dan peneliti hukum tata negara Herman menyebut wacana Pilkada tidak langsung sebagai cerminan krisis kerepublikan.

Ia menilai elite politik mulai melupakan prinsip dasar bahwa negara dibangun atas kedaulatan rakyat.

Herman juga menegaskan, persoalan demokratis dalam Pasal 18 UUD 1945 bersifat substantif dan tidak dapat dipersempit hanya sebagai urusan teknis pemerintahan daerah.

Ia juga merujuk pada sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi yang secara konsisten menegaskan Pilkada sebagai bagian dari rezim pemilu, sejalan dengan Pasal 22E ayat (1) UUD 1945 yang mengatur pemilihan umum dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

“Pilkada adalah instrumen konstitusional kedaulatan rakyat, bukan sekadar mekanisme administratif,” katanya.

Pengamat politik Ray Rangkuti menilai wacana Pilkada tidak langsung bertentangan dengan amanat konstitusi sekaligus mempersempit ruang politik warga negara.

Baca Juga:   Forkomcab GMNI Sumsel Menolak Kongres yang tidak berlandaskan Persatuan

Menurutnya, prinsip negara demokrasi menjamin hak setiap warga untuk memilih dan dipilih, sementara Pilkada melalui DPRD justru mengalihkan kedaulatan rakyat ke tangan elite partai politik.

“Skema ini berpotensi merusak masa depan demokrasi,” ujar Ray.

Ia juga menambahkan, pembangunan bangsa tidak hanya menyangkut aspek fisik melalui kebijakan ekonomi, tetapi juga pembangunan jiwa dan rohani rakyat yang hanya dapat diwujudkan melalui demokrasi yang hidup dan partisipatif.

Dari kalangan mahasiswa, perwakilan GMNI Jakarta Selatan, Darnel, menegaskan bahwa mahasiswa dan gerakan sosial harus merespons wacana Pilkada tidak langsung dengan sikap tegas dan terorganisir.

Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi mempersempit ruang demokrasi dan memusatkan kembali kedaulatan rakyat ke tangan elite politik.

“GMNI Jakarta Selatan perlu menyatakan sikap politik yang jelas dengan menolak wacana Pilkada tidak langsung, sekaligus merumuskan langkah perjuangan konkret sebagai bagian dari tanggung jawab historis gerakan mahasiswa,” ujarnya.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Menuju Hari Kebangkitan Nasional, Aliansi PERISAI Serukan Perlawanan terhadap Imperialisme dan Tuntut Pembatalan ART
Rabu, 20 Mei 2026 | 01:23 WIB
DPP GMNI Segera Laporkan Dugaan Perampasan Lahan Warga Transmigrasi di Halmahera Utara ke Tiga Instansi Pusat
Selasa, 19 Mei 2026 | 18:30 WIB
Kaya Energi, Miskin Kedaulatan
Selasa, 19 Mei 2026 | 15:35 WIB
Teguhkan Marhaenisme, PPAB III Komisariat Bung Tomo Manajemen Konsolidasikan Gerakan Perubahan
Senin, 18 Mei 2026 | 23:28 WIB
Kurs di Atas Piring Rakyat: Membedah Regulatory Capture dan Fondasi Sosio-Demokrasi
Senin, 18 Mei 2026 | 18:27 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Che Guevara – Sosialisme dan Manusia di Kuba

Kawan tercinta: Meskipun terlambat, saya tetap berusaha menyelesaikan catatan ini dalam rangkaian…

Ketika Sistem Distribusi Menekan Pedagang Kecil: GMNI Tidak Boleh Diam

Marhaenist.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini dijalankan pemerintah…

Menolak Usulan Perguruan Tinggi Mengelola Tambang: Ancaman terhadap Demokrasi dan Kebebasan Akademik

Marhaenist.id - Usulan pemberian izin usaha pertambangan kepada perguruan tinggi telah menjadi…

DPC GMNI Binjai Beri Raport Merah Terhadap Kinerja Kadis PUPR Kota

Marhaenist.id, Binjai - Raport merah sebagai kinerja buruk sepertinya cocok diberikan oleh…

Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Marhaenist.id, Jakarta – Wacana perjanjian dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat kembali…

GMNI-PERMAHI Desak Partai Perindo Lakukan PAW Terhadap Alm Leonardus Kocu dari Anggota DPRD Mimika

Marhaenist.id, Mimika - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Perhimpunan Mahasiswa Hukum…

Foto: Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Selatan, Dendy Se. MARHAENIST

GMNI Jakarta Selatan Desak Bawaslu Bertindak Tegas Terkait Pernyataan Kontroversial Suswono

Marhaenist.id, Jakarta – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Jakarta Selatan menyampaikan…

Ajak Masyarakat Tolak Pemilu 2024, Relawan Marhaen Cyber Army Minta Jokowi Mundur dan Pilpres di Ulang

Marhaenist.id, Jakarta - Relawan Marhaen Cyber Army mengeluarkan pernyataan sikap dalam sebuah…

DPK GMNI FEB UNPAM Kolaborasi bersama Kompak Gelar Diskusi Kebebasan Beragama

Marhaenist.id, Tangsel - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?