By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Soekarno Bukan Sekedar Presiden
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim
Perkuat Pembangunan Nasional, PA GMNI di Sultra Gaungkan Kolaborasi Antar Organ Alumni Cipayung
Wacana Pemakzulan Presiden, Firman Tendry Masengi: Titik Temu Legalitas Konstitusi dan Legitimasi Rakyat
Pemakzulan, Konstitusi, dan Legitimasi Rakyat

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Study Marhaenisme

Marhaenisme, Marhaen dan Kita

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 21 Februari 2024 | 18:56 WIB
Bagikan
Waktu Baca 2 Menit
Foto: Potret Belajar Mengajar yang dilakukan Bung Karno di massa Perjuangan Bangsa Indonesia/Marhaenist.id.
Bagikan

Marhaenist.id – Banyak fenomena ganjil yang terjadi diantara kita. Terutama tentang Marhaenisme. Sebagian dari kita memahami Mahaenisme secara “Voluntaris”, yang memahami Marhaenisme sebagai simbol yang gagah berani, revolusi sekarang juga melawan segala bentuk kedzaliman penindasan.

Dengan kata lain, memahami Marhaenisme sebagai “iman”. Dengan iman revolusioner, seseorang bisa mengguncang dunia, bahkan memindahkan gunung ke lautan.

Apabila gunung itu belum juga berpindah, berarti iman kita yang belum kuat dan harus ditempa lagi dengan merapal ulang frase-frase revolusioner. Semacam mengulang mantra “de samen bundeling van alle revolutionaire krachten”.

Di tengah situasi semacam ini, ada dua tindakan yang sering kita lakukan; pertama, kita kerap menyeret-nyeret teks-teks kanonik Soekarno (secara dogmatik) hanya sebagai “otoritas tekstual” untuk mengobati keresahan kita atas kondisi yang ada.

Kedua, kita kerap menciptakan “musuh-musuh imajiner” yang seakan-akan nyata hendak dilawan. Dengan kata lain, kita masuk ke dalam realitas “simulakra”, realitas maya yang seakan-akan nyata.

Ini adalah konsekuensi logis dari pembacaan secara dogmatik atas teks-teks Soekarno. Seperti melawan Imperialisme, Kolonialisme yang dianjurkan oleh Soekarno tanpa memahami konteks dan anatominya.

Apa sebab hal ini terjadi?

Sebabnya tak lain karena kita “mencerabut” sosialitas si Marhaen dari Marhaenisme itu sendiri. Artinya, kita memahami Marhaenisme tanpa memahami keberadaan Marhaen itu sendiri. Kita menghilangkan keberadaan “Marhaen” sebagai basis ontologis dari Marhaenisme.

Kita berdiri sebagai Marhaenis, minus kaum Marhaen, yang berdiri di atas singasana simptom idealistik. Mereduksi kenyataan objektif pada skema subjektif.

Solusinya, kita perlu memahami keberadaan marhaen menurut situasi saat ini. Memahami kemiskinan si Marhaen dalam konteks saat ini.
Caranya tak lain tak bukan, yakni kita perlu memahami imperialisme, kapitalisme yang ada saat ini, sebagai pencipta dari kemiskinan si marhaen itu sendiri.

Baca Juga:   Perluasan Makna Marhaenisme

Sebagai basis material dari keberadaan marhaen saat ini. Dengan manganalisis bagaimana kapitalisme dan imperialisme hari ini bekerja, kita akan memahami posisi dari si marhaen dalam konteks formasi sosial hari ini, dan memahami posisi kita sendiri.

Dengan itu pula, kita memahami bagaimana cara mentransformasikan tindakan dan bagaimana revolusi itu diciptakan.***


Penulis: Arjuna Putra Aldino.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Soekarno Bukan Sekedar Presiden
Minggu, 12 April 2026 | 13:37 WIB
Foto: Benediktus Aquino, Alumni GMNI DKI Jakarta (Dokpri)/MARHAENIST.
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim
Sabtu, 11 April 2026 | 22:02 WIB
Perkuat Pembangunan Nasional, PA GMNI di Sultra Gaungkan Kolaborasi Antar Organ Alumni Cipayung
Sabtu, 11 April 2026 | 19:21 WIB
Wacana Pemakzulan Presiden, Firman Tendry Masengi: Titik Temu Legalitas Konstitusi dan Legitimasi Rakyat
Sabtu, 11 April 2026 | 18:07 WIB
Pemakzulan, Konstitusi, dan Legitimasi Rakyat
Sabtu, 11 April 2026 | 12:16 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Foto: Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Selatan, Dendy Se. MARHAENIST

Kasus Ditindak Tunggu Viral, GMNI Jaksel Minta Polri Tambah Personel Reskrim

Marhaenist.id, Jakarta - Viral di media sosial, seorang pegawai toko roti dianiaya…

PFM Dorong Penetapan Status Bencana Nasional di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Marhaenist.id, Jakarta – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Papua Barat…

Kenang Tewasnya Randy-Yusuf sebagai Pahlawan Demokrasi, Front GMNI dan PMII Kendari Ingin Monumennya Segera Berdiri

Marhaenist.id, Kendari - Front Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Pergerakan Mahasiswa…

Kebijakan Makam Tumpang Surabaya Dikritik, Pemuda Demokrat Soroti Penyusutan RTH dan Pengabaian Kewajiban Pengembang

Marhaenist.id, Surabaya - Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui pernyataan Walikota Surabaya Eri…

Perbandingan Sekolah Mahal dan Sekolah Murah

Marhaenist.id - Ada yang berpendapat sekolah mahal itu wajar tujuannya agar menghargai…

Arief Hidayat Terpilih Sebagai Ketua Umum PA GMNI 2021-2026

Marhaenist - Kongres IV Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia memilih secara…

GMNI Binjai Pertanyakan Pembebasan 44 Orang Pemakai Narkoba yang Diamankan di Diskotik Bintang Biru, Ada Apa?

Marhaenist.id, Binjai - Beberapa waktu yang lalu Polres Binjai melakukan penggerebekan di…

GMNI Kecam Aksi Pencurian yang Marak Terjadi di Kabupaten Touna

Marhaenist.id, Touna - Aksi pencurian yang kerap terjadi di Kabupaten Tojo Una-Una…

Potensi Krisis Ekonomi, GMNI Ingatkan Prabowo Soal Pesan Bung Karno

Marhaenist.id, Jakarta - Beberapa indikator makroekonomi pada awal tahun 2025 menujukan ekonomi…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?