By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Soekarno Bukan Sekedar Presiden
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim
Perkuat Pembangunan Nasional, PA GMNI di Sultra Gaungkan Kolaborasi Antar Organ Alumni Cipayung
Wacana Pemakzulan Presiden, Firman Tendry Masengi: Titik Temu Legalitas Konstitusi dan Legitimasi Rakyat
Pemakzulan, Konstitusi, dan Legitimasi Rakyat

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Gambar Ilustrasi AI Listyo Sigit Prabowo/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Timur menyatakan sikap tegas terhadap pernyataan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menyebut “lebih baik menjadi petani” dalam polemik kelembagaan Polri.

Bagi GMNI Jakarta Timur, pernyataan tersebut bukan sekadar kelakar, melainkan metafora jujur tentang arah institusi kepolisian yang dinilai tengah mengalami pergeseran fokus dari fungsi utamanya sebagai pelindung dan penegak hukum.

Melalui Wakil Ketua Bidang Analisa Isu dan Kajian Strategis, Mufty Arya Dwitama, DPC GMNI Jakarta Timur menilai bahwa keterlibatan Polri dalam berbagai program sosial seperti dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan ketahanan pangan secara kemanusiaan patut diapresiasi.

Namun, menurutnya, energi institusi tidak boleh terserap pada fungsi tambahan hingga melupakan mandat konstitusionalnya.

“Ketika publik masih mempertanyakan konsistensi profesionalisme dan akuntabilitas penegakan hukum, maka prioritas utama Polri seharusnya adalah memastikan rasa aman dan keadilan bagi masyarakat,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).

GMNI Jakarta Timur menyoroti peristiwa di Kota Tual, Maluku, pada 19 Februari lalu. Seorang siswa MTsN 1 Maluku Tenggara berinisial AT (14) meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum anggota. Peristiwa tersebut dinilai menjadi pengingat serius bahwa fungsi perlindungan terhadap warga negara tidak boleh tersisih oleh agenda lain.

Melalui Mufty Arya Dwitama, DPC GMNI Jakarta Timur juga menyatakan bahwa dalam negara hukum, satu nyawa warga negara lebih mendesak daripada seribu kegiatan seremonial.

“Pernyataan Kapolri soal keinginan menjadi petani bagi kami adalah sebuah kejujuran sosiologis. Jika hari ini Polri lebih antusias mengurusi dapur umum dan urusan pangan, maka secara administratif institusi ini sudah sepantasnya diletakkan di bawah kendali kementerian sipil,” tegas Mufty.

Baca Juga:   GMNI Pertanyakan Kenaikan Laba Pertamina Ditengah Kesulitan Masyarakat Akibat Kenaikan BBM

Selain persoalan orientasi eksternal, GMNI Jakarta Timur juga menyoroti dinamika internal Polri, khususnya terkait stagnasi sirkulasi kepemimpinan. Masa jabatan Kapolri yang panjang dinilai berpotensi menciptakan bottleneck karier di level perwira tinggi dan menengah, sehingga menghambat regenerasi struktural serta menimbulkan persepsi subjektivitas dalam promosi jabatan.

Menurut GMNI, organisasi modern yang sehat membutuhkan sirkulasi kepemimpinan yang terbuka dan berbasis meritokrasi guna menjaga vitalitas institusi serta memastikan profesionalisme tetap menjadi prinsip utama.

GMNI Jakarta Timur menegaskan bahwa polemik ini bukan sekadar respons terhadap satu pernyataan, melainkan momentum reflektif untuk menata kembali orientasi institusi keamanan agar kembali pada khitahnya sebagai pelindung rakyat.

Sejalan dengan cita-cita Soekarno, instrumen negara harus berdiri sebagai alat perjuangan rakyat kecil (Marhaen), bukan sekadar perpanjangan kekuasaan administratif.

Keberpihakan tersebut, menurut GMNI, hanya dapat terwujud apabila aparat penegak hukum beroperasi dalam kerangka supremasi sipil dengan mandat yang jelas, fokus, dan akuntabel.

GMNI Jakarta Timur menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa negara tetap membutuhkan kepolisian yang menanam rasa aman, memelihara keadilan, dan memanen kepercayaan publik sebagai hasil kerja utamanya.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Soekarno Bukan Sekedar Presiden
Minggu, 12 April 2026 | 13:37 WIB
Foto: Benediktus Aquino, Alumni GMNI DKI Jakarta (Dokpri)/MARHAENIST.
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim
Sabtu, 11 April 2026 | 22:02 WIB
Perkuat Pembangunan Nasional, PA GMNI di Sultra Gaungkan Kolaborasi Antar Organ Alumni Cipayung
Sabtu, 11 April 2026 | 19:21 WIB
Wacana Pemakzulan Presiden, Firman Tendry Masengi: Titik Temu Legalitas Konstitusi dan Legitimasi Rakyat
Sabtu, 11 April 2026 | 18:07 WIB
Pemakzulan, Konstitusi, dan Legitimasi Rakyat
Sabtu, 11 April 2026 | 12:16 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

PBNU Akan Berikan Sanksi Pada 5 Nahdliyin Yang Temui Presiden Israel

Marhaenist.id, Jakarta- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf,…

Sambutan Penuh Cinta Dari Tambakberas Untuk Atikoh

Marhaenist.id, Jombang - Siti Atikoh Suprianti, istri calon Presiden RI Ganjar Pranowo…

Visi Misi Airin – Ade Sumardi Membawa Gagasan Generasi Muda Banten

Marhaenist.id- Banten, Sekretaris Brigade Sabara Banten, Miftahul Ulum kembali menegaskan komitmen Brigade…

Bertahan Ditengah Badai: Sebuah Refleksi Perjalanan Bersama GMNI

Marhaenist.id - Perjalanan saya di GMNI bukanlah kisah yang tenang di permukaan…

Bahas Otonomi Daerah, Mahfud MD Akan Isi FGD di Agenda 45

Marhaenist.id, Jakarta- Mantan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud…

Audiens Bersama Kapolres, DPC GMNI Kota Metro Lampung Siap menjadi Mitra Kritis Polisi

Marhaenist.id, Kota Metro Lampung - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional…

Pengambilalihan (Buy Out) Korporasi Bangkrut oleh Buruh

Marhaenist.id - Semenjak krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19, banyak perusahaan baik dalam skala…

Kecam Dualisme yang Belum Berakhir, DPC GMNI Kendari Desak Dilaksanakan Kongres Persatuan

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Gelar Konsolidasi Nasional di Kota Biltar, GMNI Bentuk Forum Nasional Komunikasi Persatuan

Marhaenist.id, Blitar – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menggelar Konsolidasi Nasional dan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?