By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
DPP GMNI Mendorong Pelaksanaan UHC: Tidak Menyisakan Ketimpangan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Amerika Serikat Bakal Jadi Raksasa Crypto? Sementara El Salvador Sukses, Indonesia Masih Terjebak di Bursa Saja!

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 9 Maret 2025 | 21:07 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Foto: Kemas Fadli Safari, S.E, Crypto Enthusiast Indonesia (CEI), Pengurus DPP PA GMNI Bidang Sosial/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Dalam beberapa tahun terakhir, dunia kripto telah mengalami revolusi yang luar biasa. Amerika Serikat kini dikabarkan tengah merancang langkah berani dengan menjadikan aset digital sebagai bagian dari cadangan strategis negara. Di sisi lain, El Salvador telah mengejutkan dunia dengan mengukuhkan Bitcoin sebagai mata uang resminya. Namun, di tengah geliat global ini, pertanyaan besar pun mencuat: apa sebenarnya rencana Indonesia? Apakah kita hanya berhenti di pembuatan bursa kripto saja?

AS: Langkah Strategis Menuju Era Baru Finansial

Tidak bisa dipungkiri, Amerika Serikat sebagai kekuatan ekonomi dunia sedang mencari cara untuk tetap relevan di tengah dinamika ekonomi global yang semakin digital. Rencana untuk mengintegrasikan crypto ke dalam cadangan strategis negara bukanlah langkah sesaat, melainkan strategi jangka panjang untuk:

Mengurangi Ketergantungan pada Fiat: Diversifikasi cadangan negara melalui aset digital bisa menjadi pelindung dari fluktuasi nilai mata uang tradisional.

Mendorong Inovasi dan Investasi: Dengan aset digital, diharapkan arus investasi global semakin deras, membuka peluang bagi startup dan inovator dalam ekosistem blockchain.

Meningkatkan Ketahanan Ekonomi: Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, memiliki cadangan strategis berbasis crypto dapat menjadi benteng tambahan dalam menghadapi krisis.

El Salvador: Pionir Digital yang Berani Mengubah Aturan Main

El Salvador pun telah menorehkan sejarah dengan mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran resmi. Keputusan ini, meskipun kontroversial, menunjukkan bahwa negara kecil pun bisa berinovasi dan mengambil risiko untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Keberanian ini bukan hanya tentang mengubah sistem pembayaran, melainkan:

Mendorong Inklusi Keuangan: Adopsi Bitcoin memberikan akses finansial bagi mereka yang sebelumnya terpinggirkan oleh sistem perbankan tradisional.

Menarik Perhatian Global: Langkah ini memposisikan El Salvador sebagai laboratorium hidup inovasi keuangan, menarik minat investor dan penggiat teknologi dari seluruh dunia.

Baca Juga:   Pemerintah Lakukan Diskriminasi dalam Penghapusan Utang UMKM

Indonesia: Hanya Bursa Kripto? Atau Ada Potensi Lebih Besar?

Di tengah gebrakan global tersebut, inisiatif Indonesia tampak masih terbatas pada pembuatan bursa kripto dan regulasi yang cukup konservatif. Walaupun memiliki potensi pasar digital yang besar, langkah pemerintah seolah belum sepenuhnya mengintegrasikan aset kripto ke dalam strategi ekonomi nasional. Beberapa pertanyaan kritis pun muncul:

Mengapa Indonesia Hanya di Sini? Di saat negara-negara lain sudah berani melangkah lebih jauh, apakah kita hanya puas dengan infrastruktur perdagangan digital semata?

Potensi Aset Digital yang Belum Tergarap: Pemanfaatan aset kripto sebagai cadangan strategis atau instrumen diversifikasi ekonomi masih menjadi tanda tanya besar.

Kesiapan Ekosistem Digital: Dengan pasar yang semakin berkembang, apakah Indonesia siap mengadopsi teknologi blockchain secara menyeluruh untuk meningkatkan daya saing global?

Mengapa Indonesia Harus Lebih Berani?

1. Potensi Ekonomi Digital yang Besar: Dengan populasi muda dan penetrasi internet yang tinggi, Indonesia memiliki lahan subur untuk tumbuhnya inovasi digital. Mengintegrasikan aset kripto ke dalam strategi nasional bukan hanya soal teknologi, melainkan juga tentang menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif dan resilient.

2. Inovasi Teknologi untuk Masa Depan: Langkah-langkah progresif di sektor fintech dan blockchain dapat membuka peluang baru, tidak hanya bagi investor, tetapi juga bagi pelaku ekonomi mikro dan kecil.

3. Diversifikasi Cadangan Negara: Mengandalkan cadangan dalam bentuk fiat tradisional di era digital bisa jadi langkah yang berisiko. Diversifikasi dengan aset digital dapat menjadi strategi antisipatif terhadap gejolak ekonomi global.

Saatnya Indonesia Bangkit dan Berinovasi!

Sementara Amerika Serikat dan El Salvador berani menatap masa depan dengan langkah-langkah inovatif yang melibatkan aset kripto, Indonesia tampaknya masih berjalan di jalur yang aman. Padahal, potensi untuk mengubah paradigma ekonomi nasional melalui digitalisasi dan blockchain sangatlah besar. Bukankah sudah waktunya Indonesia mengambil risiko yang lebih besar dan berinovasi, bukan hanya dengan bursa kripto, tetapi juga dengan mengintegrasikan aset digital ke dalam strategi cadangan negara?

Baca Juga:   Bangkitnya Massa Marhaen Penentu Kemenangan Ganjar

Indonesia, mari buktikan bahwa kita tidak hanya mengikuti arus, melainkan menciptakan gelombang perubahan. Masa depan ekonomi digital sudah dimulai—dan keputusan kita hari ini akan menentukan posisi bangsa di panggung global esok hari.***


Penulis: Kemas Fadli Safari, S.E
Crypto Enthusiast Indonesia (CEI), Pengurus DPP PA GMNI Bidang Sosial.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

DPP GMNI Mendorong Pelaksanaan UHC: Tidak Menyisakan Ketimpangan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:01 WIB
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Selama Ego Masih Menggebu, Bicara Persatuan di Tubuh GMNI Hanyalah Omong Kosong – Refleksi Perjalanan GMNI

Marhaenist.id - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) adalah fusi peleburan tiga organisasi…

Gelar Konfercablub, Ogi Sahputra – Daniel Alfa Resmi Terpilih sebagai Ketua dan Sekretaris DPC GMNI Pekanbaru Periode 2025-2027

Marhaenist.id, Pekanbaru - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

PA GMNI Usulkan Utusan Golongan dan Daerah Kembali Jadi Bagian MPR RI

Marhaenist - Ketua Dewan Pakar Nasional PA GMNI Ahmad Basarah menilai sudah…

GMNI dan Teologi Perlawanan: Iman yang Menggugat, Ideologi yang Menghukum

Marhaenist.id - Indonesia hari ini adalah panggung besar tempat kekuasaan menari di…

Marhaenist.id: Gus, Ahlak Lebih Mulia dari Pada Ilmu

Marhaenist.id - Sunhaji (38), Penjual Es Teh keliling viral karena diledek atau…

Soekarno dan Pramuka: Gerakan Indonesia Merdeka Menuju Indonesia Maju

Marhaenist.id - "Pramuka adalah bagian dari gerakan Indonesia merdeka." Pernyataan ini bukanlah…

Arief Hidayat Ucapkan Selamat atas Terselenggaranya Konferda V PA GMNI Jakarta Raya

Marhaenist.id, Jakarta — Prof. Arief Hidayat menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya Konferensi…

Marhaenis itu Spiritualis

Marhaenist.id - Dalam keseharian kita, seringkali kita terjebak dalam hiruk-pikuk dunia materialistik…

Prabowo Subianto di Asrama Perguruan Tinggi (API) Pondok Pesantren Salafi Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. FILE/Twitter @prabowo

Kunjungan Prabowo ke Kiai NU Dinilai Sebagai Upaya Garap Suara Umat

Marhaenist - Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menyatakan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?